“Maaf, saya hari ini kurang sehat jadi istirahat dokter, sehingga tidak ke kantor. Kemarin belum (pembahasan),” kata anggota Dewas KPK Albertina Ho Jumat, 6 Oktober 2023.
Jakarta – Fusilatnews – Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Kmisi Pemberanasan Korupsi (KPK) Albertina Ho mengatakan
belum ada laporan yang masuk soal dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
“Maaf, saya hari ini kurang sehat jadi istirahat dokter, sehingga tidak ke kantor. Kemarin belum (pembahasan),” kata anggota Dewas KPK Albertina Ho Jumat, 6 Oktober 2023.
Anggota Dewas KPK lainnya Syamsuddin Haris saat dikonfirmasi sebelumnya mengatakan belum ada laporan ke Dewas KPK. Ia pun tak menjawab langkah ke depan Dewas KPK menyikapi dugaan pemerasaan oleh pimpinan KPK ini.
“Saya baru baca dari media. Belum ada laporan ke Dewas terkait dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK,” ujarnya.
“Dewas tidak perlu dibahas lagi, sudah terlalu sering menutupi atau membela pimpinan KPK,” ujarnya.
Mantan penyidik Senior KPK Novel Baswedan menyampaikan agar kasus ini langsung ditangani secara hukum, alih-alih melalui jalur kode etik di Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Hal itu dikatakan Novel, sebab selama ini Dewas KPK justru tak bertaji saat menangani kasus dugaan etik para pimpinan lembaga anti rasuah.
Mantan Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, merasa terkejut dan mendesak pengusutan setuntas mungkinas.
Menurut Novel sudah sering mendengar informasi soal perbuatan miring para pimpinan KPK saat ini. sedangkan untuk kasus terbaru ini jika benar, benar-benar kelewat batas.
“Kalau hal ini benar tentu saya sangat terkejut, walaupun saya sering mendapat informasi tentang Pimpinan KPK yang berbuat korupsi, tapi kali ini benar-benar parah,” kata Novel Kamis, 5 Oktober 2023.
Novel mendesak agar kasus ini langsung ditangani secara hukum,tidak perlu melalui jalur kode etik di Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Karena, selama ini, Novel menilai Dewas KPK justru tak bertaji saat menangani kasus dugaan etik para pimpinan lembaga anti rasuah“Dewas tidak perlu dibahas lagi, sudah terlalu sering menutupi atau membela Pimpinan KPK,” ujarnya.
Firli menuturkan hanya mengenal Syahrul Yasin Limpo di lingkungan Kementan dan bertemu saat rapat terbatas maupun sidang paripurna di DPR. “Saya pastikan kami tak pernah berhubungan dengan para pihak, apalagi meminta sesuatu atau pemerasan. Tak pernah dilakukan,” ujar dia.



















