• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Nasib Keluarga Soeharto di Golkar Membayangi Keluarga Bung Karno di PDIP

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
September 22, 2022
in Feature
0
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta. 

JAKARTA – Siti Hediati Hariyadi adalah anggota keluarga mendiang mantan Presiden Soeharto terakhir yang meninggalkan Partai Golkar, 11 Juni 2018. Perempuan cantik yang akrab disapa Titiek Soeharto, sebelumnya Titiek Prabowo saat masih menjadi istri Prabowo Subianto, ini pun harus menanggalkan keanggotaannya di DPR RI, dan selanjutnya bergabung dengan Partai Berkarya. 

Di partai besutan sang adik, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, ini Titiek langsung didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina. Namun apa daya, Partai Berkarya akhirnya diambil alih Muchdi Purwopranjono.

Yang tak kalah menyakitkan adalah respons Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Abdurizal Bakrie terhadap hengkangnya Titiek dari partai berlambang pohon beringin ini. Kata Ical, keluarnya Titiek biasa-biasa saja, karena Golkar sudah terbiasa ditinggalkan kader-kader terbaiknya seperti Surya Paloh, Wiranto, dan Prabowo. 

Ketiganya kemudian mendirikan partai baru sekeluarnya dari Golkar. Surya Paloh mendirikan Partai Nasdem, Wiranto mendirikan Partai Hanura, dan Prabowo mendirikan Partai Gerindra. Toh Golkar tetap berkibar. 

Sebelum Titiek, Tommy Soeharto sudah lebih dulu hengkang dari Golkar. Bahkan jauh sebelumnya, putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Hastuti Indra Rukmana alias Tutut Soeharto, telah lebih dulu hengkang dari Golkar dan kemudian mendirikan Partai Karya Peduli Bangsa (PPKB).

Sayangnya, baik Partai Berkarya maupun PKPB tak pernah lolos ke Senayan, karena gagal menembus “parliamentary threshold” atau ambang batas parlemen. Kini, Partai Berkarya kembali mencoba peruntungan dengan mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024. PKPB tampaknya terkubur sejarah.

Dus, nasib keluarga Soeharto di Partai Golkar pun dapat dikatakan tragis. Keluarga Cendana tersingkir dan tersungkur dari Golkar. Padahal, Partai Golkar adalah reinkarnasi dari Golkar yang didirikan Soeharto tahun 1964, dan selama rezim Orde Baru berkuasa, “the smiling general” (jenderal murah senyum) itulah yang terutama menghidupi Golkar.

Kini, rupamya nasib keluarga Cendana di Golkar membayang-bayangi keluarga mendiang Presden I RI Soekarno. Keluarga Bung Karno tak ingin nasib keluarga Soeharto di Golkar terjadi pada keluarga Bung Karno di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Adalah Trimedya Panjaitan, politikus senior PDIP yang menyuarakan kekhawatiran itu. Entah itu suara pribadi dia sendiri atau memang mengamplifikasi suara hati keluarga Bung Karno, yang jelas kekhawatiran itulah yang mendorong Trimedya dan kolega-koleganya di Fraksi PDIP DPR RI membentuk Dewan Kolonel. Mereka adalah loyalis Puan Maharani, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI, cucu Bung Karno, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Adapun tujuan pembentukan Dewan Kolonel adalah mendukung dan memperjuangkan Puan Maharani sebagai calon presiden dari PDIP agar terpilih menjadi presiden pada Pemilihan Presiden 2024.

Lalu, apa hubungannya nasib keluarga Bung Karno di PDIP dengan terpilihnya Puan sebagai presiden nanti? Mungkin Trimedya berpikir, dengan menjadi presiden maka Puan akan dengan mudah menjadi Ketua Umum PDIP sehingga keluarga Bung Karno tak akan tersingkir dari PDIP sebagaimana keluarga Soeharto tersingkir dari Golkar.  Kita tahu, PDIP yang sebelumnya bernama PDI adalah reinkarnasi dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Bung Karno pada 1927.

Dinasti Politik

Terkait capres, bukannya memikirkan bagaimana nasib bangsa dan negara ini ke depan, Trimedya justru memikirkan nasib keluarga Bung Karno di PDIP sehingga mendukung Puan sebagai capres. Artinya, Trimedya melakukan simplifikasi atau menyederhanakan masalah. Seolah-olah jabatan presiden yang mereka harapkan akan disandang Puan didedikasikan untuk keluarga Bung Karno supaya tidak tersingkir dari PDIP. Naif bukan? 

Akhirnya kita pun jadi ingat perkataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengkhawatirkan apa jadinya Indonesia kalau dirinya sudah tidak ada. Artinya, Megawati pun melakukan simplifikasi. Seolah-olah negara Indonesia akan bubar jika Presiden ke-5 RI itu sudah meninggal dunia. Sedemikian hebatkah Megawati sehingga dapat menyelamatkan Indonesia? 

Sesederhana itukah kursi RI-1 diraih Puan supaya keluarga Bung Karno tidak tersingkir dan tersungkur dari PDIP? Mengapa sesempit itu pemikiran Trimedya atau bahkan keluarga Bung Karno?

Apa dia sedang mencoba membangun dinasti politik dan politik dinasti? Bukankah di dalam politik ada adagium, “tak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi adalah kepentingan”? Yang berlaku adalah asas manfaat, sejauh mana seseorang bermanfaat?

Lihatlah keluarga mendiang KH Abdurrahman Wahid yang kini tersingkir dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bukankah Presiden ke-4 RI yang akrab disapa Gus Dur itu pendiri PKB? Yang menyingkirkan keluarga Gus Dur keponakannya pula, Muhaimin Iskandar? 

Pun demikian dengan Amien Rais yang tersingkir dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang didirikannya. Yang menyingkirkan Amien Rais waktu itu besannya pula, Zulkifli Hasan? 

Jadi, silih bergantinya kekuasaan di partai politik dan negara itu hal lumrah bahkan niscaya. Patah tumbuh hilang berganti. Hukum alam atau sunnatullah yang tak terelakkan.

Alhasil, silakan mencapreskan Puan, tapi jangan hanya untuk kepentingan sempit demi tidak tersingkirnya keluarga Bung Karno dari PDIP. Atau demi dinasti politik dan politik dinasti. 

Menjadi seorang presiden adalah bagaimana memimpin bangsa dan negara ini untuk mencapai cita-citanya, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Bukan untuk kepentingan orang per orang atau sebuah dinasti.

Kalau sekadar menjadi Ketua Umum PDIP,  tanpa harus menjadi presiden pun Puan Maharani bisa. Lihatlah Susilo Bambang Yudhoyono yang dengan mudah “mewariskan” kursi Ketua Umum Partai Demokrat kepada putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono. 

Semoga apa yang diungkapkan Trimedya Panjaitan itu sekadar kegelisahan dan kegundahan dia semata, karena keberadaan Dewan Kolonel dan nasib trah Bung Karno di PDIP akan seperti keluarga Soeharto di Golkar sudah dibantah Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Kita yakin, anak-cucu Bung Karno mewarisi jiwa kenegarawanan Proklamator RI itu. Semoga!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Isu Suharso Bakal Keluar dari Koalisi Indonesia Bersatu, Bagaimana Nasib KIB?

Next Post

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola “Emas” Sendiri

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola “Emas” Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Presiden Raeisi Serukan Penuntutan Trump Atas Pembunuhan Jendral Solaemani

Presiden Raeisi Serukan Penuntutan Trump Atas Pembunuhan Jendral Solaemani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist