FusilatNews- Jawa Tengah, Khusunya Kota Semarang dilanda banjir pada Sabtu (31/12), Sejumlah ruas jalan protokol di Semarang terlihat tergenang banjir. Tak hanya pemukiman warga, banjir juga menggenangi jalan protokol di Kota Semarang. Hal tersebut mendapat respon dari Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam.
Ia mengatakan Isu tersebut menjadi hambatan untuk tampil di ajang Pilpres 2024 karena menjadi bukti kegagalan Ganjar Pranowo, Harusnya persoalan tersebut mendapatkan perhatian khusus Ganjar. “Maka semestinya mendapatkan perhatian serius Ganjar, tidak seperti saat ini yang justru banjir tidak terbendung,” ucap Saiful dikutip rmol.id, Minggu (1/1).
Saiful mengungkapkan Persoalan Banjir ini menjadi bukti nyata kegagalan Ganjar dalam memimpin daerah. Apalagi nanti bila Ganjar memimpin Pusat. “Saya kira ini menjadi penilaian dan perhatian publik, di mana di kandangnya sendiri tidak mampu Ganjar menyelesaikan ini semua, gimana nanti apabila ia digadang-gadang menjadi capres,” ucapnya.
Akademisi Universitas Sahid Jakarta tersebut turut khawatir Indonesia bisa tenggelam, jika kualitas pemimpinnya seperti Ganjar yang di tingkatan gubernur saja tidak mampu mengatasi persoalan banjir Semarang. Padahal Semarang adalah tempat Ganjar berkantor dan bertempat tinggal.
“Ini tentu menjadi penilaian yang kurang baik bagi yang bersangkutan sebagai bacapres 2024 mendatang. Bisa-bisa terus dijadikan batu ganjalan bagi publik untuk melakukan penilaian kepada Ganjar,” pungkas Saiful.
Sementara itu kondisi terkini Sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, masih tergenang banjir dengan ketinggian air antara 50 centimeter hingga 1 meter akibat tingginya intensitas hujan dan cuaca buruk sejak Jumat (30/12) malam. Berdasarkan pantauan di Semarang, Minggu, wilayah yang masih tergenang banjir antara lain, Genuk, Kaligawe, Tanjung Mas, Tawang, Tlogosari, Muktiharjo Lor, Gayamsari, dan Mangkang.


























