• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari “4 Sehat 5 Sempurna” ke Makan Bergizi Gratis: Antara Edukasi dan Euforia Angka

Ali Syarief by Ali Syarief
May 6, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Komisi IX DPR RI, Minta Pengawalan Program Makan Bergizi Gratis, Dari Ancaman Fraud
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Pada masa Orde Baru, negara secara sistematis mengedukasi rakyat melalui kampanye “4 Sehat 5 Sempurna”. Bukan sekadar slogan, program ini menjadi upaya negara membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dalam pola makan. Iklan layanan masyarakat disiarkan di mana-mana, dan program Keluarga Berencana (KB) hadir menyusul, mengedepankan cita-cita luhur membentuk keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS). Meski lahir dari rezim yang otoriter, dua program itu setidaknya menempatkan rakyat sebagai subjek yang perlu dibimbing, dididik, dan diberdayakan dalam urusan gizi dan perencanaan keluarga.

Kini, puluhan tahun setelahnya, bangsa ini kembali berbicara soal makanan bergizi, namun dalam bingkai berbeda. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto digulirkan dengan penuh semangat. Namun belum genap program ini berjalan luas, publik sudah disuguhi berita tentang keracunan massal yang dialami ratusan siswa di berbagai daerah. Ironisnya, alih-alih membuka ruang introspeksi, Presiden justru langsung mengklaim keberhasilan: “Keberhasilan MBG sudah 99,99 persen,” katanya, sambil menyandingkan insiden keracunan dengan kejadian dalam pesta pernikahan.

Di sinilah letak masalahnya.

Perbandingan semacam itu tidak hanya meremehkan urgensi masalah, tapi juga menunjukkan pergeseran orientasi negara dalam mengelola program publik—dari edukasi ke euforia statistik. Dalam narasi Prabowo, keberhasilan dihitung dengan kalkulator, bukan dengan evaluasi substansial. Padahal, program MBG bukan sekadar urusan logistik makanan, tapi soal pembentukan perilaku, pendidikan gizi, dan kesadaran kesehatan. Sama halnya dengan “4 Sehat 5 Sempurna” dulu, yang menekankan pemahaman masyarakat, bukan semata penyediaan bahan makan.

Salah satu penjelasan Prabowo bahkan terasa banal: bahwa ada anak yang keracunan karena tak terbiasa minum susu. Narasi semacam ini justru memperkuat asumsi bahwa program ini diluncurkan tanpa asesmen budaya, kondisi kesehatan lokal, dan kesiapan sistem logistik. Jika anak-anak tidak terbiasa minum susu, maka tugas negara adalah mengedukasi, bukan memaksakan distribusi tanpa kesiapan. Sama halnya dengan cerita tentang makan pakai tangan tanpa sendok—apa artinya program nasional jika tidak memahami kultur masyarakatnya sendiri?

Lebih jauh, pendekatan kuantitatif yang menonjolkan angka keberhasilan 99,99 persen juga menutup ruang bagi evaluasi kritis. Padahal, di balik 0,01 persen yang disebut Presiden, ada ratusan anak yang perutnya mulas, mual, bahkan mungkin trauma. Di balik angka kecil itu, ada persoalan rantai distribusi, sanitasi dapur, kualitas bahan makanan, dan kapasitas tenaga kerja. Bahkan Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri mengakui bahwa insiden ini butuh investigasi dan evaluasi menyeluruh.

Bandingkan dengan era Orde Baru, yang walaupun represif, tetap sadar bahwa program kesehatan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan logistik atau anggaran besar. Ia membutuhkan narasi edukatif, penyadaran kolektif, dan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Tanpa itu semua, MBG hanya akan menjadi program populis yang gaduh di awal, lalu menghilang ditelan skandal dan kegagalan sistemik.

Jika Prabowo ingin menciptakan legacy melalui MBG, maka yang ia butuhkan bukanlah pembelaan dengan angka, melainkan langkah-langkah korektif yang transparan dan edukatif. Seperti halnya program KB dan 4 Sehat 5 Sempurna yang diwariskan dengan narasi perubahan gaya hidup, bukan dengan glorifikasi pencapaian semu.

Sebagus apa pun angka statistik yang diklaim, kepercayaan publik tidak dibangun oleh kalkulasi. Ia dibentuk oleh keseriusan menangani masalah—sekecil apa pun itu—dengan rasa tanggung jawab, bukan pembelaan reaktif yang mengaburkan fakta.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Redam Emosi, Semua Sudah Dewasa, Gatot dan Hercules Diminta untuk Tidak saling Serang

Next Post

Mana yang Akan Diproses Lebih Dahulu—Laporan TPUA atau Laporan Jokowi?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?
Birokrasi

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026
Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Next Post
Mana yang Akan Diproses Lebih Dahulu—Laporan TPUA atau Laporan Jokowi?

Mana yang Akan Diproses Lebih Dahulu—Laporan TPUA atau Laporan Jokowi?

PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

Ketika KPK Putus Asa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist