• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Jepang dan Wajah Baru Perceraian

Ali Syarief by Ali Syarief
July 26, 2026
in Cross Cultural, Feature
0
Jepang dan Wajah Baru Perceraian
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Perubahan besar dalam sebuah bangsa sering kali tidak dimulai dari parlemen atau ruang sidang. Ia lahir dari pergulatan batin seorang manusia biasa. Kisah Shibahashi Satoko adalah salah satunya.

Sepuluh tahun lalu, ketika ia bercerai, Satoko mengambil keputusan yang tampaknya lazim di Jepang saat itu: memutus hubungan anaknya yang berusia sepuluh tahun dengan sang ayah. Perceraian mereka berlangsung pahit. Luka emosional yang mendalam membuatnya yakin bahwa tidak ada alasan bagi mantan suaminya untuk tetap hadir dalam kehidupan sang anak.

Namun suatu hari ia bertemu seorang ibu tunggal lain. Anak perempuan itu tampak murung karena tidak pernah diizinkan bertemu ayahnya. Satoko sempat berpikir, “Betapa buruknya ibu itu.” Tetapi kesadaran datang seketika. Bukankah ia sendiri melakukan hal yang sama?

Kesadaran itu mengubah hidupnya. Ia menghubungi mantan suaminya dan mengatur pertemuan dengan putra mereka. Sejak saat itu, sang ayah kembali menjadi bagian dari kehidupan anaknya.

Kisah pribadi Satoko ternyata menjadi cermin dari perubahan yang lebih besar yang sedang terjadi di Jepang.

Selama puluhan tahun, Jepang merupakan satu-satunya negara anggota G7 yang tidak mengenal sistem joint custody atau hak asuh bersama setelah perceraian. Begitu pengadilan menetapkan hak asuh kepada salah satu orang tua—yang dalam sebagian besar kasus adalah ibu—orang tua lainnya praktis kehilangan akses terhadap anak. Tidak ada mekanisme hukum yang efektif untuk menjamin hubungan anak dengan kedua orang tuanya tetap terpelihara.

Akibatnya, ribuan anak tumbuh hanya mengenal satu sisi keluarganya.

Survei pemerintah Jepang pada 2021 menunjukkan kenyataan yang menyedihkan. Hanya sekitar sepertiga anak dari keluarga yang bercerai masih memiliki hubungan dengan orang tua yang tidak memperoleh hak asuh. Itupun biasanya hanya bertemu sebulan sekali, bahkan banyak yang sama sekali tidak pernah bertemu lagi.

Ironisnya, yang sesungguhnya “dihukum” bukanlah mantan pasangan, melainkan anak-anak.

Pada April tahun ini, Jepang akhirnya mengakhiri kebijakan hukum yang telah bertahan hampir delapan dekade. Melalui revisi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, negara itu resmi mengakui hak asuh bersama setelah perceraian. Ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan revolusi cara berpikir tentang keluarga.

Selama ini masyarakat Jepang memandang perceraian sebagai titik akhir sebuah keluarga. Ketika suami dan istri berpisah, hubungan orang tua dengan anak pun sering dianggap ikut berakhir bagi salah satu pihak.

Kini paradigma itu mulai bergeser.

Perceraian memang mengakhiri hubungan suami-istri, tetapi tidak menghapus tanggung jawab sebagai ayah dan ibu. Status sebagai orang tua bukanlah kontrak yang berakhir bersama surat cerai. Ia adalah ikatan yang melekat sepanjang hidup anak.

Perubahan ini juga menunjukkan bahwa negara semakin menempatkan kepentingan anak di atas konflik orang dewasa. Anak memiliki hak untuk tetap mengenal, mencintai, dan dicintai oleh kedua orang tuanya, selama hubungan tersebut aman dan tidak membahayakan.

Di balik perubahan hukum ini tersimpan pesan yang lebih dalam: keluarga bukan sekadar institusi hukum, melainkan ruang emosional tempat seorang anak membangun identitas dirinya.

Dalam masyarakat modern, perceraian mungkin tidak dapat dihindari. Namun perpisahan orang tua tidak harus berubah menjadi penghilangan salah satu sosok dari kehidupan anak. Negara tidak lagi boleh membiarkan konflik pasangan dewasa merampas hak anak untuk tumbuh bersama kasih sayang kedua orang tuanya.

Pelajaran dari Jepang sesungguhnya bersifat universal.

Peradaban yang matang bukanlah yang berhasil mencegah semua perceraian. Tidak ada masyarakat yang mampu melakukannya. Yang membedakan adalah bagaimana sebuah bangsa melindungi anak-anak ketika perceraian itu terjadi.

Kadang-kadang, perubahan hukum terbesar justru lahir dari keberanian seseorang untuk mengakui bahwa dirinya pernah keliru.

Seperti Satoko yang suatu hari menyadari bahwa dendam orang dewasa tidak seharusnya menjadi warisan bagi anak-anak. Dari kesadaran seorang ibu itulah, Jepang perlahan belajar bahwa keluarga mungkin berubah bentuk, tetapi kasih sayang orang tua tidak seharusnya ikut bercerai.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

Next Post

PBHI: Presiden Harus Hentikan Penghinaan terhadap Warga Negara

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan
Economy

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)
Feature

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026
Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang
Feature

Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

July 26, 2026
Next Post
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

PBHI: Presiden Harus Hentikan Penghinaan terhadap Warga Negara

Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

PBHI: Presiden Harus Hentikan Penghinaan terhadap Warga Negara

July 26, 2026
Jepang dan Wajah Baru Perceraian

Jepang dan Wajah Baru Perceraian

July 26, 2026
Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

July 26, 2026
Dari Rumah Sakit ke Industri Seks: Potret Kelam Jepang Modern

Dari Rumah Sakit ke Industri Seks: Potret Kelam Jepang Modern

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...