• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Beras: Senjata Sunyi Penentu Kekuasaan – BERAS SEBAGAI KOMODITAS POLITIK

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
December 1, 2025
in Economy, Feature, Politik
0
Pemerintah Pastikan Gelontorkan Beras cadangan di Perum Bulog Untuk Stabilisasi Harga
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Komoditas politik bukan sekadar barang niaga. Ia adalah instrumen strategis yang menentukan denyut stabilitas negara. Peredarannya, ketersediaannya, bahkan dinamika harganya dapat mengguncang persepsi publik—yang pada titik tertentu, turut mengguncang legitimasi kekuasaan.

Di Indonesia, beras tidak hanya mengenyangkan perut rakyat, tetapi juga mempengaruhi “nafsu makan” politik para penguasa. Sebagai pangan utama bangsa, beras sering menjadi variabel penentu suasana sosial–ekonomi, sekaligus indikator keberhasilan atau kegagalan pemerintah.

Setidaknya terdapat lima alasan mendasar mengapa beras dikategorikan sebagai komoditas politik:

Pertama, kebutuhan pokok mayoritas rakyat.
Tidak ada komoditas lain yang sedekat beras dengan kehidupan harian masyarakat. Ketika pasokan terganggu, keresahan cepat menyebar dan disulut menjadi isu public.

Kedua, indikator kesejahteraan masyarakat bawah.
Stabilnya harga beras adalah stabilnya kehidupan rumah tangga prasejahtera. Ketika harga melambung, daya beli rakyat ambruk dan kritik terhadap pemerintah tumbuh subur.

Ketiga, sensitivitas politik yang tinggi.
Isu perut jauh lebih mudah memobilisasi opini dibanding isu filosofis atau teoritis. Pemerintah yang abai pada stok dan harga beras akan menghadapi badai ketidakpercayaan, terutama menjelang kontestasi elektoral.

Keempat, ruang besar untuk intervensi kebijakan.
Operasi pasar, penyerapan gabah, sampai impor—semuanya adalah keputusan administratif yang kental muatan politik, seringkali dikalkulasi bukan hanya demi ketahanan pangan, tetapi juga demi citra dan elektabilitas.

Kelima, simbol kemakmuran dan stabilitas negara.
Jika inflasi bisa disembunyikan dalam grafik, beras tidak bisa disembunyikan di meja makan. Ia adalah barometer nyata kemakmuran.

Karena itu, pemerintah idealnya tidak sekadar memiliki kebijakan, tetapi juga strategi yang presisi, terukur, berpihak pada petani, dan transparan di mata publik. Di antaranya:

  1. Stabilisasi harga melalui subsidi dan operasi pasar yang efektif.

  2. Peningkatan produktivitas lewat dukungan benih, pupuk, mekanisasi dan teknologi.

  3. Manajemen stok CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang elastis dan antisipatif.

  4. Perlindungan petani via kredit usaha tani, asuransi, serta pelatihan berkelanjutan.

  5. Transparansi dan komunikasi publik agar kebijakan tidak menjadi rumor yang memperkeruh suasana.

  6. Rencana mitigasi krisis menghadapi kemarau, hama, dan gangguan distribusi.

  7. Penguatan infrastruktur pertanian dan logistik agar biaya distribusi menurun dan margin petani meningkat.

Lalu pertanyaannya: Bagaimana kenyataannya hari ini?

Optimisme memang ditebarkan lewat angka. Pemerintah menegaskan stok beras nasional dan CBP tetap aman. Di awal 2025, stok CBP di Bulog diklaim mencapai 2 juta ton, dengan total stok beras nasional 8,148 juta ton. Sebuah angka yang menunjukkan cadangan masih cukup dalam menghadapi masa paceklik.

Strategi penyerapan gabah saat panen raya Maret–Mei lalu juga dijadikan momentum memperkuat stok pemerintah lewat produksi domestik—sebuah langkah yang patut diapresiasi jika realisasinya benar-benar menyerap hasil kering kering tangan para petani.

Namun di balik itu, PR besar masih menyala: fortifikasi beras.
Target RPJMN 2020–2024 yang menargetkan 100% penerima jaring pengaman sosial memperoleh beras terfortifikasi belum tercapai. Artinya, kecukupan belum otomatis berarti kualitas terpenuhi.

Di sinilah letak bahaya yang paling sunyi: stok bisa aman, tapi nutrisi belum tentu tersampaikan. Harga bisa ditahan, tapi petani belum tentu sejahtera. Distribusi bisa lancar di atas kertas, tapi belum tentu adil di lapangan.

Beras seharusnya tidak menjadi alat menenangkan kritik, tetapi alat memuliakan rakyat dan memakmurkan petani. Jika ia hanya dikelola untuk stabilitas citra kekuasaan, bukan stabilitas masa depan pangan bangsa, maka sesungguhnya pemerintah sedang memegang senjata tajam yang mengarah ke dirinya sendiri.

Semoga tulisan ini menjadi percik permenungan kolektif, bahwa politik pangan adalah politik masa depan, dan masa depan itu ditanam bukan di podium kekuasaan, tetapi di sawah-sawah yang hari ini mulai kehilangan generasinya.

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hukum Baru, Tradisi Bahasa Penjajah

Next Post

Doa yang Terpaut Jarak – AHY Anda Menko – Bukan Ustad

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu
Feature

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026
Next Post
Menyikapi Pernyataan AHY: “Saya Ingin Jadi Bagian yang Tak Terpisahkan” – Partaimu Dimana?

Doa yang Terpaut Jarak - AHY Anda Menko - Bukan Ustad

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

Jelang Rakernas 3 Desember 2025, HKTI Dituntut Jadi Corong Kata Hati Petani

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...