• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Di Balik Sumpah “Demi Allah”: Kekuasaan, Naluri Keluarga, dan Putusan 90

Ali Syarief by Ali Syarief
December 18, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
MK Putuskan Anwar Usman Harus Mundur dari Kursi Ketua, Berikut Alasanya

Ketua MK Anwar Usman

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sumpah “Demi Allah” yang diucapkan Anwar Usman saat ditanya ihwal dugaan intervensi Presiden Joko Widodo dalam Putusan Nomor 90 Mahkamah Konstitusi, pada dasarnya bukan persoalan kejujuran personal semata. Dalam politik dan kekuasaan, masalah utamanya justru terletak pada wilayah abu-abu: ruang di mana kepentingan, relasi keluarga, dan kekuasaan bertemu tanpa perlu perintah eksplisit.

Intervensi tidak selalu hadir dalam bentuk instruksi langsung, telepon gelap, atau tekanan kasar. Dalam rezim kekuasaan modern, intervensi sering kali bekerja sebagai “sinyal”. Isyarat halus yang dibaca dengan sangat baik oleh mereka yang berada di lingkar dalam. Terlebih ketika relasi darah terlibat, logika hukum berhadapan langsung dengan naluri keluarga.

Sulit mengabaikan fakta bahwa Putusan 90 membuka jalan bagi keponakan Anwar Usman—Gibran Rakabuming Raka—untuk melaju ke kontestasi politik nasional. Ia bukan sekadar keponakan, melainkan anak presiden yang tengah berkuasa. Dalam konfigurasi kekuasaan seperti ini, sumpah keagamaan tidak otomatis meniadakan konflik kepentingan. Justru di situlah masalahnya: sumpah menjadi tameng moral, sementara etika publik terabaikan.

Seorang hakim konstitusi dituntut bukan hanya adil, tetapi tampak adil. Prinsip justice must not only be done, but must also be seen to be done adalah jantung legitimasi lembaga peradilan. Ketika seorang ketua Mahkamah Konstitusi memutus perkara yang secara langsung menguntungkan keluarga dekatnya, keadilan kehilangan wajahnya di hadapan publik—tak peduli seberapa suci sumpah yang diucapkan.

Di titik ini, persoalan bukan lagi soal apakah Presiden Jokowi “mengintervensi” atau tidak. Kekuasaan presiden itu sendiri sudah menjadi intervensi struktural. Posisi, pengaruh, dan atmosfer kekuasaan cukup untuk membentuk keputusan, tanpa perlu satu kata pun diucapkan. Kekuasaan bekerja paling efektif justru ketika ia tidak terlihat memerintah.

Putusan 90 menjadi simbol bagaimana hukum dapat dilenturkan demi kepentingan politik dinasti. Mahkamah Konstitusi, yang seharusnya menjadi benteng terakhir konstitusi, berubah menjadi arena kompromi antara hukum dan hasrat kekuasaan. Dalam situasi seperti ini, sumpah keagamaan terdengar ironis—bukan karena ia palsu, melainkan karena ia digunakan untuk menutup diskusi etis yang jauh lebih penting.

Publik Indonesia sesungguhnya tidak sedang mencari siapa yang berbohong. Yang dicari adalah keadilan prosedural dan integritas institusional. Ketika hukum dipersepsikan tunduk pada kekuasaan keluarga, kepercayaan publik runtuh. Dan ketika kepercayaan runtuh, demokrasi tak lagi berdiri di atas konstitusi, melainkan di atas relasi darah.

Putusan 90 akan dikenang bukan sekadar sebagai putusan hukum, tetapi sebagai penanda zaman: saat etika ditundukkan oleh kekuasaan, dan sumpah “Demi Allah” tak lagi cukup untuk menyelamatkan legitimasi negara hukum.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paradoks Nilai: Islam Tanpa Muslim, Muslim Tanpa Nilai

Next Post

Sehat, Ikhtiar, dan Bahagia: Jalan Sunyi Manusia yang Berserah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Sehat, Ikhtiar, dan Bahagia: Jalan Sunyi Manusia yang Berserah

Sehat, Ikhtiar, dan Bahagia: Jalan Sunyi Manusia yang Berserah

Ancaman terhadap Ukhuwah Islamiyah dalam Konteks Lokal Madura

Ancaman terhadap Ukhuwah Islamiyah dalam Konteks Lokal Madura

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist