RAKYAT HARUS MARAH !!! Karena korupsi di proyek PSN itulah maka : tarif Tol mahal, BUMN bangkrut, utang dan bayar utang melonjak, irigasi tdk jadi, Bandara mangkrak, BBM dan listrik mahal, harga-harga naik. Sementara mereka (para bangsat) menjadi kaya raya, Muhammad Sa’id Didu
APBN adalah potret situasi keuangan, program yang akan dilakukan, dan hasil yang akan diinginkan. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terdapat sejumlah informasi yang dapat dibaca dan dipahami, antara lain: Rincian mengenai sumber pendapatan yang diperkirakan akan diterima oleh pemerintah. Ini meliputi pajak, cukai, penerimaan dalam dan luar negeri dan dari sektor perusahaan milik negara, hibah, dan lainnya.
Sungguh tak mudah difahami, membaca APBN 2024, dimana alokasi dana untuk berbagai keperluan seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertahanan, dan sektor-sektor lainnya. Belanja ini dibagi menjadi belanja langsung (capital expenditure) dan belanja tidak langsung (operational expenditure).
Adapun asumsi dasar makro yang disepakati yaitu perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2 persen (yoy), inflasi berada di kisaran 2,8 persen (yoy), nilai tukar (Rp/USD) berada di level Rp15.000, dan suku bunga SBN 10 tahun pada level 6,7 persen. Kemudian, harga minyak mentah 82 (USD/barrel), lifting minyak yakni 635 (ribu bph), dan lifting gas sebesar 1.033 (rbsmph).
Sementara, postur fiskal tahun depan meliputi pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp2.802 triliun. Pendapatan diproyeksikan berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.309,9 triliun dan Penerimaan Negara bukan Pajak sebesar Rp492,0 triliun. Untuk belanja Negara, diperkirakan sebesar Rp3.325,1 triliun yang terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.467,5 triliun dan transfer ke daerah dan desa sebesar Rp857,6 triliun. Dengan demikian, posisi defisit diperkirakan sebesar Rp522,8 triliun atau 2,29 persen dari Produk Domestik Bruto.
Ulang, penerimaan pajak Rp 2.802 triliun dan non pajak Rp 492 trilun. Ini artinya, Pemerintah sangat bergantung pada penerimaan pajak sebagai sumber pendapatan utama. Ini dapat terjadi jika struktur ekonomi suatu negara cenderung lebih bergantung pada pajak daripada pada sumber pendapatan lainnya.
Sementara Penerimaan non-pajak kecil sekali – itu adalah kinerja pemerintah dalam sector export buruk. Peningkatan ketergantungan pada pajak dapat mencerminkan upaya untuk menciptakan stabilitas pendapatan
Selisih antara pendapatan dan belanja. Jika pendapatan lebih besar, maka terjadi surplus, sedangkan jika belanja lebih besar, maka terjadi defisit. APBN 2024, posisi defisit diperkirakan sebesar Rp522,8 triliun atau 2,29 persen dari Produk Domestik Bruto.
KALIAN BANGSAT !!! Saya betul-betul marah atas temuan PPATK bhw 36,67 % dana Proyek Strtaegis Nasional (PSN) masuk ke kantong pribadi ASN dan politisi. PSN antara lain proyek jalan Tol, penanganan Covid-19, Bandara, Bendungan, Irigasi dll sdh habiskan sktr Rp 1.500 trilyun. – Muhammad Said Didu
Sebelum lanjut ke focus persoalan, saya uraikan bagaimana Jepang merumuskan APBN-nya, dalam rangka menyelesaikan masalah yang harus dihadapinya. Jepang berencana untuk menambah cadangan anggarannya pada tahun fiskal 2024/25 untuk mendukung pemulihan dari gempa bumi Semenanjung Noto, Menteri Keuangan Shunichi Suzuki mengatakan pada hari Selasa. Kabinet sebelumnya pada hari Selasa menyetujui pengeluaran sebesar 4,74 miliar yen dari cadangan fiskal 2023/24 untuk bantuan seperti air, makanan, popok dan pemanas, kata Suzuki juga.
Penggunaan cadangan memungkinkan respons yang lebih cepat dan lebih “realistis” dibandingkan mengumpulkan anggaran tambahan, kata Suzuki pada konferensi pers, mengindikasikan kemungkinan pengeluaran lebih lanjut dari cadangan ketika kerusakan akibat gempa menjadi lebih jelas.
Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang melanda Noto di Prefektur Ishikawa pada Hari Tahun Baru menewaskan sedikitnya 180 orang, menjadikannya yang paling mematikan sejak gempa tahun 2016 di Kumamoto di pulau selatan Kyushu.
Potret program kerja, kinerja pemerintah, sudah dapat dibaca apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, dalam rangka menyelesaikan akibat gempa bumi baru-baru ini.
Kembali ke APBN kita. Sementara sasaran dan indikator pembangunan pada 2024 difokuskan pada pemulihan serta akselerasi pembangunan nasional menuju Visi Indonesia Maju 2045. Kemiskinan ditargetkan menurun di rentang 6,5-7,5 persen, rasio gini turun di rentang 0,374-0,377, tingkat pengangguran terbuka menurun di rentang 5-5,7 persen, Indeks Pembangunan Manusia pada rentang 73,99-74,92, nilai tukar petani meningkat di rentang 105-108, serta nilai tukar nelayan meningkat di rentang 107-110.
Tahun 2024 menjadi tahun terakhir pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden K.H Maaruf Amin, sehingga APBN 2024 berperan sentral untuk menuntaskan program strategis dan memberikan fondasi yang kuat dan berkelanjutan untuk transformasi pemerintahan dan ekonomi.
Hal yang tidak dibahas, tidak terlihat soal utang Negara, yang kini mulai dinilai sebagai ancaman yang serious. Pertama soal besarnya jumlah utang; Pemerintah sekitar 8000 Triliun, yang berkaitan dengan ASN/TNI/POLRI sekirat 4000 Triliun dan Utang BUMN juga sekitar 8000 Triliun. Total utang berjumlahn 20.000 Triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pemerintah akan selalu berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dan kesehatan APBN 2024, serta berharap agar proses regenerasi kepemimpinan baik di level nasional maupun daerah dapat terus berjalan dengan lancar, kondusif, melahirkan kepemimpinan yang amanah dan dapat memberikan kepercayaan untuk meneruskan Indonesia mencapai cita-cita besar Indonesia Emas 2045.


























