FusilatNews- Rencana Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang akan melarang keberadaan delman di kawasan Monumen Nasional (Monas) mendapat penolakan dari para kusir delman Puluhan kusir delman yang biasa beroperasi di kawasan Monumen Nasional (Monas) mengaku tidak pernah diajak diskusi atau sosialisasi oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat perihal larangan delman di salah satu destinasi Ibu Kota tersebut.
“Kami tidak pernah sama sekali diajak duduk bersama atau sosialisasi terkait larangan tersebut. Kami terus terang kecewa karena kami mencari nafkah di Monas untuk keluarga kami,” kata Koordinator Delman Monas, Nanang, saat ditemui di kawasan Monas Jakarta, Dikutip antara, Minggu, 8 Januari 2022.
Nanang mengatakan, setidaknya ada 45 kusir yang beroperasi di kawasan Monas yang kesehariannya menggantungkan delman sebagai mata pencaharian. Karena itu, dia meminta Pemkot Jakarta Pusat bisa membina seluruh kusir delman agar tetap bisa mencari nafkah untuk keluarga.
Puluhan kusir delman juga berencana melakukan unjuk rasa diBalaikota DKI untuk meminta intervensi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait larangan delman. “Kalau memang kita para kusir delman dilarang di Monumen Nasional dan HI, akan geruduk kantor Gubernur DKI Jakarta. Kita akan bertemu dengan (Penjabat) Gubernur DKI Jakarta,” ujar Nanang.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Pusat berencana melarang delman beroperasi di kawasan Monumen Nasional (Monas). Keberadaan delman dianggap menimbulkan bau tidak sedap dan memiliki parasit yang membahayakan manusia karena kotoran kuda yang bercecer di jalan.
Kebijakan tersebut merujuk dari Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 36 Tahun 2016 yang berisi larangan pengoperasian delman di kawasan Monas. Namun, Pemkot Jakpus akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik delman ataupun asosiasi kusir, sebelum larangan diterapkan.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News























