Jakarta – Fusilatnews – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didik J Rachbini, mengungkapkan keprihatinannya terkait kebijakan utang yang diambil selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Didik, kebijakan utang tersebut dilakukan secara ugal-ugalan dan tidak terkendali, yang akan memberikan dampak negatif bagi pemerintahan berikutnya, terutama bagi Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Didik menjelaskan bahwa ketergantungan pemerintah pada utang selama satu dekade terakhir telah menciptakan beban yang sangat besar bagi anggaran negara, terutama dalam hal pembayaran bunga utang. “Beban bunga utang ini jauh lebih besar dibandingkan pos anggaran kementerian, sektor, maupun provinsi mana pun. Jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi, misalnya, pembayaran utang ini 1.600 persen lebih tinggi dari total APBD rakyat Jawa Barat,” ungkap Didik.
Lebih lanjut, Didik menegaskan bahwa beban utang yang sangat besar ini akan menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Prabowo. “Pemerintahan Prabowo akan dihadapkan pada situasi fiskal yang sangat sulit karena harus menanggung beban pembayaran utang yang luar biasa besar ini. Kebijakan ekonomi yang lebih bijak dan pengelolaan utang yang hati-hati sangat diperlukan untuk menghindari krisis fiskal di masa depan,” tambahnya.
Didik juga mengingatkan bahwa pemerintahan baru perlu segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini. “Pemerintahan Prabowo harus segera meninjau ulang kebijakan utang dan memprioritaskan pengelolaan keuangan negara yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Didik menutup pernyataannya.

























