• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
July 26, 2026
in Economy, Feature, Politik
0
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Prabowo Subianto mengaku menerima laporan bahwa ada perusahaan penggilingan padi yang meraup keuntungan hingga Rp2 triliun setiap bulan. Jika angka itu benar, publik tentu berhak terkejut. Sebab, di balik setiap butir beras yang sampai ke meja makan rakyat, ternyata ada keuntungan yang luar biasa besar di satu titik rantai distribusi.

Namun, yang lebih menarik bukan hanya angka Rp2 triliun itu. Yang menarik adalah ironi politiknya.

Selama ini, Presiden Prabowo beberapa kali menjadi sorotan publik karena kekeliruan atau ucapan spontan yang berkaitan dengan angka dan hitung-hitungan. Potongan video dan pidatonya kerap diperdebatkan di media sosial, memunculkan kesan bahwa urusan matematika bukanlah sisi terkuatnya. Terlepas dari apakah kesan itu adil atau tidak, persepsi tersebut sudah telanjur hidup di ruang publik.

Ironisnya, justru kali ini yang ia sampaikan adalah sebuah hitungan yang patut diperiksa dengan sangat serius.

Sebab Rp2 triliun keuntungan dalam sebulan bukan sekadar angka fantastis. Itu adalah alarm. Jika benar ada satu pelaku usaha menikmati laba sebesar itu dari penggilingan padi, sementara petani masih menjual gabah dengan margin yang tipis, maka yang bermasalah bukan matematika Presiden, melainkan matematika ekonomi Indonesia.

Matematikanya sederhana.

Petani menanam. Petani memupuk. Petani menghadapi banjir, kekeringan, hama, dan harga pupuk. Petani bekerja berbulan-bulan. Ketika panen, keuntungan mereka sering kali hanya cukup untuk memulai musim tanam berikutnya.

Di ujung lain, nilai ekonomi justru melonjak setelah gabah berpindah tangan. Di sanalah keuntungan terbesar terkonsentrasi.

Kalau benar ada laba Rp2 triliun setiap bulan, maka ada sesuatu yang tidak seimbang dalam rantai nilai pangan nasional.

Masalahnya, angka sebesar itu tidak cukup hanya diucapkan di podium. Angka harus diuji dengan data. Negara harus membuka siapa pelakunya, bagaimana struktur biayanya, berapa volume produksinya, dan dari mana laba sebesar itu berasal. Tanpa transparansi, angka Rp2 triliun hanya akan menjadi sensasi politik yang segera tenggelam oleh berita berikutnya.

Di sinilah kepemimpinan diuji.

Seorang presiden tidak cukup hanya menyampaikan angka-angka yang mengejutkan. Ia harus memastikan angka itu menjadi dasar kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika memang terjadi praktik monopoli, oligopoli, atau penyalahgunaan posisi dominan, aparat penegak hukum dan pengawas persaingan usaha harus bergerak. Jika ternyata laporan itu tidak akurat, pemerintah juga berkewajiban menjelaskannya kepada publik.

Dalam politik, angka bisa menjadi senjata. Angka dapat membangun kepercayaan, tetapi juga dapat menggerus kredibilitas jika tidak disertai bukti.

Karena itu, perdebatan sesungguhnya bukanlah apakah Presiden pandai berhitung atau tidak. Yang jauh lebih penting adalah apakah negara mampu menghitung dengan benar ke mana mengalirnya keuntungan dari sektor pangan, siapa yang paling diuntungkan, dan mengapa petani tetap berada di posisi paling lemah.

Pada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan presiden yang sekadar pandai mengucapkan angka. Rakyat membutuhkan pemimpin yang mampu memastikan setiap angka diterjemahkan menjadi kebijakan yang adil.

Sebab, jika di satu sisi ada perusahaan yang memperoleh keuntungan triliunan rupiah setiap bulan, sementara di sisi lain petani tetap hidup pas-pasan, maka yang sedang salah bukanlah operasi penjumlahannya.

Yang keliru adalah rumus ekonomi yang membiarkan kekayaan terkonsentrasi pada segelintir orang, sementara mereka yang menanam pangan untuk negeri hanya kebagian sisa hasil hitung-hitungan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)
Feature

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026
Jepang dan Wajah Baru Perceraian
Cross Cultural

Jepang dan Wajah Baru Perceraian

July 26, 2026
Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang
Feature

Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

July 26, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

PBHI: Presiden Harus Hentikan Penghinaan terhadap Warga Negara

July 26, 2026
Jepang dan Wajah Baru Perceraian

Jepang dan Wajah Baru Perceraian

July 26, 2026
Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

July 26, 2026
Dari Rumah Sakit ke Industri Seks: Potret Kelam Jepang Modern

Dari Rumah Sakit ke Industri Seks: Potret Kelam Jepang Modern

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...