• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gibran Telah Mendapat Rapor Merah: Lalu Harus Bagaimana? “DE O Saja”

Ali Syarief by Ali Syarief
January 25, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Misteri Ketidakhadiran Gibran di Pelantikan Legislatif: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Wapres Gibran

Share on FacebookShare on Twitter

Kritik tajam kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin deras mengalir, bak air bah yang tak terbendung. Sosok muda yang seharusnya membawa harapan dan pembaruan justru kini terjebak dalam labirin kegagalan dan ketidakmampuan. Netizen, sebagai representasi suara rakyat, terang-terangan memberi rapor merah kepada Gibran. Sebuah catatan buruk yang mencerminkan ketidakpuasan terhadap kinerja dan kapasitasnya. Maka, pertanyaannya: apa yang harus dilakukan?

Dari Ambisi ke Kekecewaan

Keputusan Gibran untuk maju dalam dunia politik nasional dipandang banyak pihak sebagai ambisi pribadi yang lebih mengandalkan privilege ketimbang kemampuan. Nama besar keluarga Jokowi jelas menjadi tiket emas yang membawanya ke puncak kekuasaan. Namun, kekuasaan tanpa kompetensi hanya akan menjadi bencana. Lihat saja, dalam waktu singkat, berbagai isu terkait kepemimpinannya mencuat, mulai dari kebijakan yang tidak tegas hingga ketidakmampuannya menghadapi tekanan politik.

Ketika rakyat membutuhkan seorang pemimpin yang tangguh, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan, Gibran justru terlihat canggung dan terkesan sebagai boneka kekuasaan. Keberadaan di lingkaran elite politik membuatnya lebih sibuk mengamankan kepentingan oligarki daripada fokus pada tugas utamanya: melindungi, mencerdaskan, dan mensejahterakan rakyat.

Rapor Merah untuk Wakil Rakyat

Rapor merah yang diberikan netizen bukan tanpa alasan. Kebijakan-kebijakan strategis yang seharusnya menunjukkan keberpihakannya pada rakyat kecil justru nihil. Program-program yang digadang-gadang mampu membawa perubahan, seperti peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, tak lebih dari janji manis tanpa realisasi yang berarti.

Sebaliknya, kebijakan populis yang sekadar mencari popularitas terus bermunculan. Hal ini hanya membuktikan bahwa Gibran belum memiliki visi kepemimpinan yang jelas. Dalam situasi negara yang penuh dengan tantangan global seperti inflasi, ketimpangan ekonomi, dan ancaman kedaulatan nasional, Indonesia butuh lebih dari sekadar sosok muda yang hanya membawa nama besar. Indonesia butuh pemimpin sejati.

DO dari Istana?

Pendapat netizen yang meminta Gibran “di-DO” dari Istana mencerminkan kemarahan rakyat terhadap minimnya kontribusi nyata dari sang wakil presiden. Ide ini, meski terdengar ekstrem, layak menjadi refleksi bagi para elite politik. Mengapa rakyat, yang seharusnya menjadi tujuan utama dari segala kebijakan, justru merasa tidak terlindungi, tidak terdidik, dan tidak sejahtera di bawah kepemimpinan mereka?

Jika pemimpin yang sedang menjabat tidak mampu memenuhi ekspektasi, maka mengganti dengan sosok yang lebih kompeten, tegas, jujur, dan berintegritas adalah solusi yang logis. Demokrasi bukan tentang melanggengkan kekuasaan, melainkan tentang memastikan bahwa kepemimpinan selalu berada di tangan yang terbaik.

Belajar dari Sejarah

Sejarah Indonesia penuh dengan sosok pemimpin yang dihormati bukan karena privilege mereka, melainkan karena keberanian dan ketulusan mereka dalam membela rakyat. Nama-nama seperti Bung Karno dan Bung Hatta tidak pernah diingat hanya karena mereka berasal dari keluarga terhormat, tetapi karena ide-ide besar dan keberanian mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Bandingkan dengan saat ini, ketika nama besar lebih diutamakan daripada rekam jejak dan kapasitas. Jika keadaan ini dibiarkan, demokrasi Indonesia akan terus mundur, dan rakyat akan semakin kehilangan kepercayaan pada pemerintah.

Saatnya Bertindak

Rapor merah untuk Gibran adalah sinyal bahwa rakyat tidak puas dengan kinerja sang wakil presiden. Hal ini seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh elite politik untuk lebih serius dalam menjalankan amanah rakyat. Bukan hanya Gibran, tetapi juga semua pemimpin yang saat ini menduduki jabatan strategis harus mengevaluasi diri. Jika mereka tidak mampu memenuhi ekspektasi, maka mereka harus rela mundur demi kebaikan bangsa.

Rakyat Indonesia sudah cukup lelah dengan pemimpin-pemimpin yang hanya pandai berbicara tanpa bukti nyata. Indonesia butuh sosok yang bisa membawa perubahan, melindungi rakyat, mencerdaskan bangsa, dan mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat. Jika Gibran tidak mampu menjadi sosok tersebut, maka bukan hal yang berlebihan untuk meminta ia keluar dari Istana.

Pada akhirnya, jabatan adalah amanah, bukan hak. Jika amanah itu gagal dijalankan, maka kepergian dari kursi kekuasaan bukanlah aib, melainkan sebuah tanggung jawab. Demi Indonesia yang lebih baik, sudah saatnya para pemimpin, termasuk Gibran, belajar menerima kritik dan mengambil langkah yang benar. Karena di balik rapor merah ini, ada suara rakyat yang tak boleh diabaikan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diam Mu Bangsat: Kasus Pagar Laut dan Potret Kerusakan Institusi Negara di Era Jokowi

Next Post

Letusannya Capai Ketinggian 900 Meter, Gunung Semeru Erupsi 4 Kali, Pada Jumat Malam

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas dan Guguran Lahar

Letusannya Capai Ketinggian 900 Meter, Gunung Semeru Erupsi 4 Kali, Pada Jumat Malam

Kecelakaan Beruntun di Toll Cipularang, Libatkan Enam Mobil Pagi Tadi

Dishub Kab. Bogor Berlakukan Ganjil Genap 24 - 29 Januari 2025

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...