Sabby juga menegaskan, TPNPB akan membakar seluruh bangunan sekolah di wilayah operasi mereka.
Jakarta – Fusilatnews – Dengan dalih para siswa sekolah dipaksa menghafal UUD 1945 Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengumumkan telah membakar seluruh bangunan SD, SMP, SMA dan SMK di Kampung Borban, Distrik Okbap, Kabupaten Pegunungan Bintang pada hari Jumat, 12 Juli 2024.
Pengumuman ini disampaikan oleh Juru bicara (TPNPB-OPM , Sebby Sambom, yang menegaskan, pasukan OPM telah membakar semua bangunan sekolah. “Manajemen markas pusat KOMNAS TPNPB baru saja menerima laporan resminya kepada awa media di Jakarta,” kata Sebby, Ahad, (14/7/ 2024).
Menurut Sebby tindakan itu didasari karena sekolah yang berdiri di sana dianggap mengajarkan nilai, sejarah dan ideologi yang bertentangan dengan mereka.
“Karena anak-anak sekolah di paksa menghafal Undang-Undang Negara Indonesia dan pahlawan indonesia,” ujar dia. OPM adalah organisasi yang menginginkan kemerdekaan Papua Barat. Saat ini Papua Barat adalah bagian dari Provinsi Indonesia.
Sabby juga menegaskan, TPNPB akan membakar seluruh bangunan sekolah di wilayah operasi mereka.
Sebagai informasi beberapa wilayah di Papua telah diumumkan oleh OPM sebagai wilayah perang. Antara lain: Kabupaten Sinak, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Yahukimo, Nduga, Pegunungan Bintang, dan Sorong.
Sedangkan Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 Ajun Komisaris Besar Bayu Suseno, Saat dikomfirmasi peristiwa pembakaran sekolah di wilayahnya, mengatakan belum mengetahui informasi itu.
“Belum monitor, nanti diupdate ya,” ujar dia via sambungan aplikasi perpesanan.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cendrawasih Letnan Kolonel Korps Infanteri ( Letkol Inf), Candra Kurniawan, juga belum mengetahui informasi itu. “Kami konfirmasi dulu di lapangan ya,” ujar dia.
Peristiwa pembakaran fasilitas publik bukan kali pertama dilakukan OPM. Pada 21 Mei 2024 lalu, OPM melakukan pembakaran kios, dan gedung sekolah di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
Kemudian pada 28 Mei OPM juga membakar alat berat milik PT Gunung Selatan di Kampung Galungma, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.





















