• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bisnis

Dunia Sedang Meninggalkan Alkohol!?

Puncak Mabuk Peradaban: Apakah Dunia Sedang Meninggalkan Alkohol?

Ali Syarief by Ali Syarief
January 25, 2026
in Bisnis, Feature
0
Dunia Sedang Meninggalkan Alkohol!?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sejak manusia belum mengenal tulisan, sebelum kota pertama berdiri, bahkan sebelum pertanian ditemukan, alkohol sudah menjadi bagian dari kisah kita. Primata purba tertarik pada buah yang terfermentasi. Rasa manis yang memabukkan itu menyalakan sesuatu dalam otak: rasa senang, kedekatan, keberanian. Ketika manusia mulai bercocok tanam, minuman fermentasi menjadi pusat perayaan. Bir dan anggur menyatukan keluarga, klan, lalu kota. Banyak sejarawan bahkan menyebut: peradaban dibangun di atas gelas minuman fermentasi.

Selama sekitar 10 juta tahun, manusia dan alkohol menjalani hubungan cinta panjang. Minum bukan sekadar kebiasaan; ia adalah ritual sosial. Ia membuka percakapan, melunakkan kecanggungan, dan menegaskan kebersamaan. Tidak heran jika hingga hari ini, undangan pertemuan, pesta, perayaan, bahkan negosiasi bisnis sering dimulai dengan kalimat sederhana: “Minum dulu?”

Namun, kisah cinta itu mulai retak.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas kesehatan dunia mengeluarkan peringatan keras: tidak ada kadar alkohol yang benar-benar aman. Temuan medis menunjukkan hubungan alkohol dengan kanker, penyakit jantung, gangguan hati, hingga penurunan fungsi kognitif. Mitos lama tentang “segelas anggur sehari baik untuk kesehatan” kini goyah. Alkohol, yang dulu diasosiasikan dengan gaya hidup elegan, perlahan mendapat label baru: risiko.

Pada saat bersamaan, kekuatan baru muncul dan mengubah perilaku manusia modern.

Pertama, era longevity influencer — para pengkhotbah umur panjang. Mereka mempopulerkan hidup bersih, biohacking, puasa intermiten, tidur terukur, dan pantangan alkohol. Hidup sehat kini bukan lagi nasihat dokter, melainkan tren gaya hidup.

Kedua, obat penurun berat badan injeksi yang kini populer di banyak negara. Obat ini menekan nafsu makan — termasuk keinginan untuk minum alkohol. Bagi banyak orang, keinginan mabuk kini kalah oleh ambisi tubuh ideal.

Ketiga, ledakan minuman non-alkohol dan rendah alkohol. Bir tanpa alkohol, anggur 0%, mocktail elegan — semua menawarkan sensasi sosial tanpa efek mabuk. Industri ini tumbuh cepat, menandakan perubahan selera generasi baru.

Keempat, munculnya “functional drinks”: minuman herbal dengan adaptogen, jamur, atau ekstrak tumbuhan yang menjanjikan relaksasi ringan, fokus mental, atau “buzz” lembut tanpa racun etanol. Mabuk diganti “tenang”. Pesta diganti “wellness gathering”.

Di titik ini, pertanyaan besar muncul:
Apakah dunia telah melewati “peak booze” — puncak konsumsi alkohol dalam sejarah manusia?

Jawabannya belum final. Tetapi tanda-tandanya nyata.

Generasi muda di banyak negara kini minum lebih sedikit dibanding generasi sebelumnya. Mereka lebih sadar kesehatan, lebih peduli citra diri digital, dan lebih berhitung tentang konsekuensi. Mabuk di era media sosial bukan lagi keren; ia bisa menjadi rekam jejak permanen.

Namun, alkohol punya satu kekuatan yang belum tergantikan sepenuhnya: kemampuannya merekatkan manusia secara sosial. Minum bersama adalah simbol kepercayaan, keakraban, bahkan kesetaraan. Tidak mudah menggantikan fungsi psikologis dan kultural ini hanya dengan segelas teh herbal.

Maka masa depan kemungkinan bukan dunia tanpa alkohol, melainkan dunia yang mendefinisikan ulang cara manusia “berbagi mabuk”. Mabuk kimia bisa digantikan mabuk kebersamaan. Mabuk etanol diganti mabuk pengalaman.

Peradaban pernah dibangun dari fermentasi. Kini peradaban mungkin sedang mencari fermentasi baru: bukan buah busuk, tapi kesadaran sehat yang tetap merindukan koneksi manusiawi.

Jika sejarah adalah pendulum, maka gelas manusia sedang beralih arah. Pertanyaannya tinggal satu:
apakah kita benar-benar siap menutup bab terpanjang dalam kisah cinta manusia dengan alkohol?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

Next Post

DI BALIK PISAHNYA MONETER DAN FISKAL

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
DI BALIK PISAHNYA MONETER DAN FISKAL

DI BALIK PISAHNYA MONETER DAN FISKAL

MENGAPA BANK INDONESIA MELEPASKAN KEBIJAKAN MONETER DARI KEBIJAKAN FISKAL: Belajar dari Volatilitas Rupiah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist