“Itu juga kami rasakan di Jakarta, pengalaman Pilkada di Jakarta, tidak ada satu pun dari survei, yang memprediksi kami menjadi pemenang,” kata bakal capres Anies menegaskan.
“Hasil riset sebaiknya juga dibantah oleh hasil riset. Jika hasil riset dibantah oleh somasi hukum, itu akan dikenang oleh sejarah,” kata Denny dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (11/10).
“Awal Oktober 2023, Lembaga survei LSI Denny JA digugat dan disomasi secara hukum karena dukungan atas Anies Baswedan di Sumatera Utara dalam survei itu sangat kecil,” ucapnya.
Menurut dia, hasil survei kerap disambut senyum manis oleh mereka yang menang di survei. Dan disambut senyum kecut bahkan kecaman oleh mereka yang saat itu kalah dalam hasil survei.
“Untuk banyak kasus lain, juga kasus pilkada, kubu yang dikalahkan bahkan menduga ada permainan tingkat tinggi, bahkan mereka mengatakan hasil survei ini diatur untuk nanti membenarkan kecurangan pemilu atau pilkada,” tuturnya.
Peristiwa tersebut, terjadi berulang-ulang di setiap pilpres sejak tahun 2004, termasuk pilkada. Untuk itu, dia menilai para elite politik penting untuk lebih rileks dalam membaca hasil survei jelang Pilpres 2024.
“Para elite politik, terutama mereka yang baru saja terjun dalam politik praktis, harus belajar lebih rileks dalam membaca hasil survei opini publik,” ujarnya.
Dia lantas menjelaskan setidaknya ada tiga tips untuk menilai kredibel tidaknya suatu hasil survei, yakni melihat rekam jejak lembaga survei melalui mesin pencarian daring. Kedua, melihat reputasi dan kiprah lembaga survei terkait berdasarkan pencapaian-pencapaian yang ditorehkannya.
“Tips ketiga, survei juga harus dilihat dalam kerangka waktu. Survei itu hanyalah potret ketika saat survei itu dilakukan. Waktu yang berbeda dapat pula menghasilkan survei yang berbeda,” kata dia.
Sebelumnya, Anies Baswedan menyebut prediksi lembaga survei bisa saja berbeda dan situasi sebenarnya pada Pemilu 2024. Oleh karena itu dirinya tidak merisaukan hasil-hasil survei yang kerap menempatkan dirinya selalu di bawah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
“Saya lebih percaya Gus Jazilul dari pada hasil survei,” katanya di Jakarta, Jumat, pekan lalu.
Hal itu disampaikan Anies menanggapi hasil beberapa lembaga survei, yang memperkirakan pasangan Anies-Muhaimin tidak lolos putaran pertama pada Pemilu 2024. Sementara elit Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini jika pasangan itu akan menjadi pemenang Pemilu.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan survei-survei itu akan terus ada. Setiap survei selalu memotret kondisi saat survei dilaksanakan, misalnya, dua atau tiga bulan lalu. Bahkan, dalam survei itu, banyak orang belum menentukan sikap atau pilihan.
“Tapi tidak pernah ditanyakan, kok masih banyak yang belum menentukan sikap,” ujarnya.
Menurut Anies, mereka yang belum menentukan sikap, sangat mungkin memilih tidak sesuai dengan prediksi penyelenggara survei. Anies mengatakan saat ini mereka lebih fokus untuk mengirimkan pesan tentang perubahan, bukan menanggapi hasil lembaga survei.
“Itu juga kami rasakan di Jakarta, pengalaman Pilkada di Jakarta, tidak ada satu pun dari survei, yang memprediksi kami menjadi pemenang,” katanya menegaskan.






















