• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Cuci Tangan Erick Thohir dalam Kasus Oplosan Pertamina?

Ali Syarief by Ali Syarief
March 6, 2025
in Birokrasi, Crime, Feature
0
BUMN Tidak Menjadi Sponsor Formula E, Ini Alasanya

Mentri BUMN Erick Thohir.

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Kasus dugaan oplosan bahan bakar minyak (BBM) yang mencuat di tubuh Pertamina bukan hanya sekadar perkara teknis di lapangan, tetapi juga mencerminkan adanya persoalan struktural dalam tata kelola BUMN. Sebagai Menteri BUMN yang memiliki kewenangan penuh terhadap Pertamina, Erick Thohir seharusnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk memberikan informasi secara holistik kepada penyidik Kejaksaan RI. Namun, justru terjadi fenomena yang sebaliknya—Kejaksaan RI malah lebih dahulu mengklarifikasi bahwa Erick Thohir tidak terlibat dalam kasus tersebut. Bukankah ini justru terlihat sebagai langkah “cuci tangan” dari tanggung jawab yang seharusnya diemban?

Sebagai pemegang kendali penuh atas kebijakan dan pengawasan BUMN, Erick Thohir mestinya hadir secara proaktif untuk memberikan keterangan dan membantu pengusutan kasus ini, bukan menunggu penyidik untuk mendudukkan posisinya. Dalam sistem pertanggungjawaban publik, seorang pejabat tidak bisa hanya berlindung di balik anak buah atau mekanisme birokrasi. Seharusnya, seorang pemimpin memiliki moralitas yang cukup untuk menunjukkan keterbukaan dan transparansi, terutama dalam kasus yang menyangkut kepentingan publik sebesar ini.

Kejaksaan RI yang buru-buru memberikan pernyataan bahwa Erick Thohir tidak terlibat, justru memunculkan pertanyaan besar di benak publik. Bagaimana mungkin suatu proses hukum yang masih berjalan tiba-tiba bisa menyimpulkan ketidakbersalahan seseorang tanpa terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan menyeluruh? Ini mengindikasikan bahwa ada upaya sistematis untuk melindungi Erick Thohir dari imbas kasus ini. Seolah-olah, sebelum masyarakat bertanya lebih jauh, Kejaksaan telah lebih dulu menyodorkan jawaban yang memudahkan Erick untuk lepas dari sorotan.

Baca : https://fusilatnews.com/kejagung-bantah-erick-dan-boy-terlibat-dalam-kasus-mega-korupsi-di-pertamina/

Fenomena semacam ini semakin menegaskan bahwa sistem hukum di Indonesia masih bekerja secara diskriminatif. Ketika rakyat biasa terjerat kasus hukum, mereka harus membuktikan sendiri bahwa mereka tidak bersalah. Namun, ketika pejabat tinggi terseret dalam skandal, justru aparat yang lebih dulu menyatakan ketidakterlibatan mereka sebelum penyelidikan benar-benar tuntas. Padahal, seharusnya mekanisme yang berlaku adalah sebaliknya—setiap pejabat yang bertanggung jawab terhadap suatu institusi yang bermasalah harus diperiksa secara menyeluruh sebelum dinyatakan tidak terlibat.

Jika Erick Thohir memang merasa tidak terlibat, maka langkah terbaik yang seharusnya diambil adalah datang ke Kejaksaan RI secara sukarela dan memberikan segala informasi yang relevan mengenai kasus ini. Dengan begitu, ia bisa menunjukkan bahwa dirinya benar-benar peduli terhadap akuntabilitas dan bukan sekadar melindungi citra politiknya. Jika sebaliknya, maka wajar jika publik menilai bahwa ini hanyalah strategi untuk melindungi kekuasaan dan menghindari konsekuensi dari kelalaian sistemik di bawah kepemimpinannya.

Dalam negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum, setiap pejabat—termasuk seorang menteri—harus siap diperiksa dan mempertanggungjawabkan kebijakan maupun pengawasan yang telah mereka lakukan. Tanpa itu, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan semakin terkikis. Sejarah telah banyak mencatat bagaimana pejabat yang awalnya diselamatkan oleh sistem akhirnya tetap jatuh karena kesewenang-wenangan dalam menghindari tanggung jawab. Jangan sampai kasus oplosan Pertamina ini menjadi contoh lain dari bagaimana sistem hukum justru digunakan untuk mencuci tangan pejabat dari tanggung jawab mereka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT

Next Post

Bukan Tuhan, Rakyat Banten Bisa Kalahkan Aguan dan Batalkan PIK 2

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Bukan Tuhan, Rakyat Banten Bisa Kalahkan Aguan dan Batalkan PIK 2

Bukan Tuhan, Rakyat Banten Bisa Kalahkan Aguan dan Batalkan PIK 2

Media China Soroti : Transparansi dan Ancaman Korupsi dalam Danantara

Media China Soroti : Transparansi dan Ancaman Korupsi dalam Danantara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist