• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MENGAPA BANK INDONESIA MELEPASKAN KEBIJAKAN MONETER DARI KEBIJAKAN FISKAL: Belajar dari Volatilitas Rupiah

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
January 25, 2026
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Selama beberapa tahun terakhir, nilai tukar rupiah bergerak semakin gelisah. Ia tidak runtuh, tetapi juga tak pernah benar-benar tenang. (Fakta ini telah berlangsung jauh sebelum pencalonan keponakan Presiden, oleh karena itu pernyataan Gubernur BI di foto di atas tidaklah relevan). Setiap guncangan global—kenaikan suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, atau perubahan kecil dalam ekspektasi fiskal—langsung diterjemahkan pasar ke dalam fluktuasi rupiah. Fenomena ini menimbulkan satu pertanyaan mendasar: mengapa stabilitas rupiah semakin sulit dijaga meskipun cadangan devisa cukup dan neraca perdagangan relatif kuat?

Literatur moneter modern memberi petunjuk penting: nilai tukar adalah harga ekspektasi, bukan sekadar refleksi arus perdagangan. Sejak karya klasik Dornbusch, nilai tukar dipahami sebagai variabel yang bereaksi cepat terhadap informasi dan ekspektasi kebijakan, bahkan sering kali overshoot dibandingkan fundamental riil (Dornbusch, 1976).

Dalam konteks ini, volatilitas rupiah dapat dibaca sebagai ekspresi dari satu keputusan kebijakan yang jarang diartikulasikan secara eksplisit, tetapi sangat nyata secara operasional: pemisahan de facto antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal oleh Bank Indonesia.

Volatilitas sebagai Bahasa Pasar

Dalam teori kredibilitas bank sentral, volatilitas nilai tukar sering kali muncul ketika pasar belum sepenuhnya yakin pada policy reaction function otoritas moneter. Woodford menekankan bahwa stabilitas makro modern bergantung bukan pada intervensi ad hoc, melainkan pada kemampuan bank sentral mengelola ekspektasi melalui aturan dan komunikasi yang konsisten (Woodford, 2003).

Volatilitas, dalam pengertian ini, bukan kegagalan teknis. Ia adalah mekanisme penyesuaian ekspektasi. Frankel menunjukkan bahwa pasar valuta asing bereaksi lebih kuat terhadap sinyal kebijakan jangka menengah—seperti risiko fiskal dan kredibilitas institusional—dibandingkan data perdagangan jangka pendek (Frankel, 1996).

Inilah sebabnya mengapa rupiah dapat bergejolak meskipun neraca perdagangan surplus: pasar tidak sedang menilai ekspor-impor, melainkan hubungan antara kebijakan fiskal dan komitmen moneter ke depan.

Koordinasi Fiskal–Moneter dan Risiko Moral Hazard

Pengalaman global menunjukkan bahwa koordinasi fiskal–moneter yang terlalu erat dapat menciptakan moral hazard kebijakan. Sargent dan Wallace, dalam teori unpleasant monetarist arithmetic, mengingatkan bahwa ketika kebijakan fiskal dominan, bank sentral pada akhirnya dipaksa menyesuaikan diri—dengan konsekuensi inflasi atau depresiasi nilai tukar (Sargent & Wallace, 1981).

Selama pandemi, Indonesia—seperti banyak negara lain—memasuki fase fiscal dominance sementara. Skema burden sharing efektif secara jangka pendek, tetapi menurut kerangka BIS, kebijakan luar biasa semacam ini harus diakhiri dengan jelas agar ekspektasi pasar tidak menganggapnya permanen (BIS, 2021).

Dengan menarik jarak dari kebijakan fiskal pasca-pandemi, BI pada dasarnya sedang berusaha memulihkan kredibilitas jangka panjang, meskipun biayanya muncul dalam bentuk volatilitas nilai tukar jangka pendek.

Mengapa Volatilitas Rupiah Lebih Tinggi?

Reinhart dan Rogoff menunjukkan bahwa negara emerging market cenderung mengalami volatilitas nilai tukar yang lebih tinggi karena kombinasi pasar keuangan yang lebih dangkal dan sensitivitas terhadap arus modal portofolio (Reinhart & Rogoff, 2009). Namun perbedaan antar-negara emerging sendiri sangat ditentukan oleh kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter sebagai satu sistem.

Dalam kasus Indonesia, volatilitas rupiah mencerminkan tiga hal yang disorot dalam literatur IMF:

  1. Ketergantungan pembiayaan fiskal pada investor non-residen,
  2. ⁠Sensitivitas nilai tukar terhadap perubahan ekspektasi defisit dan utang,
  3. ⁠Preferensi bank sentral untuk flexible exchange rate sebagai shock absorber (IMF, 2023).

Dengan kata lain, rupiah dibiarkan berfluktuasi agar menjadi mekanisme disiplin pasar, bukan objek pertahanan simbolik.

Pelajaran dari ASEAN: Kredibilitas Mengalahkan Intervensi

Perbandingan dengan Singapura memperjelas argumen ini. Monetary Authority of Singapore secara eksplisit menjadikan nilai tukar sebagai instrumen kebijakan moneter utama. Kerangka ini berhasil karena, seperti dicatat oleh Ghosh et al., stabilitas nilai tukar hanya efektif bila didukung oleh disiplin fiskal yang tinggi dan komunikasi kebijakan yang konsisten (Ghosh et al., 2015).

Malaysia menunjukkan model antara: fleksibilitas moneter dipertahankan, tetapi koordinasi fiskal tetap kredibel. Studi Bank Dunia menunjukkan bahwa kombinasi ini menghasilkan volatilitas nilai tukar yang lebih rendah tanpa kehilangan daya adaptasi terhadap guncangan eksternal (World Bank, 2022).

Indonesia, sebaliknya, masih berada dalam fase transisi institusional: moneter sudah relatif independen, fiskal belum sepenuhnya menjadi jangkar ekspektasi. Volatilitas rupiah adalah refleksi dari ketidaksinkronan ini.

Penutup: Volatilitas sebagai Cermin Sistem Kebijakan

Literatur sistem keuangan modern semakin menegaskan bahwa stabilitas bukan ketiadaan fluktuasi, melainkan kemampuan sistem menyerap guncangan tanpa kehilangan arah. Minsky telah lama mengingatkan bahwa stabilitas semu justru melahirkan instabilitas yang lebih besar di kemudian hari (Minsky, 1986).

Dalam terang ini, volatilitas rupiah tidak semata-mata harus dibaca sebagai kelemahan BI, tetapi sebagai indikator bahwa bank sentral menolak kembali ke rezim dominasi fiskal. Rupiah menjadi arena tempat konsistensi kebijakan diuji.

Pertanyaan strategisnya bukan lagi apakah BI mampu menahan volatilitas, melainkan: apakah kebijakan fiskal Indonesia siap berdiri tanpa jaring pengaman moneter?===

Daftar Referensi Akademik
Dornbusch, R. (1976). Expectations and Exchange Rate Dynamics. Journal of Political Economy.
Frankel, J. (1996). Exchange Rates and the Single Currency. Brookings Papers.
Woodford, M. (2003). Interest and Prices: Foundations of a Theory of Monetary Policy. Princeton University Press.
Sargent, T., & Wallace, N. (1981). Some Unpleasant Monetarist Arithmetic. Federal Reserve Bank of Minneapolis.
Reinhart, C., & Rogoff, K. (2009). This Time Is Different. Princeton University Press.
Bank for International Settlements (2021). Annual Economic Report.
International Monetary Fund (2023). Indonesia: Article IV Consultation.
Ghosh, A. et al. (2015). Exchange Rate Regimes and Stability. IMF.
Minsky, H. (1986). Stabilizing an Unstable Economy. Yale University Press

CIMAHI, 223 JANUARI 2026

Penulis:
Berijasah asli dari Jurusan Studi Pembangunan FE-Unpad
Anggota Komite Eksekutif KAMI
Ketua Komite Kajian Ilmiah Forum Tanah Air

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DI BALIK PISAHNYA MONETER DAN FISKAL

Next Post

KH Ahmad Faisal Akhfasy: Salat pun Bisa Masuk Neraka

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi
Bencana

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026
Feature

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026
Next Post
KH Ahmad Faisal Akhfasy: Salat pun Bisa Masuk Neraka

KH Ahmad Faisal Akhfasy: Salat pun Bisa Masuk Neraka

Diklat DKPA Tentang KUHAP Baru: Dari Ruang Kelas ke Ruang Perkara

Diklat DKPA Tentang KUHAP Baru: Dari Ruang Kelas ke Ruang Perkara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...