• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Dengan Siapa Muslim Berpartner? Pelajaran dari Xuan Xie dan Hikmah Doa yang Kita Baca Lima Kali Sehari

Ali Syarief by Ali Syarief
December 9, 2025
in Cross Cultural, Feature, Spiritual
0
Dengan Siapa Muslim Berpartner? Pelajaran dari Xuan Xie dan Hikmah Doa yang Kita Baca Lima Kali Sehari
Share on FacebookShare on Twitter

 Setiap hari, sedikitnya lima kali, umat Islam mengulang sebuah permohonan sederhana namun sangat mendasar: “wa alihi” — keluarga dan saudara terdekat; “wa shohbihi” — para sahabat; dan baru kemudian “ajma’in” — orang banyak, masyarakat luas. Urut-urutan ini bukan lafaz kosong. Ia adalah filosofi sosial yang seharusnya menuntun cara kita membangun jaringan, memilih sekutu, dan mengelola kemitraan. Namun sayangnya, kearifan ini sering hilang dalam praktik, digantikan oleh individualisme, kecurigaan, dan sikap enggan membangun jejaring jangka panjang.

Sementara itu, di belahan dunia lain, terutama di Tiongkok, kita melihat konsep Xuan Xie—sebuah model kemitraan organik yang berakar pada keluarga besar, kesetiaan sosial, dan kesinambungan bisnis lintas generasi. Xuan Xie menjadi fondasi yang membesarkan banyak dinasti usaha Tionghoa, dari bisnis kecil keluarga (family business) hingga perusahaan raksasa yang kini menguasai pasar global. Di sana, kerja sama bukan sekadar kontrak bisnis, melainkan ikatan sosial dan moral.

Xuan Xie: Ikatan yang Menumbuhkan Peradaban

Xuan Xie adalah jaringan solidaritas berbasis keluarga, klan, dan hubungan sosial yang dirawat dengan kesetiaan. Di dalamnya ada tiga nilai kunci:

  1. Trust (kepercayaan) — dibangun dari kedekatan emosional sejak kecil.
  2. Continuity (keberlanjutan) — bisnis diwariskan, bukan dipecah.
  3. Mutual obligation (kewajiban timbal balik) — saling menguatkan sebagai bentuk kehormatan klan.

Dengan sistem seperti ini, orang Tionghoa tidak pernah benar-benar “sendirian” dalam ekonomi. Seorang anak yang membuka usaha akan dibantu modal oleh pamannya, dibantu pasar oleh sepupunya, dan dijaga reputasinya oleh keluarganya. Tidak heran, family business Tiongkok tumbuh seperti akar pohon bambu: saling menopang, saling menguatkan, dan tidak mudah tumbang.

Doa yang Kita Baca: Panduan Kemitraan yang Terlupakan

Padahal dalam ajaran Islam, prinsip serupa telah dinyatakan secara gamblang. Urut-urutan wa alihi – wa shohbihi – ajma’in mengajarkan struktur berpartner yang sangat jelas:

1. Wa alihi — Mulai dari keluarga

Keluarga adalah lingkaran pertama keberkahan dan kepercayaan. Di sinilah etos, integritas, dan tujuan bersama dibangun. Ketika keluarga kuat, ia menjadi unit sosial yang produktif.

Namun di banyak komunitas Muslim, kerja sama keluarga sering runtuh oleh perebutan warisan, saling curiga, atau pola pikir “setiap orang jalan sendiri”. Kita kehilangan kekuatan paling dasar: solidarity capital.

2. Wa shohbihi — Sahabat sebagai mitra strategis

Sahabat adalah lingkaran kepercayaan kedua. Bukan sekadar teman, tapi orang yang diuji oleh waktu, kesetiaan, dan kecerdasan moral. Dalam sejarah Islam, sahabat adalah mitra Nabi — bukan pengikut pasif. Jaringan sahabat membangun kota, pasar, pemerintahan, dan kebudayaan.

Dalam konteks hari ini, sahabat adalah rekan profesional, partner bisnis, mentor, dan orang-orang yang membentuk jejaring produktif.

3. Ajma’in — Baru kemudian masyarakat luas

Lingkaran ketiga adalah kolaborasi lebih besar: masyarakat, bangsa, bahkan umat manusia. Kerja sama yang lebih luas ini penting, namun tidak boleh dibangun di atas fondasi yang rapuh. Tanpa keutuhan keluarga dan soliditas sahabat, kemitraan publik mudah retak dan berubah menjadi konflik kepentingan.

Mengapa Umat Islam Kurang Solid?

Pertanyaannya: jika ajaran Islam sudah memberi struktur kemitraan yang begitu jelas, mengapa kita kesulitan membangun jaringan sekuat Xuan Xie?

Beberapa jawabannya mungkin pahit, tetapi perlu disampaikan:

  • Kita lebih mudah tersinggung daripada bekerja sama.
  • Kita curiga terhadap keberhasilan orang dekat.
  • Kita lebih sibuk membuktikan siapa yang benar, bukan apa yang bermanfaat.
  • Kita tidak merawat hubungan seperti merawat amal.
  • Kita terjebak hiruk-pikuk politik, bukan pembangunan jangka panjang.

Ini kontras dengan etika Tionghoa yang menempatkan hubungan sebagai aset utama, bukan sebagai ancaman.

Pelajaran untuk Kebangkitan Baru

 

 

 

Untuk menjawab pertanyaan besar “Dengan siapa Muslim harus berpartner?”, jawabannya bukan sekadar siapa, tetapi bagaimana:

1. Bangun kembali solidaritas keluarga

Bukan hanya kumpul saat lebaran, tetapi membangun family trust, family fund, dan family plan seperti keluarga Tionghoa.

2. Perluas jejaring sahabat yang berintegritas

Cari sahabat yang mendorong kebaikan, bukan drama. Ikat hubungan dengan nilai kerja, bukan sekadar nostalgia.

3. Masuk ke kemitraan publik dengan fondasi kuat

Kolaborasi besar hanya mungkin jika lingkaran dalam kita kokoh. Umat yang solid menjadi aktor yang dihormati dalam ekonomi dan politik.

4. Kelola hubungan sebagai ibadah

Jika umat Islam menganggap membangun kepercayaan sebagai ibadah sosial, maka kita akan menghapus budaya saling menjatuhkan dan menggantinya dengan budaya saling menguatkan.


Penutup: Kita Sudah Punya Kuncinya

Kita tidak perlu mengambil seluruh konsep Xuan Xie, tetapi kita bisa belajar dari keberhasilan mereka merawat jaringan sosial. Hakikatnya, Islam sudah mengajarkan hal serupa — hanya saja kita tidak menghidupkannya dalam praktik.

Setiap hari kita membaca doa itu lima kali. Mungkin ini saatnya kita merenung: doa itu bukan hanya seruan spiritual, tapi juga blueprint sosial—panduan tentang dengan siapa kita membangun, mempercayai, dan bergerak.

Dan jawabannya sudah sangat jelas:

Mulailah dengan saudara, lanjutkan dengan sahabat, dan sebarkan kepada semua.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua

Next Post

Jalan Kemenangan Itu Melawan — Bukan Berdoa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Jalan Kemenangan Itu Melawan — Bukan Berdoa

Jalan Kemenangan Itu Melawan — Bukan Berdoa

Dua Kali, Satu Tema: Tosser Bahlil Disambut Prabowo

Dua Kali, Satu Tema: Tosser Bahlil Disambut Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...