• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Coffee Morning: Ketika Raja Ampat Disulap Jadi Tambang Nikel

Ali Syarief by Ali Syarief
June 18, 2025
in Feature, Politik
0
Coffee Morning: Ketika Raja Ampat Disulap Jadi Tambang Nikel
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews  – Pagi ini kopi saya tak lagi hangat seperti biasa. Bukan karena air termosnya bocor, tapi karena yang duduk di meja seberang tak lagi menyeduh ide-ide waras. Di coffee morning yang katanya ajang silaturahmi elite bangsa itu, yang tercampur justru bukan kopi dan krimer, tapi kepentingan dan kemunafikan. Saya tak tahu, apakah ini cangkir demokrasi atau cuma gelas kosong yang dibasahi retorika.

Dulu, saya membayangkan politik adalah panggung gagahnya moralitas. Sebuah seni menata perbedaan, merawat harapan, dan melahirkan keputusan-keputusan yang mewakili suara rakyat. Tapi rupanya saya kebanyakan membaca buku dan terlalu sering berkhayal seperti penyair. Di negeri ini, politik telah menjelma seperti pasar malam: penuh lampu warna-warni, tapi begitu terang, kita tahu semuanya palsu.

Coffee morning jadi tempat temu para ‘pejuang rakyat’ yang tak pernah naik angkutan umum. Di sana mereka bersulang bukan karena sepakat membela kepentingan publik, tapi karena baru saja mendapat konsesi tambang, proyek food estate, atau jatah kursi komisaris. Lucunya, saat bicara di podium, mereka menjual narasi tentang “kesejahteraan rakyat”, “keadilan sosial”, dan “budaya adi luhung”. Padahal, luhungnya tinggal dalam puisi-puisi pidato. Praktiknya? Kita tahu sendiri: yang dikorbankan selalu rakyat kecil—dari petani Kendeng sampai nelayan di Pulau Rempang.

Moralitas di negeri ini sudah seperti Raja Ampat: indah, memesona, penuh nilai luhur. Tapi kini keindahan itu digerogoti pelan-pelan, seperti para penambang nikel yang tak peduli pada terumbu karang. Mereka datang dengan dalih “pembangunan”, lalu pergi meninggalkan luka ekologis dan sosial. Raja Ampat adalah metafora dari cita-cita republik ini—yang semestinya menjulang tinggi dengan kedaulatan, tapi kini diinjak oleh sepatu-sepatu kekuasaan yang tak pernah dicuci.

Saya teringat satu obrolan di coffee morning yang katanya “non-formal tapi sarat makna strategis”. Seorang tokoh senior berkata, “Kita harus menjaga marwah bangsa.” Tapi belum lima menit kemudian, ia sibuk melobi proyek dermaga yang akan merusak habitat dugong. Marwah, rupanya, adalah kata yang bisa dijual dengan harga tukar valuta asing.

Kalau Mahbub Djunaidi masih hidup, barangkali ia akan berkata dengan sinis: “Negeri ini kebanyakan kata-kata agung, tapi kekurangan perbuatan yang luhur.” Kita terlalu sering memuja konstitusi, tapi rajin pula menelikungnya di tikungan kompromi politik. Kita menyebut diri Pancasilais, tapi gemar menindas minoritas dan menutup akses orang miskin pada pendidikan dan layanan kesehatan.

Inilah coffee morning kita: aroma kopinya wangi, tapi ampasnya pahit. Meja diskusinya penuh gelak tawa, tapi di luar, rakyat meringis karena subsidi dicabut, harga naik, dan lapangan kerja digadaikan ke investor asing.

Pagi ini, saya menyeruput kopi terakhir dari cangkir yang retak. Lalu saya berpikir, barangkali sudah waktunya kita berhenti membuat coffee morning dan mulai menanam pohon kopi. Sebab bangsa ini tak butuh lebih banyak basa-basi, tapi lebih banyak pohon yang berakar pada tanah, memberi buah, dan tahan banting di tengah badai—seperti petani kecil yang tak pernah diajak coffee morning, tapi paling merasakan dampaknya.

Dan ketika politik sudah tak lagi bicara tentang moral, maka budaya adi luhung tak ubahnya lukisan yang dicetak massal: cantik, tapi kehilangan makna. Maka berhentilah menjual Raja Ampat dalam pidato, jika di belakang layar Anda menyewakannya pada penambang nikel.

Karena sesungguhnya, yang luhung itu bukan kata-kata, tapi tindakan yang membela kehidupan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi, Mesin Kemenangan Prabowo

Next Post

Moralitas sebagai Nafas Peradaban: Sebuah Renungan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Moralitas sebagai Nafas Peradaban: Sebuah Renungan

Moralitas sebagai Nafas Peradaban: Sebuah Renungan

Menteri Sri Mulyani Pusing, Dipaksa Blokir Anggaran K/L Rp50 T?

Defisit APBN Capai Rp 21 Triliun hingga Mei 2025, Sri Mulyani Sebut Masih Aman

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist