Makassar–FusulatNews – Ratusan kiai dan asatidz dari hampir 50 pondok pesantren se-Sulawesi Selatan berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan pada acara halal bihalal yang digelar Konsorsium Pesantren Bersaudara di SLB Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI), Makassar, Minggu (29/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri, tetapi juga forum konsolidasi gagasan untuk memperkuat kolaborasi antar pesantren di wilayah tersebut.
Ketua Umum Konsorsium Pesantren Bersaudara, H. A. Muhammad Nur Syahid M., menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi para pimpinan pesantren.
“Alhamdulillah, antusiasme para guru dan keluarga besar pesantren sangat luar biasa. Ini menunjukkan kuatnya keinginan untuk bersatu dan memajukan pesantren di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, momentum halal bihalal ini menjadi titik awal untuk menyatukan visi dan memperkuat semangat ta’awun (tolong-menolong) dalam membangun peran pesantren bagi umat dan bangsa.
Para pimpinan pesantren yang hadir sepakat bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak dan berkontribusi bagi masyarakat. Konsorsium juga tengah menyiapkan program kaderisasi bersama, termasuk membuka akses perkuliahan dan short course ke sejumlah perguruan tinggi di Timur Tengah, seperti Al-Azhar University di Mesir, Ummul Qura University di Mekkah, dan Al-Ahqaf University di Yaman.
Sementara itu, Kamaluddin Marsus, pimpinan Pondok Pesantren MHQ Bone yang didapuk sebagai pembawa hikmah, mengaku terharu dengan suasana kebersamaan yang terbangun dalam acara tersebut.
“Selain nuansa ukhuwah antar pesantren, ada juga suasana haru melihat santri tunanetra binaan YAPTI. Ini membuktikan bahwa dengan pendidikan yang baik, mereka mampu berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional, termasuk menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, para peserta juga mendorong pengembangan pesantren berbasis inklusi, khususnya bagi penyandang disabilitas netra. Dukungan mengalir kepada YAPTI dan Yayasan Gammara Inklusi yang dipimpin Andi Zulfajrin, seorang tunanetra lulusan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, yang aktif memperjuangkan akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas.
Prestasi Santri Tunanetra
Di sisi lain, kabar membanggakan datang dari salah satu siswa YAPTI. Isdahlia Majid, siswi kelas 12 SLB A YAPTI, dinyatakan lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan diterima di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada jurusan Pendidikan Khusus.
Dahlia—sapaan akrabnya—mengaku bersyukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bahagia. Ini menjadi motivasi bagi saya dan keluarga,” ujarnya saat ditemui, Selasa (31/3/2026).
Ia juga berharap keberhasilannya dapat menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya, khususnya di daerah asalnya di Kabupaten Barru.
“Saya ingin ini menjadi motivasi bagi masyarakat, terutama penyandang disabilitas, agar tetap semangat menempuh pendidikan,” katanya.
Dahlia juga menyoroti masih minimnya informasi pendidikan bagi anak-anak disabilitas di daerah, yang menyebabkan sebagian orang tua belum menyekolahkan anak mereka.
Acara halal bihalal tersebut ditutup dengan doa bersama dan saling bermaafan, menandai komitmen baru untuk memperkuat sinergi antar pesantren di Sulawesi Selatan dengan semangat kebersamaan.
“Kita tidak sama, tapi harus bersama,” menjadi pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.






















