“Kalau dari amin yang ingin kita dorong adalah bagaimana mengedepankan gagasan atau adu rekam jejak, program kerja dan visi misi ya. Itu yang ingin kita dorong,” kata Billy di Jalan Diponegoro Nomor 10, Jakarta, Rabu (29/11).
“Kita rasa, kita harus menghilangkan sedemikian rupa gimik-gimik atau hal-hal yang mungkin secara substansi enggak berkaitan dengan proses kampanye,” imbuhnya.
Billy menegaskan masa kampanye 75 hari adalah waktu yang tak panjang, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Terkait kampanye yang banyak gimik, tetapi miskin substansi. Menurutnya, waktu kampanye yang singkat itu terlalu sayang jika dihabiskan dengan gimik.
“Sependek itu tentunya dengan semua yang harus kita sosialisasikan kita akan kehabisan waktu kalau kita cuma kaya di-gimik, miskin di substansi,” ucap dia.
Tapi kalau kita memperkaya substansi, memperbanyak forum untuk adu gagasan, mengedepankan visi misi, saling kritisi, tentu itu akan lebih kuat pengaruhnya daripada memperkaya gimik-gimik yang saat ini ramai lah,” imbuhnya.
Sejauh ini, pasangan capres-cawapres yang paling banyak mendapat sorotan karena gimik adalah paslon nomor urut dua Prabowo-Gibran.
Prabowo kerap menjadi perhatian karena sering berjoget di beberapa kesempatan. Dia juga dilekatkan dengan citra ‘gemoy’.


























