• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari NKRI Sentralistik ke RIS Berkeadilan: Membongkar Akar Dinasti Konstitusional

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
December 25, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)


I. Pendahuluan

UUD Amandemen 2002 dan Fenomena Kepemimpinan Satu Dekade

Dua dekade pasca-Amandemen UUD 1945 (2002), Indonesia justru terjebak dalam sebuah labirin konstitusional. Alih-alih memperkuat demokrasi dan distribusi kekuasaan, desain ketatanegaraan yang lahir dari amandemen tersebut secara empiris melahirkan pola kepemimpinan yang tampak sederhana dan populis, namun dalam praktiknya mengonsolidasikan kekuasaan politik, ekonomi, dan hukum pada satu simpul sentral—sebuah kondisi krusialistik yang berbahaya bagi republik.

Fenomena ini bermuara pada praktik politik dinasti, nepotisme struktural, dan pelemahan etika konstitusional. Ketika instrumen hukum—bahkan lembaga penjaga konstitusi—diperalat sebagai alat estafet kekuasaan, maka demokrasi telah direduksi menjadi prosedur tanpa moral. Kasus-kasus etik di Mahkamah Konstitusi (MKMK) menegaskan bahwa hukum tidak lagi berdiri sebagai guardian of constitution, melainkan terkooptasi oleh Machiavellisme politik.


II. Menimbang Alternatif

Menghidupkan Kembali Gagasan Negara Serikat

Di tengah kebisingan wacana “kembali ke UUD 1945 asli”, penulis mengajukan sebuah alternatif yang mungkin dianggap provokatif, namun memiliki legitimasi historis dan rasionalitas konstitusional: transformasi NKRI menuju Republik Indonesia Serikat (RIS).

Gagasan federalisme kerap disalahpahami sebagai ancaman disintegrasi. Padahal secara teoritik dan historis, federalisme justru merupakan mekanisme pembagian kedaulatan guna mencegah penumpukan kekuasaan di pusat. RIS bukan pengkhianatan terhadap nasionalisme, melainkan ikhtiar struktural untuk menyelamatkan republik dari otoritarianisme yang berbungkus demokrasi.


III. Alasan Fundamental Reorientasi ke Sistem RIS

1. Kegagalan Distribusi Kesejahteraan

Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 menegaskan tujuan bernegara: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun realitas sentralisme menunjukkan paradoks: daerah kaya sumber daya tetap miskin, sementara pusat “memborong” hasil bumi melalui regulasi fiskal dan politik anggaran. Ketergantungan daerah pada komando pusat memperlambat pembangunan dan memperlebar ketimpangan.

2. Membendung Monopoli dan Syahwat Kekuasaan

Sistem federal secara inheren memecah konsentrasi kekuasaan nasional. Tidak ada figur tunggal yang mampu mengendalikan seluruh sumber daya politik negara. Checks and balances tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga teritorial dan kompetitif antar-negara bagian.

3. Efisiensi dan Kemandirian Ekonomi Daerah

Dalam RIS, negara bagian memiliki kedaulatan atas pendapatan, pajak, dan pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah federal hanya mengurusi pertahanan, hubungan luar negeri, dan moneter. Model ini telah terbukti efektif di Amerika Serikat, Australia, dan Malaysia—mendorong inovasi, efisiensi, dan akuntabilitas lokal.


IV. Kerangka Transisi Menuju Federasi Berkeadilan

Agar perubahan tidak melahirkan ketimpangan baru, transisi menuju RIS harus dilakukan melalui diskresi politik-ekonomi yang bertanggung jawab, antara lain:

1. Integrasi Wilayah Strategis

Daerah dengan kapasitas ekonomi rendah (daerah minus) dapat diintegrasikan secara rasional ke dalam negara bagian yang kuat secara ekonomi berdasarkan kajian geofisika, demografi, dan potensi sumber daya.

2. Internasionalisasi Daerah Minus

Pemerintah federal menetapkan wilayah tertentu sebagai zona ekonomi internasional (special international trade zones), menyerupai model Singapura atau Hong Kong, guna menarik investasi global dan mempercepat kemandirian fiskal.

3. Solidaritas Antar-Negara Bagian

Negara bagian maju diwajibkan memberikan subsidi silang dalam kerangka persatuan nasional, bukan sebagai belas kasihan, melainkan sebagai kontrak federalisme yang berkeadilan.


V. Penutup

Nasionalisme, Teologi, dan Pancasila dalam Negara Serikat

Transformasi menuju RIS tidak bertentangan dengan nilai Ketuhanan maupun Pancasila. Secara teologis, memperjuangkan sistem yang lebih adil adalah bentuk ibadah sosial. Secara ideologis, RIS justru dapat menjadi manifestasi konkret sila kelima yang selama ini berhenti sebagai slogan.

Krisis etika politik yang akut telah melahirkan istilah publik yang keras namun jujur: “Anak Haram Konstitusi”—sebuah simbol kekecewaan kolektif atas rusaknya moral penyelenggara negara. Dalam sistem RIS, syahwat politik di tingkat pusat dapat diredam, karena kedaulatan rakyat terdistribusi dan terlindungi di tingkat negara bagian.


Ikhtisar / Abstrak

Kegelisahan terhadap sistem sentralistik yang melahirkan labirin kekuasaan—dinasti, nepotisme, dan ketimpangan ekonomi daerah—menuntut keberanian intelektual anak bangsa untuk mempertahankan substansi pemikiran kritis. Gagasan Republik Indonesia Serikat dalam tulisan ini dihibahkan sebagai wacana konstitusional yang sah, berbasis payung hukum, serta memiliki demarkasi tegas dengan cinta negara dan nasionalisme sejati. Seluruh argumentasi ditempatkan dalam koridor kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, baik lisan, tertulis, tertutup, maupun ruang terbuka, dengan tetap mengidolai kehidupan demokrasi dalam bingkai Negara Republik Indonesia.

Penulis adalah Advokat, Jurnalis, dan Pakar Ilmu Peran Serta Masyarakat serta Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Memuliakan Sahabat Orang Tua: Wasiat Nabi dan Jalan Menuju Surga

Next Post

MBG Diuangkan: Bersiaplah Purbaya Diserang!

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

MBG Diuangkan: Bersiaplah Purbaya Diserang!

KITA SEMUA MANUSIA BODOH (Renungan Akhir Tahun tentang Negeri yang Salah Jalan)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...