• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Petani di Persimpangan: Jual Gabah ke Bulog atau Tengkulak?

by
March 10, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Dalam hitungan minggu, petani akan menghadapi panen raya padi untuk Musim Tanam Okt-Mar 2025. Meskipun di beberapa daerah sudah ada yang mulai memanen, panen raya kali ini mengalami kemunduran akibat iklim ekstrem yang tidak menentu.

Bagi petani, panen raya adalah momentum besar untuk mengubah nasib. Harapan mereka sederhana: terbebas dari belenggu kemiskinan dan menikmati kehidupan yang lebih sejahtera. Namun, kenyataan sering kali tidak sesuai dengan harapan. Hampir 80 tahun Indonesia merdeka, tetapi belum ada pemerintahan yang benar-benar mampu mewujudkan kesejahteraan petani. Kemiskinan tetap melilit, dan jargon “Petani Bangkit Mengubah Nasib” masih sebatas slogan tanpa implementasi nyata.

Salah satu faktor utama yang membuat petani sulit keluar dari lingkaran kemiskinan adalah harga jual gabah saat panen. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sering kali hanya formalitas tanpa pengendalian efektif. Akibatnya, meskipun produksi meningkat, pendapatan petani tetap stagnan. Panen yang seharusnya menjadi berkah justru berubah menjadi tantangan.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah menetapkan kebijakan “satu harga” gabah dengan HPP sebesar Rp 6.500 per kg. Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, harga yang menguntungkan petani bisa mengurangi praktik permainan harga oleh tengkulak. Di sisi lain, efektivitas implementasi kebijakan ini masih menjadi tanda tanya besar.

Pemerintahan Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putihnya menegaskan keberpihakan pada sektor pangan dan pertanian, dengan swasembada sebagai prioritas utama. Namun, jika strategi hanya berfokus pada peningkatan produksi tanpa memastikan kesejahteraan petani, maka kebijakan ini berisiko gagal.

Data BPS menunjukkan bahwa 47,94% masyarakat yang tergolong miskin ekstrem berada di sektor pertanian, terutama petani gurem dan buruh tani. Maka, pertanyaan besar muncul: ke mana petani harus menjual gabahnya? Ke Bulog atau tengkulak?

Mengapa Petani Lebih Memilih Tengkulak?
Meskipun Bulog memiliki peran dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras, petani cenderung lebih memilih menjual gabah ke tengkulak. Ada beberapa alasan utama:

  1. Alasan Ekonomi
    • Tengkulak menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan Bulog.
    • Pembayaran dari tengkulak lebih cepat dan tunai.
    • Tidak ada biaya administrasi yang membebani petani.
  2. Alasan Operasional
    • Tengkulak memiliki proses transaksi yang lebih sederhana tanpa banyak persyaratan.
    • Fleksibilitas waktu penerimaan gabah lebih tinggi dibandingkan Bulog.
    • Tengkulak berada lebih dekat dengan petani, mengurangi biaya transportasi.
  3. Alasan Sosial
    • Hubungan emosional dan kebersamaan antara petani dan tengkulak lebih erat.
    • Tengkulak sering kali memberikan bantuan atau pinjaman bagi petani dalam keadaan darurat.
    • Kepercayaan petani terhadap tengkulak lebih tinggi dibandingkan dengan Bulog.

Namun, tetap penting bagi petani untuk mempertimbangkan penjualan ke Bulog demi stabilitas jangka panjang. Jika kebijakan “satu harga” benar-benar diterapkan dengan baik, maka peluang petani untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari Bulog bisa meningkat. Pemerintah harus memastikan pengawalan dan pengawasan ketat agar kebijakan ini tidak hanya menjadi wacana.

Pada akhirnya, pilihan petani antara menjual ke Bulog atau tengkulak akan bergantung pada realitas di lapangan. Apakah pemerintah benar-benar bisa membuat Bulog lebih kompetitif dan berpihak pada petani? Ataukah petani tetap harus bergantung pada tengkulak yang selama ini lebih memahami kebutuhan mereka? Ini adalah tantangan besar yang perlu segera dijawab.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diskriminasi Gender dalam Proyek Strategis Nasional, Konflik Agraria, dan Sertifikasi Laut

Next Post

Politik Dua Wajah: Komunikasi Sipil vs. Otoritatif dalam Kepemimpinan

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Politik Dua Wajah: Komunikasi Sipil vs. Otoritatif dalam Kepemimpinan

Politik Dua Wajah: Komunikasi Sipil vs. Otoritatif dalam Kepemimpinan

Ada 8 Poin Penting Dalam Regulasi Perlindungan Ojol, Sedang Digeber dengan Target Terbit Desember

Presiden Minta THR Pengemudi Ojol dan Kurir Online Dibayar Tunai

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...