• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

Ali Syarief by Ali Syarief
July 26, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)
Share on FacebookShare on Twitter

Ada pepatah politik yang mengatakan: jangan mendahului matahari terbit. Tetapi deklarasi Gibran sebagai wakil presiden dua periode justru seperti orang yang sibuk memilih kursi penumpang, padahal sopir dan mobilnya belum ada. Ambisi memang sah dalam politik, tetapi ketika ambisi melampaui etika dan logika demokrasi, ia berubah menjadi pertunjukan politik yang kehilangan rasa tahu diri.

Dalam politik, setiap langkah memiliki momentum. Ada saat untuk berbicara, ada saat untuk menunggu. Ada pula saat ketika ambisi justru berubah menjadi bumerang. Deklarasi yang mendorong Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden untuk dua periode tampaknya berada pada kategori terakhir.

Deklarasi semacam itu terasa prematur, bahkan mengandung watak politik yang kehilangan rasa tahu diri. Bukan semata karena Gibran masih menjabat sebagai wakil presiden, melainkan karena mekanisme pencalonan dalam sistem presidensial Indonesia tidak pernah dimulai dari seorang calon wakil presiden. Yang lebih dahulu dipilih dan ditentukan adalah calon presiden. Setelah itu, calon presiden bersama koalisi politik menentukan siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.

Dengan kata lain, posisi calon wakil presiden bukanlah titik awal permainan politik, melainkan konsekuensi dari konfigurasi politik yang lebih besar. Karena itu, mendeklarasikan seseorang sebagai calon wakil presiden jauh sebelum calon presidennya sendiri terbentuk adalah langkah yang bertentangan dengan logika dasar koalisi politik.

Deklarasi tersebut juga berpotensi menyinggung naluri politik partai-partai lain. Setiap partai memiliki kader yang merasa layak menjadi calon wakil presiden, bahkan calon presiden. Ketika satu nama dipaksakan sejak dini, ruang negosiasi politik otomatis menyempit. Padahal, dalam praktik politik Indonesia, posisi wakil presiden merupakan salah satu instrumen penting untuk membangun dan memperluas koalisi.

Tidak mengherankan bila deklarasi seperti ini justru dapat dibaca sebagai bentuk intervensi terhadap hak politik partai-partai lain. Alih-alih memperkuat dukungan, ia justru dapat memunculkan resistensi.

Lebih jauh lagi, langkah tersebut berpotensi menjadi sebuah “bunuh diri politik”. Setiap deklarasi besar akan mengundang pengawasan yang lebih besar pula. Seluruh kelemahan yang selama ini melekat pada Gibran—baik yang berkaitan dengan proses pencalonannya di masa lalu, pengalaman politiknya, kapasitas kepemimpinannya, maupun berbagai kontroversi yang pernah mengiringinya—akan terus diangkat kembali ke ruang publik.

Semakin cepat seseorang diposisikan sebagai kandidat permanen, semakin panjang pula waktu bagi lawan-lawan politik untuk membangun narasi kritik. Politik modern mengenal fenomena political overexposure: ketika seorang tokoh terlalu lama berada di panggung sebelum kompetisi dimulai, publik mengalami kejenuhan, sementara lawan memperoleh waktu yang cukup untuk mengikis citra yang dibangun.

Dalam ilmu politik, kondisi seperti ini sering disebut sebagai political decay—kemerosotan modal politik akibat akumulasi persoalan yang terus membebani legitimasi seorang aktor. Bukan karena lawannya semakin kuat, melainkan karena energi politiknya habis untuk mempertahankan diri dari kritik yang terus berulang.

Ironisnya, deklarasi semacam ini juga dapat menciptakan kesan bahwa politik lebih digerakkan oleh ambisi mempertahankan kekuasaan daripada oleh evaluasi atas kinerja pemerintahan. Padahal, dalam demokrasi, legitimasi untuk maju kembali seharusnya dibangun melalui rekam jejak, prestasi, dan kepercayaan publik yang tumbuh secara alami, bukan melalui deklarasi yang datang terlalu dini.

Politik yang sehat mengenal etika membaca situasi. Ia tidak hanya bertanya apakah sesuatu dapat dilakukan, tetapi juga apakah sesuatu patut dilakukan. Sebab, dalam demokrasi, momentum sering kali lebih menentukan daripada sekadar niat.

Deklarasi Gibran sebagai calon wakil presiden dua periode mungkin dimaksudkan sebagai upaya konsolidasi. Namun, jika dibaca dari perspektif strategi politik, ia justru berpotensi membuka terlalu banyak front perlawanan sejak awal. Di situlah letak paradoksnya: sebuah deklarasi yang dimaksudkan untuk memperkuat posisi, justru dapat mempercepat proses pengikisan modal politik yang dimilikinya.

Dalam politik, tidak semua langkah maju berarti kemajuan. Ada kalanya, langkah yang paling bijaksana adalah memberi ruang bagi waktu, proses, dan dinamika demokrasi untuk bekerja. Ketika ambisi berlari lebih cepat daripada legitimasi, yang lahir bukanlah konsolidasi kekuasaan, melainkan percepatan menuju kemunduran politik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PBHI: Presiden Harus Hentikan Penghinaan terhadap Warga Negara

Next Post

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan
Economy

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Jepang dan Wajah Baru Perceraian
Cross Cultural

Jepang dan Wajah Baru Perceraian

July 26, 2026
Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang
Feature

Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

July 26, 2026
Next Post
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

PBHI: Presiden Harus Hentikan Penghinaan terhadap Warga Negara

July 26, 2026
Jepang dan Wajah Baru Perceraian

Jepang dan Wajah Baru Perceraian

July 26, 2026
Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

Paradoks Jepang: Kekurangan Tenaga Kerja, Tetapi Menolak Pendatang

July 26, 2026
Dari Rumah Sakit ke Industri Seks: Potret Kelam Jepang Modern

Dari Rumah Sakit ke Industri Seks: Potret Kelam Jepang Modern

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...