“Tunggu saja. Warnanya tunggu,” kata Budi Arie di Jakarta, Selasa. (30/4/2024)
Jakarta – Fusilatnews – Isu terkait keluarnya Presiden Joko Widodo pindah dari PDI Perjuangan ke partai lain. menguat menyusul adanya tanggapan dari orang dekat Jokowi yaitu Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi saat ditemui awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa meminta kepada awak media untuk menunggu ‘warna’ partai tempat berlabuh Jokowi berikutnya.
“Tunggu saja. Warnanya tunggu,” kata Budi Arie di Jakarta, Selasa. (30/4/2024)
Budi menilai pernyataan elite PDI Perjuangan yang menyebut Presiden Joko Widodo bukan lagi bagian dari partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri, merupakan hal biasa saja.
“Nggak apa-apa. Asik-asik saja. Ya begitulah, kalau kata sana nggak, ya sudah kita apa saja. Toh mengabdi di republik ada tempatnya,” kata dia.
Saat ditanya apakah Jokowi akan bergabung dengan Partai Golkar, ia meminta semua pihak menunggu. “Ya tunggu saja, kalau sekarang dibocorin kurang seru,” kata Budi Arie.
Sebelumnya, Jokowi pernah menjawab kabar dirinya gabung ke Golkar usai Pilpres 2024. Sama seperti di atas, Jokowi hanya berkelakar kalau dirinya setiap hari masuk Istana.
“Saya tiap hari masuk Istana,” kata Jokowi kepada wartawan, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2). Jokowi menjawab saat ditanya soal tanggapan terkait kabar dirinya akan gabung Golkar.
Ketum Golkar Airlangga menyebut kalau Partai Golkar dan Jokowi memang sudah rapat. Airlangga mengungkap kedekatan Golkar dan Jokowi.
“Pak Jokowi dan Partai Golkar memang sudah rapat,” kata Airlangga di DPP Golkar, Jakarta Barat, Minggu (10/3).
Airlangga mengatakan Jokowi sudah dekat dengan Partai Golkar, contohnya soal iklan Golkar. Menko Perekonomian itu pun menilai Jokowi nyaman dengan partainya tersebut.
“Jadi karena sudah rapat sudah beriringan lihat saja iklan-iklan Partai Golkar bersama Pak Jokowi. Sehingga tentu itu menunjukkan bahwa kedekatan Pak Jokowi dan kenyamanan Pak Jokowi dengan Partai Golkar,” ujarnya.

























