Jakarta – KH Ahmad Faisal Akhfasy mengajak umat Islam untuk menegakkan salat lima waktu, karena semua amalan yang dihisab Allah SWT berpangkal dari salat. “Kalau salatnya baik, semua amal kita akan baik pula,” katanya.
Hal itu dikatakan KH Ahmad Faisal Akhfasy saat menjadi penceramah dalam acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Musala As-Syafi’iyah di Peninggaran, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026) malam.
Hadir dalam kesempatan itu Ketua Dewan Kemakmuran Musala (DKM) As-Syafi’iyah Ustaz Dr Sukron Makmun Yusuf MA, Ketua RW 09 Kebayoran Lama Utara Ir H Anas Karim Rivai, qari Ustaz Ahmad Dasuki MPdI, serta sejumlah tokoh ulama setempat seperti Ustaz Aji Bandi, H Sulaiman, H Sobri, sejumlah Ketua RT dan jemaah musala, baik lelaki maupun perempuan.
Dalam acara bertajuk, “Salat sebagai Pilar Utama Menuju Kesuksesan” ini, Kiai Faisal menguraikan hikmah Isra Miraj, di mana dalam perjalanan sepertiga malam dari Masjidil Haram di Arab Saudi ke Masjidil Aqsa di Palestina, serta dari Aqsa ke Sidratul Muntaha yang letaknya setelah langit ke tujuh, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu salat lima waktu dari Allah SWT. 
‘Maka jangan pernah tinggalkan salat. Sebab selain mendatangkan sakinah (ketenangan), kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, salat juga bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar,” jelasnya.
Salat, tegas Kiai Faisal, juga menjadi titik tolak dari semua amal seorang Muslim setelah hari kiamat. “Kalau salat kita baik, niscaya semua amal kita juga baik,” tegasnya.
Hanya saja, Kiai Faisal juga mengingatkan, salat juga bisa menjadi sebab seorang Muslim masuk neraka, yakni ketika mereka lalai dalam salatnya.
Selain yang sudah disebutkan dalam Surat Al Maun ayat (4), (5), (6) dan (7), yakni, “Celakalah orang yang mengerjakan salat, yang lalai dalam salatnya, yakni berbuat riya (pamer) dan tidak memberi bantuan”, menurut Kiai Faisal, salat yang dikerjakan di luar waktu salat juga dianggap lalai, sehingga seorang Muslim akan celaka atau masuk neraka.
Sebab itu, ia mengajak umat Muslim untuk mengerjakan salat lima waktu tepat waktu atau sesuai dengan domain waktu masing-masing.
Salat, kata Kiai Faisal, juga bisa membentuk karakter atau akhlak seorang Muslim menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT.
Ia lalu mencontohkan seorang waria yang bertanya kepada seorang habib tentang nasibnya kelak di akhirat ketika ia rajin mengerjakan salat, sementara dia seorang waria, di mana dijawab habib itu agar waria tersebut terus mengerjakan salat, sehingga karakter atau akhlaknya akan terbentuk menjadi pribadi yang takwa atau taat kepada Allah SWT.
Sebab itu, ia mengajak kaum Muslimin untuk menyelamatkan keluarganya dari siksa api neraka, dengan mendidik para anggota keluarganya, termasuk sang istri, untuk menegakkan salat lima waktu. “Jika seorang Muslim gagal menjadi imam keluarga, atau tidak bisa mendidik anak istrinya untuk menegakkan salat, niscaya siksanya akan berat nanti di akhirat,” tandasnya.
Sementara itu, Ustaz Sukron Makmun Yusuf mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin, juga pihak-pihak yang telah berpartisipasi sehingga acara Isra Miraj di musalanya berlangsung lancar meskipun persiapannya relatif mendadak. “Kalau kita menolong agama Allah niscaya Allah akan menolong kita. Alhamdulillah acara ini dapat terselenggara dengan baik atas berkat rahmat Allah dan usaha kita bersama,” katanya.
























