• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Doa yang Terpaut Jarak – AHY Anda Menko – Bukan Ustad

Ali Syarief by Ali Syarief
December 1, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Menyikapi Pernyataan AHY: “Saya Ingin Jadi Bagian yang Tak Terpisahkan” – Partaimu Dimana?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Suatu hari saya membaca berita singkat dari Jepang: kapal kecil karam di laut, 24 orang tewas. Ini tragedi, tak butuh metafora rumit. Yang menarik justru respon negaranya. Seorang pejabat pemerintah tampil ke podium, tanpa lirisisme, tanpa pengantar berlapis. Kalimatnya lugas: “Kami akan memperbaiki kebijakan keselamatan di laut.”
Tidak ada ornamen lain. Tidak ada keterangan tambahan tentang perasaan pribadi, keluarga besar, atau lingkungan spiritual sang pejabat. Ia berbicara sebagai negara, bukan sebagai warga yang kebetulan memegang mikrofon kekuasaan. Fokusnya jelas: rakyat sebagai subjek kebijakan, negara sebagai penyedia solusi, tragedi sebagai momentum koreksi sistemik.

Di sisi lain, setiap detik setelah kapal itu karam, perangkat penyelamat sudah bergerak. Coast Guard, tim darurat, protokol keselamatan, dan mekanisme investigasi bekerja—diam, cepat, terukur, sesuai standar prosedur. Wajah negara muncul melalui tindakan yang sistematis, bukan melalui emosi yang dipersonalisasi. Ini contoh sederhana tentang bagaimana duka publik diperlakukan sebagai urusan publik: persoalan sistem, pertanggungjawaban negara, dan perbaikan kebijakan.

Lalu saya menyeberang di layar ponsel ke linimasa Indonesia. Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono, menulis panjang di akun X-nya. Ia berkisah tentang banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat—rangkaian bencana yang juga menelan duka. Tapi alih-alih bicara tentang koreksi kebijakan, standar mitigasi, atau perbaikan infrastruktur yang ia pimpin, yang tampil lebih dulu adalah empati personal.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar … empati dan mendoakan semoga bangsa kita diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa … Aamiin.”

Ada irisan kekuasaan yang kabur di situ. Ia bukan berbicara sebagai negara yang memegang anggaran dan desain kebijakan keselamatan infrastruktur, melainkan seperti jamaah yang sedang diminta memimpin tahlil. Kalimat itu indah, tulus mungkin. Tapi konteksnya terasa miring. Begitu miringnya, sampai kita tergoda membayangkan penulisnya berdiri di mimbar masjid, bukan di kantornya sebagai pejabat publik.

Masalahnya bukan pada doa. Kita semua berdoa. Masalahnya adalah proporsi peran. Seorang ustad memanjatkan doa untuk korban, menyejukkan hati, merawat solidaritas spiritual. Itu tepat. Tapi dari seorang Menko, publik sebenarnya menunggu kalimat yang berbeda—lebih dekat ke inti mandatnya: apa yang akan diperbaiki oleh negara agar bencana tak terus menjadi berita putus-sambung setiap musim hujan?

Di paragraf berikutnya AHY menuliskan bahwa BNPB dan BPBD sedang bekerja, Kementerian PU mengirim alat berat, pemulihan berjalan sesuai protap. Itu pengumuman pekerjaan orang lain. Itu laporan lapangan, bukan pernyataan kebijakan. Yang hilang justru bagian paling pokok dari seorang policy maker: refleksi tanggung jawab struktural dan keputusan strategis yang akan diambil oleh negara.

Di Jepang, kata-kata pendek itu menegaskan bahwa negara hadir dengan dua wajah sekaligus: bertanggung jawab atas tragedi, dan menjanjikan solusi sistemik bagi rakyat. Di Indonesia, yang terasa lebih tebal justru wajah lain: negara yang bersedih, tapi enggan mengakui bahwa duka itu punya akar pada kebijakan yang belum selesai dikerjakan.

Kita, rakyat, akhirnya berada di antara dua garis pantai: satu yang menempatkan warga sebagai pusat koreksi, dan satu yang menempatkan doa sebagai penutup paragraf penyataan kekuasaan. Laut di Jepang dan sungai-sungai di Sumatera sama-sama bisa menenggelamkan manusia. Yang membedakan bukan airnya, tapi jarak antara duka dan kebijakan.

Jika setiap bencana hanya disapa dengan empati personal, sementara kebijakan struktural tak pernah diumumkan sebagai prioritas korektif, maka pemerintah tak sedang menyelesaikan persoalan. Ia hanya sedang mengantar rasa, bukan mengerjakan negara.

Dan negara yang baik, seperti diajarkan oleh contoh kecil dari laut Jepang itu, mestinya berani berkata: “Kita akan perbaiki.”
Sebab rakyat tak sedang membutuhkan pengumuman bahwa alat berat sudah dikirim—mereka butuh jaminan bahwa penyebabnya sedang dibereskan.

Duka boleh puitis. Kebijakan harus presisi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beras: Senjata Sunyi Penentu Kekuasaan – BERAS SEBAGAI KOMODITAS POLITIK

Next Post

Jelang Rakernas 3 Desember 2025, HKTI Dituntut Jadi Corong Kata Hati Petani

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

Jelang Rakernas 3 Desember 2025, HKTI Dituntut Jadi Corong Kata Hati Petani

10 Perupa ASPEN “Menembus Batas”: Bukan Garis yang Menghalangi, Tapi Titik Mula untuk Melampaui

10 Perupa ASPEN "Menembus Batas": Bukan Garis yang Menghalangi, Tapi Titik Mula untuk Melampaui

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist