• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Shaum ke Shiyām: Mengikrarkan Diam Menjadi Puasa yang Bernilai Ibadah

Ali Syarief by Ali Syarief
February 7, 2026
in Feature, Spiritual
0
Dari Shaum ke Shiyām: Mengikrarkan Diam Menjadi Puasa yang Bernilai Ibadah
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam tradisi spiritual Timur—khususnya Hindu dan praktik asketisme India—dikenal satu bentuk puasa yang unik: shaum dalam arti diam total dan menahan aktivitas duniawi. Seseorang berhenti berbicara, mengurangi gerak, bahkan menarik diri dari lalu lintas sosial. Diam menjadi laku. Sunyi dijadikan jalan.

Tujuannya jelas: menjinakkan ego.
Bagi tradisi ini, kata-kata adalah sumber kekacauan batin; aktivitas adalah pintu hasrat; dan dunia adalah gangguan kesadaran. Maka, sebelum tubuh dipuasakan, kesadaran lebih dulu “dipuasakan” lewat niat diam.

Dalam pengertian bahasa Arab, praktik ini sah disebut shaum—menahan diri. Bahkan Al-Qur’an sendiri mengafirmasi makna ini melalui kisah Maryam:

“Sesungguhnya aku bernazar shaum kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun hari ini.”
(QS. Maryam: 26)

Di sini shaum bukan puasa makan, melainkan puasa lisan. Diam yang diniatkan. Sebuah penarikan diri yang sadar.

Namun Islam tidak berhenti pada shaum sebagai laku individual. Islam melangkah lebih jauh: mengubah shaum menjadi shiyām.


Niat: Titik Balik dari Laku ke Ibadah

Dalam Islam, niat adalah garis pemisah antara latihan spiritual dan ibadah. Menahan diri tanpa niat hanyalah asketisme. Menahan diri dengan niat karena Allah adalah ibadah.

Di sinilah letak perbedaannya.

Tradisi Hindu memulai puasa dengan niat shaum: menenangkan diri, mengosongkan ego, mencapai kejernihan batin. Islam tidak menafikan itu. Bahkan, Islam menerimanya sebagai fondasi batiniah.

Tetapi Islam menuntut satu langkah tambahan yang menentukan:
shaum itu harus diikrarkan menjadi shiyām.

Nabi Muhammad ﷺ menegaskan:

“Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

Artinya, puasa dalam Islam bukan sekadar kondisi tubuh atau sikap diam, melainkan pernyataan sadar kepada Tuhan. Sebuah ikrar batin bahwa penahanan diri ini bukan demi kesunyian, tapi demi ketaatan.

Dengan niat itulah, shaum yang sunyi diangkat derajatnya menjadi shiyām yang bernilai ibadah.


Dari Diam Total ke Kendali Etis

Puasa ala Hindu berhenti pada diam total.
Puasa Islam justru mengajarkan kendali etis di tengah keramaian.

Seorang Muslim yang berpuasa:

  • tetap berbicara, tapi menjaga lisan,
  • tetap bekerja, tapi menahan nafsu,
  • tetap hadir di ruang publik, tapi tidak liar.

Karena itu Nabi berkata:

“Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi menahan perkataan sia-sia dan dusta.”

Ini penting:
Islam tidak memerintahkan diam,
tetapi memerintahkan kebenaran.

Shaum ala diam total memang menenangkan,
namun shiyām ala Nabi mendidik tanggung jawab sosial.


Mengapa Shaum Harus Naik Kelas Menjadi Shiyām

Diam bisa melatih batin,
tetapi diam juga bisa menjadi cara menghindari dunia.

Islam menolak spiritualitas yang:

  • hening tapi abai pada kezaliman,
  • sunyi tapi tak peduli ketidakadilan,
  • khusyuk tapi membiarkan dusta merajalela.

Karena itu, shaum sebagai niat awal—sebagaimana dikenal dalam tradisi Hindu—harus dilampaui. Ia harus diikrarkan, diniatkan, dan diikat oleh wahyu, agar tidak berhenti sebagai latihan ego, melainkan menjadi ibadah yang melahirkan takwa.

Al-Qur’an menegaskan tujuan akhir shiyām:

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
agar kamu bertakwa.

Bukan agar kamu sunyi,
tapi agar kamu adil.
Bukan agar kamu diam,
tapi agar kamu benar saat berbicara.


Penutup

Shaum ala Hindu mengajarkan cara menahan diri.
Shiyām ala Nabi mengajarkan untuk apa menahan diri.

Maka, niat shaum—diam, hening, menepi—boleh menjadi pintu masuk.
Namun ia harus diikrarkan menjadi shiyām,
agar puasa tidak berhenti pada sunyi pribadi,
melainkan menjelma ketakwaan yang hidup di tengah manusia.

Jika tidak, puasa hanya melahirkan ketenangan.
Padahal Islam menghendaki lebih:
kebenaran, keadilan, dan keberanian moral.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Milad ke-79 HMI Digelar Sederhana di Markas PB, Tanpa Panggung Parkir

Next Post

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Next Post
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

Delik Aduan, Bukan Drama Publik: Laporan Hukum atas Pernyataan Viral Ahmad Khoizinudin

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...