• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

DARI POPULISME MENUJU BRUTALISME KARTEL POLITIK

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
September 2, 2024
in Feature, Law, Politik
0
DARI POPULISME MENUJU BRUTALISME KARTEL POLITIK
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh M Yamin Nasution-Pemerhati Hukum

Muhammad Yamin Nasution

Indonesia telah sampai kepada pintu gerbang kemerdekaan sejak 79 Tahun silam, kalimat “pintu gerbang” bila merujuk pada tulisan-tulisan pejuang kemerdekaan seperti Soekarno “Dibawah Bendera Revolusi,” Soepomo lembar awal “Bab-Bab Hukum Adat,” atau tuisan lainnya, dapat diartikan bahwa Indonesia terjajah oleh asing dari dua hal yaitu : PERTAMA terjajah secara politik, dan KEDUA terjajah ekonomi.

Dengan kemerdekaan secara politik bangsa Indonesia dapat mandiri mengatur dan merdeka secara ekonomi, mengingat dua model penjajahan ini telah menciptakan syndrom “minderwarheid complex”.

 Penyakit tersebut diterangkan oleh Soekarno dan Soepomo adalah penyakit yang dimana orang desa minder dengan orang kota, orang kota sombong terhadap orang desa, orang-orang terdidik sombong dengan gelar-gelarnya, dan bila mereka mendapatkan kekuasaan mereka feodal dan brutal.

Politik seharusnya adalah ilmu tertinggi dalam suatu peradaban, politik menuju kekuasaan memiliki sifat mulia, membangun kepribadian manusia, mencerdasakan, mensejahterakan masyarakat, dan politisi terlebih para politikus harus menjadi role model pendidikan.

Akan tetapi, tidak demikian dengan Indonesia. Paska reformasi, politik ini telah diatur untuk menciptakan manusia menjadi budak partai, menghambat dan mencekal warga negara yang cerdas, jujur dan berniat untuk memajukan bangsanya.

Hal tersebut dapat di buktikan melalui Pasal 6 dan 6A Undang-Undang Dasar NRI 1945. Kedua Pasal tersebut menunjukkan ada dua perintah terhadap Legislatif untuk melahirkan dua produk hukum yang berbeda.

Adapun aturan tersebut menyatakan sebagai berikut :

Pasal 6

  • Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
  • Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut dengan undang-undang. 

Pasal 6A

  1. Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.
  2. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

(5) Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut diatur dalam undang-undang.

Perintah Pasal 6 UUD-NRI 1945 tersebut diatas baik bila ditafsir secara deduktif maupun non deduktif akan mendapatkan hasil bahwa kewajiban legislatif dan Eksekutif membentuk Undang-Undang melalui jalur Independen. Kecuali ditafsir secara anti deduktif.

Politik Indonesia pada dasarnya tidak menginginkan negara ini Indonesia maju dipimpin oleh warga negara yang pintar dan jujur, kecuali tunduk pada ketua partai yang banyak bermasalah.

Tradisi Bahasa Hukum Konstitusi

Dalam bahasa Latin UUD disebut dengan fundamental leges sedangkan dalam istilah Belanda dan Jerman disebut sebagai Gezets artinya suatu konsep hukum yang dibuat berdasarkan politik dan hukum dalam menentukan pembatasan hak fundamental masyratakatnya.

Akan tetapi frasa didalam UUD harus dibuat secara abstrak hal ini memiliki dua tujuan, PERTAMA sifat abstrak tersebut untuk dapat mengikuti kehidupan yang bergerak dan berkembang (atau istilah yang disebutkan E. Ueugine pada tahun 1960 adalah living law) dan kebiasaan bahasa hukum yang abstrak tersebut diikuti Eropa dari konsep hukum Yunani.

Untuk mengimbangi kehidupan masyarakat yang bergerak dan tumbuh termasuk pola kejahatan (pengaturan hukum pidana), maka dibuatlah Konstitusi yang bergerak atau dengan istilah Living Law Constitution (Lihat Keterangan David Strauss dalam Living Law Constitution).

KEDUA, dahulu kebiasaan Eropa yang mengikuti Romawi memiliki bahasa Konstitusi yang spesifik rijit dan tertutup, namun kehidupan bernegara bangkrut bila seorang kepala negara diatur dengan bahasa yang demikian. Dan kepala negara cenderung mengganti hukum yang memiliki bahasa spesifik terlebih bertentangan dengan keinginannya (Baca Johann Gotlieb Fitche “Das System der Rechtslehre).

Maka, Pendapat Prof. Yusril Ihza Mahendra yang mengatakan bahwa Konstitusi dengan bahasa Abstrak semata-mata dbuat oleh orang politik dan bukan hukum adalah keliru dan pandangan hukum yang minim literatur hukum.

Politik Indonesia Pasca Reformasi

 Reformasi Indonesia dicirikan dengan pengaturan hak asasi manusia yang cukup banyak disebutkan didalam UUD-NRI 1945, konsep ini tidak hanya mengatur tentang hak-hak dasar warga negara, akan tetapi hak fundamental diatas konstitusi yang harus dilindungi.

Paska reformasi pergerakan poltik Indonesia hanya mencari calon-calon yang memiliki popilisme semata, dimana kandidat yang memiliki ketenaran akan menjadi rebutan Partai untuk diusung menjadi calon baik legislatif maupun calon-calon eksekutif.

Kerap kali partai yang berbeda pandangan dasar (ideologi) dan bertempur saling hujat dan saling serang saat pemilu presiden, akan tetapi bersatu untuk mencalonkan kepala daerah yang sama.

Hal tersebut tidak hanya menjadikan wajah demokrasi yang aneh, namun memiliki peran serta dalam memecah persatuan masyarakat sehingga menciptakan segregasi yang besar paska terpolrisasi saat pemilu, dan sialnya ketika kandidat yang populis tersebut tidak memiliki kepahaman tentang bernegara, maka akan gagal menjadikan bangsa besatu dan cenderung yang retak “fragile state” bagian dari “failure state”, dimana warga negara saling maki, saling hardik dan saling hina.

Kebiasaan buruk poltik tersebut bertambah menuju jurang kehancuran bernegara, politik tidak hanya secara sembunyi-sembunyi menunjukkan cekalan kepada warga negara yang memiliki kecerdasaan, bersih dalam treck record darin korupsi dan keinginan membawa negara lebih maju.

Secara terbuka menunjukkan brutalismenya, dimana partai bersatu untuk mencekal seseorang yang bukan kader parpol untuk maju menjadi calon kepala daerah.

Disatu sisi hal tersebut terlihat biasa saja dalam menghadang lawan-lawan politik, akan tetapi bila ditelaah lebih mendalam hal tersebut menunjukkan partai-partai diisi orang-orang bermasalah secara hukum dan menunjukkan inkonsistensi elit partai (moral kemunafikan).

Wal hasil, politik Indonesia sangat minim berbicara tentang tujuan bernegara, perlindungan terhadap rakyat, merdeka secara ekonomi, menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat. Bahkan politik Indonesia hanya dikuasai oleh kartel-kartel dan hukum dibuat hanya untuk menciptakan suatu kejahatan yang terorganisir.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Akhirnya RS Medistra Minta Maaf Terkait Aturan Larangan Memakai Jilbab

Next Post

Dianggap Diskriminatif, Fraksi PKS, Minta Skema Tarif KRL Berbasis NIK Dihentikan.

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya
Feature

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026
Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Next Post
Pembangunan DDT lintas  Manggarai-Jatinegara terjadi masalah operasional, Mengganggu Perjalanan KRL Dan KJJ

Dianggap Diskriminatif, Fraksi PKS, Minta Skema Tarif KRL Berbasis NIK Dihentikan.

Penjelasan Dekan FK Undip Terkait Pemberhentian Praktiknya di RS Dr Kariadi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...