• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Diskriminasi Gender dalam Proyek Strategis Nasional, Konflik Agraria, dan Sertifikasi Laut

fusilat by fusilat
March 10, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dr. Novita Sari Yahya

Dua kali mengikuti kegiatan Zoom Meeting yang diadakan oleh Rumah Kita Bersama dalam rangka Ngaji Ramadan 1446 H serta peringatan Internasional Women’s Day (IWD) 2025 memberikan gambaran jelas tentang diskriminasi gender dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Acara yang diselenggarakan pada 28 Februari 2025 dengan tema “Demokrasi dan Diskriminasi dalam Proyek Strategis Nasional” serta pada 8 Maret 2025 dengan tema “Diskriminasi Gender dalam Konflik Agraria dan Nasib Perempuan Pesisir Akibat Sertifikasi Laut” menyoroti ketidakadilan gender dalam pembangunan yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat.

Ketidakadilan Gender dalam PSN

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Puspita Bahari, dan Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI), diskriminasi terhadap perempuan dalam proyek pembangunan strategis nasional dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Perampasan Pulau Sangiang, Banten Masyarakat pesisir Pulau Sangiang Banten masih berjuang melawan perampasan pulau atas nama investasi pariwisata. Proyek ini mengancam ruang hidup masyarakat lokal, terutama perempuan yang menggantungkan hidupnya dari sumber daya pesisir.
  2. Dampak Industri Ekstraktif di Morowali dan Morowali Utara Perubahan kebijakan politik menyebabkan eksploitasi besar-besaran di Morowali dan Morowali Utara. Pencemaran akibat industri ekstraktif berdampak pada kesehatan mental dan fisik perempuan, serta meningkatkan beban kerja perempuan hingga 3-10 kali lipat. Wilayah tangkap perempuan yang biasa mencari kerang kini berubah menjadi pelabuhan alat berat, menyebabkan lumpur dalam dan berbahaya. Akibatnya, mereka harus mencari kerang ke tempat yang lebih jauh, berpengaruh pada penghasilan dan ekonomi keluarga nelayan.
  3. Dampak Pembangunan Bendungan Berdasarkan Perpres 56/2017, pemerintah menetapkan 248 Proyek Strategis Nasional, termasuk 60 bendungan. Dari empat bendungan yang dikaji, tiga di antaranya menyebabkan penggusuran paksa. Pemindahan paksa tersebut diwarnai dengan ganti rugi yang tidak adil, pemenuhan hak-hak dasar yang diabaikan di tempat baru, serta merosotnya kualitas hidup warga setelah pengusiran. (Sri Palupi, peneliti The Institute for ECOSOC Rights).
  4. Tidak Diakuinya Identitas Perempuan Nelayan Negara belum mengakui identitas perempuan nelayan, sehingga mereka tidak mendapatkan akses terhadap alokasi anggaran negara untuk perlindungan dan pemberdayaan. Hal ini semakin memperburuk kondisi ekonomi dan sosial perempuan pesisir. (KIARA, Puspita Bahari, PPNI).

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan dari berbagai narasumber dalam dua webinar tersebut, dapat disimpulkan bahwa Proyek Strategis Nasional yang diklaim demi kepentingan rakyat justru memperburuk kondisi perempuan, terutama dalam aspek hak dasar dan ketimpangan ekonomi. Penyusutan wilayah kelola laut nelayan menyebabkan kesulitan ekonomi, meningkatnya hutang kepada rentenir/bank, serta maraknya kasus perkawinan anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Beban kerja yang lebih berat akibat penyempitan ruang tata kelola perikanan semakin berdampak pada kesehatan fisik dan mental perempuan.

Rekomendasi

Para narasumber memberikan beberapa saran untuk mengatasi ketimpangan ini:

  1. Pendirian Koperasi Nelayan KIARA, Puspita Bahari, dan PPNI merekomendasikan pendirian koperasi nelayan sebagai solusi ekonomi yang lebih mandiri bagi perempuan pesisir. Sebagai alternatif, BMT (Baitul Maal wa Tamwil) dapat dipertimbangkan karena tidak menerapkan bunga dan biaya administrasi. Pendanaan BMT dapat bersumber dari CSR (Corporate Social Responsibility) perbankan.
  2. Penilaian Ulang PSN dengan Indikator HAM Indikator keberhasilan Proyek Strategis Nasional seharusnya tidak hanya diukur dari segi ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari pemenuhan hak-hak dasar warga. Tidak boleh ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam skema pembangunan PSN.

Dengan mempertimbangkan rekomendasi ini, diharapkan pembangunan nasional dapat lebih berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya perempuan pesisir yang selama ini menjadi korban dari kebijakan pembangunan yang tidak inklusif.

Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

8.790 Rumah Terendam Banjir dan Memutus Akses Jalan di Kabupaten Bandung

Next Post

Petani di Persimpangan: Jual Gabah ke Bulog atau Tengkulak?

fusilat

fusilat

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
PETANI TANPA BULOG

Petani di Persimpangan: Jual Gabah ke Bulog atau Tengkulak?

Politik Dua Wajah: Komunikasi Sipil vs. Otoritatif dalam Kepemimpinan

Politik Dua Wajah: Komunikasi Sipil vs. Otoritatif dalam Kepemimpinan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...