• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Di Bank Terbesar di Indonesia, Simpanan Nasabah Bisa Hilang Dengan Sekali Klik

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
April 6, 2024
in Feature
0
Di Bank Terbesar di Indonesia, Simpanan Nasabah Bisa Hilang Dengan Sekali Klik
Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat Indonesia yang tabungannya dirampok melalui penipuan dunia maya jika melaporkan hanya mendapat sedikit bantuan dari bank atau pihak berwenang..

Denpasar – Aljazeera.com. – Fusilatnews – Dilansir dari Aljazeera.com akhir tahun lalu, perempuan Bali Nih Lu Putu Rustini mendapat kejutan besar ketika dia mencoba menarik uang tunai dari ATM untuk menyelesaikan proyek renovasi di rumah leluhurnya.Bekerja sebagai petugas kebersihan di siang hari dan menjadi pengasuh anak di malam hari, Rustini telah menabung sebesar 37 juta rupiah ($2,340) di rekening di Bank Rakyat Indonesia, bank terbesar di Indonesia. ATM menunjukkan saldo hampir nol.

Ketika dia mengunjungi cabang BRI setempat, seorang teller memberitahu dia bahwa uangnya hilang.

“Mereka mengatakan seorang peretas telah mencuri uang saya dan mereka tidak dapat mengembalikannya kepada saya,” kata Rustini kepada Al Jazeera.

“Ini tidak adil karena saya butuh waktu lama untuk mendapatkan uang itu, namun para peretas mengambilnya dalam hitungan detik. Saya terkejut.”

I Made Rai Dwi Ada Diatmika, produsen barang-barang kulit di Bali, mengalami pengalaman serupa pada Agustus lalu ketika mencoba melakukan penarikan pertamanya setelah bertahun-tahun.

Seorang hacker telah menghabiskan tabungannya sebesar 72 juta rupiah ($4,650) pada bulan Mei sebelumnya.

Rustini dan Diatmika termasuk di antara banyak nasabah BRI yang tabungannya dicuri peretas melalui aplikasi seluler bank tersebut.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah pengguna internet terbesar keempat dan sektor e-commerce terbesar kelima di dunia, Indonesia merupakan target yang menarik bagi para penjahat dunia maya.

Data yang diterbitkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara menunjukkan terdapat 361 juta anomali lalu lintas online antara 1 Januari dan 26 Oktober di negara ini tahun lalu.

Serangan terhadap akun email di Indonesia meningkat sebesar 85 persen pada kuartal ketiga tahun 2023, bahkan ketika pelanggaran di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Rusia menurun, menurut data yang dikumpulkan oleh perusahaan keamanan siber yang berbasis di Belanda, Surfshark.

Rustini dan Diatmika termasuk di antara banyak nasabah BRI yang tabungannya dicuri peretas melalui aplikasi seluler bank tersebut.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah pengguna internet terbesar keempat dan sektor e-commerce terbesar kelima di dunia, Indonesia merupakan target yang menarik bagi para penjahat dunia maya.

Data yang diterbitkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara menunjukkan terdapat 361 juta anomali lalu lintas online antara 1 Januari dan 26 Oktober tahun lalu.

Serangan terhadap akun email di Indonesia meningkat sebesar 85 persen pada kuartal ketiga tahun 2023, bahkan ketika pelanggaran di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Rusia menurun, menurut data yang dikumpulkan oleh perusahaan keamanan siber yang berbasis di Belanda, Surfshark.

Sementara itu, Indonesia menempati peringkat ketiga dari negara terakhir di antara negara-negara G20 dalam hal pencegahan dan penanganan ancaman siber, menurut Indeks Keamanan Siber Nasional Estonia.

“Ada banyak informasi di luar sana yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu sumber dan target kejahatan siber terbesar di dunia,” Gatra Priyandita, analis Pusat Kebijakan Siber Australian Strategic Policy Institute di Sydney, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Masyarakat Indonesia lebih rentan karena buruknya kebersihan digital mereka. Mereka menjadi lebih sadar akan masalah ini, namun ketika ada 200 juta orang yang tiba-tiba beralih ke dunia online, mereka akan selalu menjadi lebih rentan.”

Situs web pemerintah menjadi target nomor satu peretas siber di Indonesia, diikuti oleh sektor energi dan keuangan, menurut survei Mandiant M-Trends 2023.

“Bank menjadi sasaran karena bank adalah tempat dimana uang berada,” kata Kepala Informasi BRI, Muharto, yang seperti kebanyakan orang Indonesia hanya memiliki satu nama, dalam sebuah forum di Jakarta pada bulan Juni.

Para pelaku kejahatan siber kini berkolaborasi satu sama lain dan beroperasi sebagai sebuah kelompok dengan kemampuan gabungan,” katanya, seraya menambahkan: “Bank tidak dapat melawan kejahatan siber sendirian dan harus bersinergi [upaya mereka] dengan pemerintah dan regulator.”

BRI tidak membagikan data secara publik tentang berapa banyak akun nasabahnya yang telah diretas dan tidak menanggapi permintaan komentar dari Al Jazeera.

Namun, bank tersebut mengklaim bahwa mereka telah “mengambil langkah-langkah untuk memerangi kejahatan dunia maya” sebagai “pilar” misinya, mengutip kerja sama mereka dengan polisi dan investasi dalam perangkat lunak keamanan siber mutakhir yang dijual oleh perusahaan seperti Elastic Security di AS.

“Fitur dan kemampuannya selain data kami menjadikannya sangat sesuai dengan kebutuhan operasional kami,” Tri Danarto, kepala departemen operasi keamanan BRI, seperti dikutip dalam rilis berita tahun lalu.

Pada bulan Februari tahun lalu, BRI secara permanen menutup versi situs web layanan e-bankingnya dan mengalihkan semua transaksi online ke aplikasi mobile banking BRImo yang baru, dengan alasan bahwa layanan tersebut “lebih aman” dan “lebih mudah diakses oleh nasabah”.

BRI juga menegaskan pihaknya berupaya mengedukasi nasabah tentang bahaya memasang aplikasi misterius dan membuka tautan serta email mencurigakan.

Pada bulan Juli, seorang nasabah BRI di kota Malang, Jawa Timur, melaporkan bahwa ia telah dicuri sebesar Rp1,4 miliar ($90.330) dari rekeningnya, yang diketahui oleh bank bahwa ia telah mengaktifkannya dengan mengklik undangan pernikahan palsu yang dikirim melalui WhatsApp.

Peristiwa ini terjadi karena korban membocorkan data transaksi perbankan yang bersifat pribadi dan rahasia kepada pihak yang tidak bertanggung jawab, kata Kepala BRI Cabang Malang Sutoyo Akhmad Fajar dalam keterangannya, seraya menambahkan bahwa meski pihak bank bersimpati kepada korban, pihaknya hanya bisa membayar ganti rugi. ketika bersalah.

Ardi Sutedja Kartawidjaya, ketua Forum Keamanan Siber Indonesia di Jakarta, mengatakan bahwa “90 persen serangan siber terhadap rekening bank, kesalahannya terletak pada nasabah karena kelalaiannya dan skema penipuan yang semakin canggih”.

Namun jika terbukti bahwa korban tidak melakukan pelanggaran, dana yang hilang tersebut dapat diganti berdasarkan skema penjaminan simpanan pemerintah Indonesia.

“Pertama, korban harus membuat laporan polisi, yang wajib melakukan penyelidikan sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi tahun 2022. Namun perlu diingat bahwa proses ini memakan waktu yang cukup lama karena memerlukan keterampilan investigasi digital forensik yang kompleks,” kata Kartawidjaya kepada Al Jazeera .

Priyandita dari ASPI mengatakan bahwa kapasitas pihak berwenang Indonesia untuk menyelidiki kejahatan semacam itu terbatas karena terbatasnya jumlah spesialis forensik digital.

“Badan Siber dan Sandi Negara mengalami pemotongan anggaran dari 2 triliun [rupiah] pada tahun 2019 menjadi 100 miliar [rupiah] selama pandemi – saat dimana dana yang diperlukan bisa dibilang lebih besar. Anggarannya sekarang 600 miliar [rupiah], tapi masih belum cukup,” ujarnya.

Di Bali, korban kejahatan dunia maya Diatmika telah mengalami sendiri masalah kekurangan sumber daya.

“Saya memberikan semua detailnya kepada polisi, termasuk nama dan nomor rekening orang di Jawa yang mencuri uang saya. Namun mereka mengatakan bahwa mereka tidak memiliki anggaran untuk melakukan perjalanan ke Jawa dan melakukan penyelidikan, dan jika saya menginginkan pengembalian dana, saya harus melawan bank. Tapi untuk melakukan itu saya membutuhkan pengacara. Saya tidak punya uang lagi, jadi terpaksa menyerah,” ujarnya.

Seperti Diatmika, Rustini, yang menegaskan bahwa dia tidak mengunduh aplikasi mencurigakan atau mengklik tautan yang mencurigakan, pada awalnya tidak berniat melawan BRI, mengingat biaya untuk menyewa pengacara tidak terjangkau.

Namun setelah firma hukum Bali Malekat Hukum menawarkan untuk mewakilinya secara pro-bono, dia mengajukan pengaduan ke polisi.

Selain mengajukan gugatan terhadap BRI, Malekat Hukum juga telah mengajukan gugatan ke Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Indonesia dengan harapan dapat diselesaikan melalui mediasi.

BRI sejauh ini gagal menanggapi permintaan mediasi

Ni Luh Arie Ratna Sukasari, partner Malekat Hukum, mengatakan kerugian Rustini adalah puncak gunung es di BRI.

“Bank BRI terkenal dengan serangan siber. Saya telah mendengar banyak kasus di mana pelanggan mereka kehilangan segalanya, dan kita perlu melakukan sesuatu untuk mengatasinya,” katanya kepada Al Jazeera.

“Mereka seharusnya melayani pelanggannya dan melindungi uang pelanggannya. Argumen mereka bahwa mereka tidak bertanggung jawab tidaklah benar. Merekalah yang membutuhkan keamanan yang lebih baik, bukan pelanggannya. Dan jika mereka tidak dapat menawarkan perbankan online yang aman, mereka seharusnya tidak menawarkannya – titik.”

Diatmika mengaku mengenal nasabah BRI lain yang juga mengalami penipuan serupa.

“Ada seorang laki-laki yang tinggal hanya tiga menit dari rumah saya. Dia menderita stroke dan meninggal setelah 1 miliar rupiah [$64,500] dicuri dari rekeningnya. Keluarganya harus menjual rumahnya,” katanya.

Pakar keamanan siber Kartawidjaya mengatakan fenomena tersebut tidak hanya terjadi di BRI.

“Hampir semua penyedia jasa keuangan di Indonesia terus menerus mengalami serangan siber. Namun sebagian besar tidak melaporkan kejadian seperti itu karena alasan manajemen reputasi,” katanya.

Priyandita mengaku khawatir keamanan siber di negaranya akan memburuk sebelum membaik.

“Indonesia mengandalkan teknologi digital sebagai pendorong utama pertumbuhan, namun keamanan siber bukanlah prioritas yang seharusnya,” katanya.

“Upaya sedang dilakukan untuk menanggapi masalah ini, namun sekali lagi hal ini dibatasi oleh sumber daya.”

 

Sunber : Aljazeera

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Antisipasi Pertemuan Besar: Prabowo dan Megawati dalam Sorotan”

Next Post

Dusta Sri Mulyani di MK: Mitos atau Fakta?

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Dusta Sri Mulyani di MK: Mitos atau Fakta?

Dusta Sri Mulyani di MK: Mitos atau Fakta?

Tinjauan Terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi Melalui Sorotan Sidang Sengketa Pilpres 2024

Tinjauan Terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi Melalui Sorotan Sidang Sengketa Pilpres 2024

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist