• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Di Mana Posisi PKS Saat “Jokowi Diserang” oleh PDIP di Senayan?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
December 17, 2024
in Feature, Politik
0
Presiden PKS : Lawan Politik Uang, PKS Is Not For Sale to Oligarchs
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

(Abstrak: Karma Jokowi dan Gibran pasca  pemecatan semakin)

Secara teori dalam konsep politik, pintu gerbang untuk mengejar Jokowi oleh eks rekan-rekan PDIP yang kecewa kini terbuka lebar. Hal ini ditandai dengan surat pemecatan Jokowi bertanggal 16 Desember 2024 bernomor 1649-2024.

Jika ada anggota legislatif PDIP yang menunjukkan keraguan, mereka akan menjadi target pengawasan ketat oleh fraksi PDIP. Tak tanggung-tanggung, sanksi berupa Pergantian Antar Waktu (PAW) dan surat pemecatan sudah menanti mereka.

Pengejaran ini dilakukan karena Jokowi kini bukan lagi seorang pejabat publik. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah menggali biografi Jokowi, yang diduga memuat data palsu. PDIP merasa menjadi korban, selain seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, persoalan pertanggungjawaban proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang tidak jelas meski telah menghabiskan belasan triliun rupiah dari anggaran negara juga menjadi sorotan. Tak ketinggalan, polemik terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2, di mana nama Jokowi disebut oleh Aguan dalam wawancara dengan Majalah Tempo, turut menjadi pemicu.

Target berikutnya adalah putra mahkota Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Biografi Gibran, termasuk ijazahnya, dinilai bermasalah dan melanggar persyaratan pendidikan untuk menjadi wakil presiden. Hal ini semakin memperkeruh situasi, apalagi isu “fufu fafa” turut menyeruak ke permukaan.

Artinya, karma politik Jokowi dan Gibran semakin dekat. PDIP diperkirakan akan memanfaatkan hak kontrol parlemen berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Langkah ini dapat berujung pada penggunaan TAP MPR RI Nomor 6 Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa untuk menyingkirkan Jokowi dan Gibran dari arena politik.

Melalui Tap MPR RI dan keterbukaan informasi publik, PDIP berpeluang menggusur habis Jokowi dan Gibran, menutup karier politik mereka. Pintu Senayan kemungkinan besar akan “dijebol” oleh publik yang telah lama geram terhadap keduanya.

Namun, di tengah situasi ini, di mana posisi PKS? Apakah PKS akan mendukung Jokowi?

Jika PKS berada di sisi Jokowi, partai ini berisiko kehilangan dukungan dari konstituennya. Hal ini tidak logis, mengingat PKS kini berada dalam Kabinet Merah Putih di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Mengalihkan dukungan kepada Jokowi, yang selama ini dianggap musuh bebuyutan oleh konstituen PKS, akan menjadi langkah yang bertentangan dengan prinsip dan harapan pendukungnya.

Pertanyaan yang muncul adalah: jika PKS berada di kubu Jokowi dan partai kroninya (PAN, Golkar, dan PKB), apa yang sebenarnya terjadi dengan pimpinan PKS? Apakah mereka telah “tersandera”? Apakah mereka seperti “kerbau dicocok hidungnya” atau sosok yang telah kehilangan kendali karena permainan politik Jokowi?

Hanya waktu yang dapat menjawab. Yang jelas, PDIP kini telah mengambil langkah tegas dengan memecat Jokowi. Banteng yang telah marah ini siap menubruk dan menanduk siapa saja yang mencoba melindungi Jokowi. Sosok yang oleh PDIP dianggap sebagai “pengkhianat nomor satu” ini tidak hanya berkhianat kepada partainya sendiri, tetapi juga mencoba mengkriminalisasi tokoh-tokoh tertinggi eks partainya.

Lalu, apakah aparatur negara akan tetap mendukung Jokowi? Ketum dan Sekjen PDIP bukanlah figur sembarangan. Keberanian untuk tetap membela Jokowi, yang kini dijuluki “Fufu Fafa”, akan menjadi taruhan besar bagi pemerintah dan para pendukungnya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PDIP Terlambat Memecat Jokowi: Dimensi Etika dan Dampaknya

Next Post

Aguan dan Jokowi Digugat dalam Kasus PIK 2, Diduga Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Aguan dan Jokowi Digugat dalam Kasus PIK 2, Diduga Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Aguan dan Jokowi Digugat dalam Kasus PIK 2, Diduga Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Presiden Jokowi Sangat Menghargai Jika Mahfud MD Mundur

Mengadili Pemimpin Pasca Kekuasaan: Pelajaran dari Soeharto dan Potensi Kasus Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...