• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Diam Mu Bangsat: Kasus Pagar Laut dan Potret Kerusakan Institusi Negara di Era Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
January 25, 2025
in Crime, Feature
0
PT Pantai Indah Kapuk Dua (Milik Aguan) Menguasai Mayoritas Saham di Perusahaan Pemilik HGB Laut Tangerang
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Kasus pagar laut yang mencuat ke publik menjadi potret buram bagaimana institusi negara selama satu dekade terakhir mengalami kerusakan sistemik. Skandal yang awalnya hanya menyeret nama-nama pejabat di level teknis kini perlahan mengarah ke puncak piramida kekuasaan. Di balik tabir persekongkolan itu, bayang-bayang sosok Presiden Joko Widodo kian nyata terlihat, meski ia tetap bergeming di tengah sorotan tajam publik.

Pagar laut, proyek ambisius yang seharusnya menjadi solusi untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman banjir rob dan erosi, justru menjadi simbol korupsi dan ketidakberesan tata kelola. Alih-alih membawa manfaat bagi rakyat, proyek ini menjadi ladang pemborosan anggaran negara, dengan kualitas konstruksi yang jauh dari standar. Bahkan, sejumlah laporan investigasi mengungkapkan adanya manipulasi tender, aliran dana mencurigakan, hingga penunjukan kontraktor yang diduga memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.

Dalam situasi ini, sikap Jokowi menjadi sorotan. Sosok yang selama ini dikenal dengan gaya komunikasinya yang “merakyat” memilih untuk diam seribu bahasa. Bukannya memberikan klarifikasi atau menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi, Jokowi justru terlihat menghindar dari isu yang kian memanas. Pertanyaannya, mengapa Jokowi diam? Apakah ini hanya strategi politik untuk mengulur waktu, ataukah ada sesuatu yang lebih besar yang ia sembunyikan?

Diamnya Jokowi bukan hanya mencerminkan ketidakpedulian, tetapi juga menggambarkan bagaimana ia membiarkan institusi negara dikuasai oleh kepentingan oligarki. Ketika berbagai pihak mulai menyebut namanya sebagai sosok yang berada di balik skema besar kejahatan ini, Jokowi tetap tak bergeming. Ia seolah percaya bahwa badai kritik akan berlalu dengan sendirinya, seperti yang sering terjadi selama masa pemerintahannya. Namun, kasus pagar laut berbeda. Ini bukan hanya tentang proyek yang gagal, tetapi juga tentang rusaknya integritas negara yang mestinya menjadi penjaga keadilan.

Selama satu dekade terakhir, pemerintahan Jokowi telah memperlihatkan bagaimana kekuasaan digunakan untuk melanggengkan kepentingan kelompok tertentu. Reformasi birokrasi yang dijanjikan tak pernah benar-benar terwujud. Sebaliknya, politik transaksional, nepotisme, dan perlindungan terhadap oligarki menjadi wajah baru institusi negara. Kasus pagar laut hanyalah puncak gunung es dari berbagai skandal yang selama ini tertutup rapat oleh narasi pembangunan dan keberhasilan yang terus digaungkan.

Bagi masyarakat, kasus ini telah menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang merajalela. Demonstrasi, diskusi publik, dan kritik dari berbagai kalangan mencerminkan keinginan rakyat untuk memulihkan integritas institusi negara. Namun, di sisi lain, respons pemerintah yang cenderung mengabaikan tuntutan rakyat menunjukkan betapa jauhnya jarak antara penguasa dan mereka yang dikuasai.

Jokowi mungkin berharap bahwa diam adalah solusi untuk meredam konflik. Namun, ia lupa bahwa dalam demokrasi, diamnya seorang pemimpin di tengah krisis justru akan memperbesar kecurigaan. Diamnya Jokowi menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinannya tak mampu membawa perubahan yang berarti bagi institusi negara. Sebaliknya, ia malah membiarkan institusi itu dirusak oleh oknum-oknum yang berlindung di balik kekuasaan.

Kasus pagar laut ini harus menjadi momentum bagi rakyat untuk mengevaluasi perjalanan bangsa selama satu dekade terakhir. Jika tidak ada perubahan mendasar, maka kerusakan institusi negara yang terjadi di era Jokowi bisa menjadi warisan kelam yang sulit diperbaiki oleh generasi mendatang. Dan pada akhirnya, sejarah akan mencatat, bahwa diamnya seorang pemimpin di tengah hingar-bingar adalah bentuk kejahatan itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

200 Pulau Terjual Laris: Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Next Post

Gibran Telah Mendapat Rapor Merah: Lalu Harus Bagaimana? “DE O Saja”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Misteri Ketidakhadiran Gibran di Pelantikan Legislatif: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Gibran Telah Mendapat Rapor Merah: Lalu Harus Bagaimana? "DE O Saja"

Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas dan Guguran Lahar

Letusannya Capai Ketinggian 900 Meter, Gunung Semeru Erupsi 4 Kali, Pada Jumat Malam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...