• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola “Emas” Sendiri

fusilat by fusilat
September 22, 2022
in Feature
0
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola “Emas” Sendiri

Kementerian PUPR berkomitmen menyelesaikan Jalan Trans Papua(Dok. Kementerian PUPR)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Sudaryono, B.Eng.,MM.,MBA | Ketua Umum APPSI

PROVINSI Papua telah lima dekade menjadi bagian integral NKRI, tapi kita tidak menyaksikan pembangunan yang signifikan terjadi di papua. Tingkat kemiskinan masih 26 persen, paling tinggi di Indonesia. Nilai Gini Rasio, tolok ukur ketimpangan pendapatan mencapai 0,41, menandakan “kue” pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh kelompok kaya dibandingkan kelompok pendapatan rendah. Skor IPM 60,4 persen meskipun dikategorikan sedang, namun rentan masuk kategori rendah. Pada dimensi wilayah, ketimpangan pembangunan antara wilayah pesisir dan wilayah pegunungan di Papua masih mewarnai. Ini seperti janus faced, di daerah pesisir cenderung tersedia infrastruktur yang lebih lengkap seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, pelabuhan, jembatan dan jalan yang baik. Sementara, kondisi sebaliknya, terlihat di wilayah Pegunungan.

Tidak mengejutkan jika skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara wilayah pesisir dan pegunungan antara “bumi dan langit”. Misalnya, skor indeks IPM Kota Jayapura sebesar 80,11. Sementara di Kabupaten Nduga angka indeks IPM sebesar 32,84. Kabupaten Nduga bukanlah satu-satunya kabupaten dengan kategori IPM rendah. Masih ada 17 kabupaten di Papua atau meliputi lebih dari 50 persen wilayah papua dikategorikan IPM rendah. IPM rendah menunjukan sebagian besar penduduk yang berdomisili di daerah itu berpenghasilan kurang layak, memiliki tingkat partisipasi sekolah rendah, serta layanan kesehatan buruk.

Apa yang dipotret oleh angka statistik, dibandingkan realitasnya, jauh lebih parah. Warga Papua yang tinggal di pegunungan harus menanggung quadruple burden: bukan hanya memiliki daya beli rendah, akses sekolah dan layanan kesehatan buruk, namun juga harga komoditas pangan dan non pangan yang melonjak tinggi. Harga telur di daerah pegunungan Papua mencapai Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per rak. Satu rak berisi 30 butir. Di Yalimo, telur bahkan dijual eceran Rp 5.000 per butir. Sementara di wilayah pesisir Papua, harga telur mencapai Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per rak. Kondisi ini mempeparah kondisi sosial ekonomi masyarakat Papua.

Salah satu penyebab utama pemasalahan pembangunan ekonomi di Provinsi Papua terletak pada lemahnya konektivitas antarwilayah di Papua. Akses jalan darat yang menghubungkan dari dan ke wilayah pegunungan sangat terbatas jumlahnya. Merujuk data statistik infrastruktur Papua tahun 2020, panjang jalan di Provinsi Papua hanya 21.122,7 Km. Rinciannya, jalan nasional 2.636,8 km (12,48 persen), jalan provinsi 2.536,3 km (12,01 persen), dan jalan kabupaten/kota 15.949,7 km (75,51 persen). Sebanyak 72,8 persen jalan belum diaspal dan sisa sebesar 27,2 persen telah diaspal. Itupun 50 persen jalan yang diaspal di Papua dalam kondisi rusak berat. Kualitas ketersediaan jalan yang buruk membuat distribusi barang dan mobilisasi orang dari dan ke wilayah pegunungan terhambat.

Biaya logistik menjadi mahal dan harga-harga barang melonjak tinggi. Untuk mempercepat akses pengiriman logistik dan mobilisasi orang ke wilayah pegunungan sangat mengandalkan pesawat terbang perintis. Meski ada subsidi pemerintah daerah Papua dan pemerintah pusat, belum mampu menekan biaya logistik dan tingkat harga-harga di pegunungan. Di jangka pendek, kita masih memahami distribusi barang dan mobilisasi orang ke wilayah pegunungan masih mengandalkan pesawat perintis. Meski kita menyadari konsekuesi logis dari ketergantungan pada angkutan transportasi pesawat akan menimbulkan tingginya biaya transaksi ekonomi. Ini terjadi karena daya pesawat angkut terbatas dan berbiaya mahal.

Tingginya biaya transaksi di wilayah pegunungan menjadi hambatan daerah untuk berkembang. Tentunya kita tidak ingin perekonomian wilayah Papua di pegunungan hanya bersandar pada sektor pertanian. Kita berharap ada transformasi struktural dari sektor pertanian dan pertambangan ke sektor industri. Tidak ada daerah yang dapat berkembang dan maju secara berkelanjutan dengan hanya bersandar pada sektor ekstraktif. Seringkali kita mendengar kalimat satir, ”orang Papua tetap hidup dari pinang dan sagu meski tidur di atas emas”. Kalimat satir ini dimaknai sebagai kondisi orang asli Papua tertinggal meski alamnya kaya raya. Untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan di wilayah pegunungan Papua, maka tidak ada pilihan lain adalah mempercepat pembangunan jalan di wilayah papua. Kita berharap Pemerintah segera menyelesaikan Jalur Trans-Papua yang direncanakan membentang sepanjang 3.462 kilometer dari utara hingga selatan Tanah Papua.

Dengan tersedianya pembangunan jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, maka akan menurunkan harga kebutuhan bahan pokok di masyarakat pegunungan Papua 60 persen – 70 persen. Tidak hanya itu, komoditi hasil pertanian dari wilayah pegunungan juga dapat diperdagangkan tidak hanya di dalam wilayah Papua, namun hingga luar Papua maupun luar negeri. Petani Papua dapat memasarkan hasil pertanian dengan harga yang layak. Jika petani Papua telah sejahtera, maka seharusnya mereka akan mampu menyekolahkan anak-anak dengan layak. Kita bermimpi di masa depan semakin banyak anak Papua mencapai pendidikan tinggi, tercukupi secara ekonomi, dan terjamin fasilitas kesehatannya. Bukan hal mustahil, 20 tahun sampai 30 tahun ke depan putra-putri Papua tidak lagi sekadar mengandalkan sagu dan pinang, namun telah pandai mengelola “emas”-nya sendiri. Untuk itu, pembangunan jalan trans Papua sebagai bagian proyek strategis nasional yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebuah kebijakan tepat dan harus didukung. Jalan trans Papua akan mengatasi backlog kebutuhan jalan antara wilayah pesisir dan wilayah pegunungan. Dampak dari pembangunan jalan trans Papua, ekonomi akan tumbuh, papua semakin maju dan berkembang. Apabila Provinsi Papua maju dan masyarakat Papua telah merasakan manisnya kesejahteraan, maka tidak mustahil mayoritas masyarakat Papua akan memilih otonomi dibandingkan kemerdekaan. Sebagai rujukan, di Italia ada lima daerah otonomi khusus di daerah utara dan Lombardy. Daerah ini secara bahasa, budaya, dan etnik berbeda, namun lebih memilih otonomi dibandingkan merdeka. Pasalnya, lima daerah tersebut berkembang maju dan penduduknya menikmati standar hidup tinggi. Untuk itu, kunci utama pembangunan ekonomi dan kesejahteraan di Papua adalah ketersediaan infrastruktur jalan. Makanya, pembangunan infrastrukur jalan mesti diperbesar jangkauannya dan menyeluruh wilayah papua. Demi terwujudnya keadilan ekonomi di pulau kaya wilayah timur indonesia.

Sudaryono, B.Eng.,MM.,MBA Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia – APPSI

Dikutip Kompas.com, selasa 21 September 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Nasib Keluarga Soeharto di Golkar Membayangi Keluarga Bung Karno di PDIP

Next Post

Presiden Raeisi Serukan Penuntutan Trump Atas Pembunuhan Jendral Solaemani

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Presiden Raeisi Serukan Penuntutan Trump Atas Pembunuhan Jendral Solaemani

Presiden Raeisi Serukan Penuntutan Trump Atas Pembunuhan Jendral Solaemani

Krisis Makin Mencekik, Banyak Wanita Inggris Terpaksa Jadi PSK Demi Makan, Duh!

Krisis Makin Mencekik, Banyak Wanita Inggris Terpaksa Jadi PSK Demi Makan, Duh!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist