• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dangdut Koplo, Desakralisasi Istana, dan Senyum Presiden

fusilat by fusilat
August 21, 2022
in Feature
0
Dangdut Koplo, Desakralisasi Istana, dan Senyum Presiden

Indra Tranggono (Foto: dok. pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Indra Tranggono

Lagu dangdut koplo Ojo Dibandhingke yang lagi nge-hits itu menerobos Istana Negara dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-77 RI (17/8). Lewat lantunan suara penyanyi bocah Farel Prayoga, lagu itu tak hanya mencairkan suasana tapi juga mampu membuat Presiden Joko Widodo tersenyum dan tampak semringah (berwajah cerah). Para menteri dan pejabat negara pun ikut berjoget. Tanpa mengurangi kekhidmatan acara, peringatan 17-an pun terkesan tidak elitis, tapi populis.

Masuknya lagu pop berlirik bahasa Jawa yang melankolis dalam deretan mata acara resmi kenegaraan itu bak ledakan mercon yang mampu memecah kesakralan Istana Negara. Ia menjadi semacam subversi kebudayaan, di mana musik pop dangdut koplo yang selama ini distigmatisasi sebagai seni kelangenan (kitch) rakyat mendapat ruang di level kalangan elite politik, ekonomi dan kekuasaan. Mereka ini sering dinilai mengutamakan budaya tinggi atau budaya tradisi dan klasik.

Disebut subversi budaya, karena lantunan lagu itu dihadirkan sebagai versi yang berbeda di tengah versi dominan khas perhelatan kenegaraan. Misalnya narasi-narasi, ode, lagu, dan pidato yang serba resmi: memuja Tanah Air, remix lagu-lagu daerah, tarian dari budaya lokal dan wacana kesuksesan pembangunan. Semua itu sering dipahami sebagai representasi tentang keindonesiaan yang “baku” atau arus utama (mainstream). Ini terjadi sejak era Orde Lama, Orde Baru dan masa-masa awal Orde Reformasi.

Musik dangdut koplo (sub aliran musik dangdut) bisa disebut sebagai anak kebudayaan massa atau budaya populer yang mengutamakan hiburan. Muncul pada era awal 2000-an di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY, irama dan nada musik ini sederhana tapi dinamis, pas untuk goyang atau joget. Lirik-liriknya ringan, umumnya soal patah hati atau kesengsaraan hidup. Ini tak beda dengan musik dangdut.

Para pelaku dan konsumen dangdut koplo umumnya kalangan marjinal yang sarat dengan kesulitan hidup. Karena itu, jenis musik ini bisa disebut musik rakyat. Seiring masifnya hadir di tengah publik, kalangan menengah pun mulai tertarik pada dangdut koplo.

Semiotika Senyum Jokowi

Presiden Jokowi dalam perhelatan itu tampak senang dan tersenyum. Secara semiotik, senyum Jokowi memberikan tanda atas beberapa pesan tersirat. Pertama, pemerintah mencoba menciptakan kesan dan pesan bahwa Istana Negara merupakan entitas politik-kekuasaan yang terbuka bagi berbagai jenis seni dan budaya.

Sosok negara coba dibuat tidak angker, tapi ramah bagi semua ekspresi kultural rakyat. Pemerintah menunjukkan komitmennya pada kemajemukan budaya. Budaya homogen, termasuk yang bercorak kerakyatan pun diberi ruang untuk hadir dan berekspresi. Kesenian ringan dan sarat hiburan layak bersanding dengan kesenian adiluhung yang sophisticated alias rumit dan sarat nilai-nilai ideal.

Kedua, ada upaya negara untuk bisa semakin dekat dengan rakyat. Istana Negara adalah entitas kebangsaan sekaligus ruang publik yang inklusif, bukan eksklusif yang didominasi kalangan priyagung atau elite politik, sosial, ekonomi dan budaya. Upaya ini membangun kesan bahwa antara pemerintah dan penyelenggara negara tidak ada jarak sosial, politik dan kultural dengan masyarakat, seperti yang selama ini sering jadi rerasanan publik.

Ketiga, dampak yang diharapkan dari upaya ini adalah harapan atas semakin menguatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah dan penyelenggara negara.

Sejak Era Gus Dur

Desakralisasi Istana Negara yang terjadi pada rezim Jokowi bukan yang pertama. Jauh sebelumnya Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah melakukannya. Gus Dur yang punya visi kebangsaan kuat membuka Istana Negara bagi semua kalangan masyarakat. Kawan-kawan Gus Dur, para agamawan, cendekiawan, budayawan, seniman, mahasiswa dan kalangan profesional lainnya sering sonjo atau berkunjung ke Istana Negara untuk sekadar ngopi dan ngobrol.

Semua prosedur protokoler coba dicairkan demi menjadikan Istana Negara ruang publik. Sikap kenegarawanan Gus Dur mendudukkan kekuasaan tidak sakral dan bisa disentuh. Gus Dur menjadikan Istana Negara ruang inklusif bagi semua golongan, agama, budaya, politik dan ras. Ia mengelola kekuasaan secara serius tapi rileks. Bahkan ketika lengser dari tampuk kekuasaan pun, meninggalkan Istana Negara dengan kostum sehari-hari: kaos dan celana pendek.

Kembali ke soal dangdut koplo di Istana Negara. Berhasilkah pemerintah Jokowi menanamkan semua kesan kebaikan dan kedekatan pada rakyat di benak publik? Hal itu masih harus dibuktikan dalam proses yang panjang. Tentu, di tengah kesulitan hidup, rakyat tak cukup hanya diberi “kembang gula” semacam hiburan dangdut koplo. Rakyat lebih membutuhkan berbagai perwujudan kebijakan yang menyuburkan keadilan dan kesejahteraan. Dangdut koplo tak lebih dari pelengkap.

Indra Tranggono, praktisi budaya dan esais, tinggal di Bantul, DIY.

Dikutip dari detik.com, Jumat 19 Agustus 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rusia Tak Punya Niat Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina

Next Post

Inilah 5 Calon Tersangka Baru Dikasus Pembunuhan Brigadir J

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Inilah 5 Calon Tersangka Baru Dikasus Pembunuhan Brigadir J

Inilah 5 Calon Tersangka Baru Dikasus Pembunuhan Brigadir J

Mahfud MD Batalkan Rakor Bahas Isu Penundaan Pemilu 2024

Gugat Kembali Pembubaran Ormas FPI!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist