• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Common Enemy

fusilat by fusilat
January 9, 2023
in Feature
0
PDIP Bisa Terisolir, 8 Parpol DPR Kumpul Hari Ini Bahas Sistem Pemilu

Bendera PDIP (Foto: Rifkianto Nugroho)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Moch Eksan

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari telah membangun para singa tidur dari partai politik di Senayan. Mereka nampak kompak dalam menghadapi upaya pergantian sistem pemilu melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tak bisa dielakkan telah terjadi polarisasi partai politik parlemen. Antara PDIP versus 8 partai politik lainnya. Hanya partai pimpinan Megawati Soekarnoputri yang menginginkan sistem proposional tertutup. Sedangkan Partai Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, PKS, PAN dan PPP ingin tetap mempertahankan sistem proporsional terbuka.

Momentum uji materi Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah menyatukan semua partai kecuali PDIP. Wabilkhusus dalam menyikapi gerakan bawah tanah yang berupaya merubah sistem pemilu yang sudah berlaku.

Dalam konteks ini, PDIP menjadi common enemy (musuh bersama) partai politik parlemen lainnya. Upaya pergantian sistem pemilu hanya menguntungkan PDIP saja. Partai politik parlemen lainnya pasti merasa dirugikan.

Kemenangan PDIP  dua kali Pileg, dan proyeksi hattrick pada pemilu serentak 2024, dengan perubahan sistem pemilu akan semakin melapangkan jalan kemenangan ketiga kalinya. Dengan sistem proporsional tertutup, kemenangan PDIP akan semakin tebal.

Istilah hattrick itu berasal dari Bahasa Inggris, hat trick, yang merupakan istilah olah raga bagi keberhasilan tiga kali dalam perlombaan. Sehingga, dalam sepak bola, ada istilah Trigol bagi seorang pemain yang bisa mengoalkan bola yang ketiga.

Partai asal Presiden Jokowi selama ini selalu menggembar-gemborkan kemenangan hattrick bagi PDIP. Apalagi, semua lembaga survei selama kurun waktu pasca pemilu serentak 2019, senantiasa mengunggulkan PDIP sebagai pemenang pemilu.

Mereka sangat yakin, PDIP bukan sekadar mengulangi kemenangan ketiganya. Akan tetapi menang besar, seperti pada Pemilu 1999. Dimana partai berlogo banteng bermoncong putih memperoleh 35,6 juta suara atau setara 33,74 persen, dan dengan 153 kursi.

Jujur, rekor kemenangan ini belum tertandingi oleh partai politik lain manapun. Termasuk oleh rekor kemenangan PDIP sendiri pada pemilu berikutnya sepanjang sejarah Pileg pasca Orde Baru.

Pertama, Pileg 2004. Pemilu dimenangkan oleh Partai Golkar dengan 24,4 juta suara atau setara dengan 22,44 persen dan dengan 120 kursi.

Kedua, Pileg 2009. Pemilu dimenangkan oleh Partai Demokrat dengan 21,7 juta atau setara dengan 20,85 persen dan dengan 148 kursi.

Ketiga, Pileg 2014. Pemilu dimenangkan oleh PDIP dengan 23,6 juta suara atau setara dengan 18,95 persen dan dengan 109 kursi.

Keempat, Pemilu 2019. Kemenangan yang sama diraih kembali oleh PDIP dengan 27 juta suara atau setara dengan 19,3 persen dan dengan 128 kursi.

Jadi, kilas balik sejarah pemilu ke pemilu, telah menunjukkan bahwa kemenangan PDIP terbesar pada pemilu awal reformasi dengan sistem pemilu proporsional tertutup.

Setelah sistem proporsional terbuka diterapkan, maka peta kekuatan politik semakin merata, seperti kehendak sistem proporsional. Dimana suara rakyat banyak yang terkonversi pada kursi dan mengurangi suara hangus akibat parliamentary threshold  untuk kepentingan konsolidasi demokrasi.

Tanpa tedeng aling-aling, pertemuan pimpinan partai di Hotel Dharmawangsa Jakarta Selatan, Minggu, 8 Januari 2023, merupakan kelanjutan episode dari pernyataan sikap bersama 8 pimpinan fraksi DPR RI.

Mereka dengan tegas menolak sistem proporsional tertutup. Pertemuan ini juga memberikan pesan bahwa mereka masih awas atas berbagai intrik untuk memberangus eksistensinya di Senayan.

Di balik upaya pergantian sistem pemilu, ada skenario pemenangan PDIP untuk ketiga kalinya. Tanpa terlalu banyak keluar energi, sistem proporsional tertutup akan menghadiahkan banyak suara dan kursi.

Apalagi, hasil survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan bahwa Party ID di Indonesia sangat rendah. Ini tercermin dari hasil survei Burhanuddin Muhtadi. Bahwasannya, hanya 6,8 persen dari 1.200 responden yang merasa dekat dengan partai politik tertentu.

Sedang, 92,3 persen merasa tak memiliki kedekatan dengan partai politik manapun. Mereka sekitar 46 persen lebih merasa diwakili oleh anggota dewan daripada partai politik. Responden yang merasa diwakili partai hanya 28,1 persen saja.

Yang menarik, dari 6,8 persen yang merasa kedekatan dengan partai tersebut. Yang terbesar adalah PDIP dengan 26,8 persen. Gerindra 25,3. Persen. Demokrat 16,5 persen. Sisa partai politik parlemen lainnya tak lebih hanya 7 persen.

Sangat bisa dipahami, bila PDIP menjadi musuh bersama. Dan 8 partai politik parlemen membangun kebersamaan. Betapa logika sistem proporsional tertutup akan mengeliminir politik uang dan menguatkan kedaulatan partai, merupakan kamuflase untuk membungkus agenda politik tersembunyi.

Sekarang, semua tahu siapa kawan dan siapa lawan. Saya jadi teringat pada pendapat Imam Ali Bin Abi Thalib Karramallah Wahjah, bahwa teman ada tiga macam. Musuh juga ada tiga macam. Pertama, temanmu sendiri, kedua, temannya temanmu, dan ketiga musuhnya musuhmu. Begitu pula juga sebaliknya.

Moch Eksan Pendiri Eksan Institute dan Penulis Buku Fikih Pemilu, Menyemai Nilai Agama dan Demokrasi di Indonesia

Dikutip Rmol.id Senin, 09 Januari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tegas, Wapres Ma’ruf Amin Kecam Menteri Israel ke Al-Aqsa: Harus Diperingatkan!

Next Post

Prabowo Harga Mati – Sandi Kartu Mati

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Inilah Respon PKS Terhadap Kemesraan PKB-GERINDRA

Prabowo Harga Mati – Sandi Kartu Mati

Dilarang Beroperasi di Kawasan Monas, Kusir Delman Ancam Demo Heru Budi

Dilarang Beroperasi di Kawasan Monas, Kusir Delman Ancam Demo Heru Budi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist