• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

China dan Tradisi Tanpa Ampun terhadap Korupsi

Ali Syarief by Ali Syarief
December 9, 2024
in Crime, Feature
0
China dan Tradisi Tanpa Ampun terhadap Korupsi
Share on FacebookShare on Twitter

Korupsi telah lama menjadi musuh utama dalam perjalanan sejarah negara-negara di dunia, termasuk China. Pada 10 Februari 1952, kurang dari dua tahun setelah Republik Rakyat China berdiri, Partai Komunis China (PKC) sudah mengambil langkah drastis dengan mengeksekusi mati dua kadernya yang terbukti melakukan tindak korupsi. Peristiwa ini terjadi di tengah musim hujan, dengan eksekusi dilakukan di muka umum. Ironisnya, kedua kader tersebut sebelumnya adalah pejuang yang berkontribusi melawan pasukan partai nasionalis. Namun, Mao Zedong, pemimpin PKC saat itu, tidak menunjukkan rasa belas kasihan. Ia dengan tenang berkata, “Koruptor adalah musuh rakyat. Mereka sudah bukan kawan kita lagi. Bersih-bersih harus dilakukan tanpa sedikitpun rasa belas kasihan.”

Langkah tanpa kompromi ini mencerminkan filosofi politik PKC dalam menghadapi korupsi—sikap yang terus diwariskan hingga generasi kepemimpinan saat ini. Pada 2012, Xi Jinping, sebagai Sekretaris Jenderal PKC, meluncurkan kampanye besar-besaran yang disebut “Harimau dan Lalat.” Kampanye ini bertujuan untuk membasmi korupsi tanpa pandang bulu, baik yang dilakukan oleh pejabat tinggi (diibaratkan sebagai “harimau”) maupun pegawai rendahan (si “lalat”). Dalam tradisi PKC, korupsi bukan hanya dianggap sebagai kejahatan biasa, tetapi sebagai ancaman eksistensial terhadap stabilitas negara dan kesejahteraan rakyat.

Warisan Kepemimpinan yang Tegas

Sejarah menunjukkan bahwa PKC tidak pernah sekadar melontarkan slogan. Kebijakan mereka terhadap korupsi dibuktikan dengan tindakan nyata. Pada Maret 2018, pengadilan di China menjatuhkan vonis mati terhadap Zhang Zhongsheng, Wakil Walikota Luliang, Provinsi Shanxi, karena terbukti menerima suap dalam jumlah besar terkait industri pertambangan. Zhang hanya salah satu dari sekian banyak pejabat yang menghadapi hukuman berat dalam kampanye anti-korupsi. Hukuman yang diterapkan sangat keras: jika tidak dihukum mati, mereka yang bersalah dipastikan menjalani hukuman penjara seumur hidup di fasilitas yang benar-benar ketat—bukan sekadar “hotel mewah” seperti yang sering terdengar di negara lain.

Xi Jinping bahkan pernah menyampaikan pernyataan yang terkenal, “Aku telah siapkan 100 peti mati: 99 untuk koruptor dan satu untuk diriku sendiri jika aku melakukan kesalahan yang sama.” Pernyataan ini mempertegas bahwa tidak ada ruang untuk kompromi, bahkan untuk pemimpin tertinggi sekalipun.

Filosofi yang Mengakar

Pendekatan tanpa ampun ini tidak hanya mencerminkan strategi politik, tetapi juga filosofi mendalam tentang dampak korupsi. Dalam pandangan PKC, koruptor adalah “maling rakyat”—istilah yang merujuk pada bagaimana korupsi merampas hak dan kesejahteraan rakyat untuk keuntungan pribadi. Korupsi dianggap sebagai parasit yang menghisap sumber daya negara, membuat rakyat “kurus” demi memperkaya pelaku. Pemimpin legendaris seperti Mao Zedong hingga Xi Jinping menganggap parasit ini harus dibasmi hingga ke akarnya agar tidak merusak sistem pemerintahan dan kepercayaan publik.

Pembelajaran untuk Negara Lain

China menyadari bahwa korupsi dapat menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Langkah-langkah tegas ini membedakannya dari negara-negara lain yang kerap bersikap lunak terhadap para pelaku korupsi. Di banyak tempat, penjara bagi koruptor lebih menyerupai tempat peristirahatan nyaman dibandingkan hukuman yang mendidik.

Dalam konteks global, pendekatan China ini menuai perdebatan. Ada yang menganggapnya terlalu keras dan melanggar hak asasi manusia, sementara yang lain melihatnya sebagai model efektif untuk memberantas korupsi. Namun, bagi China, tujuan utamanya jelas: memastikan integritas pemerintahan dan menjaga kepercayaan rakyat.

Kesimpulan

China adalah contoh bagaimana tekad politik yang kuat dapat menghasilkan perubahan signifikan dalam pemberantasan korupsi. Sejak awal berdirinya, PKC menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya merusak institusi, tetapi juga mengkhianati rakyat. Sikap tanpa ampun ini menjadi fondasi dalam membangun negara yang stabil dan makmur. Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh tantangan, mungkin sudah saatnya negara-negara lain belajar dari keberanian China untuk menghadapi musuh bersama yang bernama korupsi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Korban Ganti Rugi Gusuran PIK 2 Dapat Kembali Menempati Tanah dan Bangunan Miliknya

Next Post

MEMPERINGATI HARI RELAWAN INTERNASIONAL, GERAKAN TURUNTANGAN BERKOLABORASI DENGAN KAMPUS IMDE

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
MEMPERINGATI HARI RELAWAN INTERNASIONAL, GERAKAN TURUNTANGAN BERKOLABORASI DENGAN KAMPUS IMDE

MEMPERINGATI HARI RELAWAN INTERNASIONAL, GERAKAN TURUNTANGAN BERKOLABORASI DENGAN KAMPUS IMDE

Jokowi, Mega, Puan Bertemu Bahas Koalisi danĀ  Pemiliu

Golkar di Persimpangan Jalan: Akankah Menjadi Rumah bagi Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist