“Saat ini kita tengah memasuki tahun politik, pasti ada saja pihak-pihak yang mengambil kesempatan gunakan narasi pemakzulan presiden untuk kepentingan politik elektoral,” kata Ari Dwipayana.
Jakarta – Fusilatnews – Menanggapi semakin membesarnya wacana pemakzulan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ditengah suhu politik yang semakin memanas Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan sejumlah pihak sedang berupaya mendompleng wacanatersebut untuk kepentingan elektoral baik dalam pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif
“Saat ini kita tengah memasuki tahun politik, pasti ada saja pihak-pihak yang mengambil kesempatan gunakan narasi pemakzulan presiden untuk kepentingan politik elektoral,” kata Ari Dwipayana.
Ari menegaskan di negara demokrasi, menyampaikan pendapat, kritik, atau memiliki “mimpi-mimpi politik” adalah hal yang sah-sah saja.
Sedangkan mengenai pemakzulan presiden, mekanismenya sudah diatur dalam konstitusi dengan koridor jelas, yakni harus melibatkan lembaga-lembaga negara, seperti DPR, Mahkamah Konstitusi (MK), dan MPR, dengan syarat-syarat yang ketat. “Di luar itu adalah tindakan inkonstitusional,” tegasnya. di Jakarta Ahad (14/1/2024)
Selanjutnya Ari juga memperingatkan bahwa tuduhan kecurangan pemilu harus diuji dan dibuktikan dalam mekanisme yang sudah diatur dalam undang-undang (UU).
Berdasarkan UU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dibentuk untuk mengawasi tahapan penyelenggaraan pemilu, menerima aduan, serta menangani kasus pelanggaran administratif pemilu dan pelanggaran pidana pemilu berdasarkan tingkatan sesuai peraturan perundang-undangan.
Sehingga, lanjut Ari, apabila terjadi dugaan pelanggaran pemilu, maka publik dapat melaporkan ke Bawaslu. Dia juga menyampaikan di tengah dinamika politik menjelang Pemilu 2024, Presiden Joko Widodo terus bekerja untuk memimpin pemerintahan sampai akhir masa jabatan.
Dukungan rakyat menjadi energi untuk menuntaskan program-program prioritas pemerintahan agar dampaknya semakin dirasakan oleh rakyat di seluruh penjuru Tanah Air, kata Ari Dwipayana.
“Kita patut bersyukur, pada tahun terakhir, periode kedua pemerintahannya, kepercayaan, dukungan dan kepuasan rakyat kepada Presiden Jokowi terus menguat. Ini bisa dilihat dari hasil survei dari lembaga survei kredibel, tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi masih tetap tinggi, di atas 75 persen,” Kata Ari di Jakarta Ahad (14/1/2024)


























