• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

EKONOMI EKSTRAKTIF ADALAH ZERO-SUM GAME

fusilat by fusilat
December 11, 2025
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ditulis oleh:
YUS DHARMAN, SH., MM., M.Kn
Advokat / Ketua Dewas FAPRI (Forum Advokat & Pengacara Republik Indonesia)

Jakarta, 11 Desember 2025 – Konsep dasar zero-sum game merujuk pada situasi kompetitif di mana keuntungan satu pihak setara dengan kerugian pihak lain. Tidak ada nilai tambah yang tercipta, tidak ada kemungkinan keuntungan bersama. Permainan seperti monopoly, perdagangan saham berbasis margin, indeks, forex, komoditas, dan produk derivatif mencerminkan konsep ini: keuntungan hanya berpindah tangan tanpa menghasilkan pertumbuhan ekonomi agregat.

Sebaliknya, pada non-zero-sum game—misalnya dalam perdagangan bilateral—kedua pihak mampu memperoleh manfaat bersama melalui spesialisasi dan penciptaan nilai tambah.

Namun dalam praktik pembangunan kita, eksploitasi alam seperti pertambangan, pembalakan hutan, reklamasi pantai, dan proyek ekstraktif lainnya justru sering beroperasi sebagai zero-sum game. Keuntungan jangka pendek korporasi dibayar mahal oleh kerusakan lingkungan yang bersifat permanen.

Paradigma ini menempatkan keberlanjutan ekonomi berhadapan dengan keberlanjutan alam. Deforestasi demi kepentingan industri meninggalkan luka ekologis yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dipulihkan.

Contohnya masih segar: tanah longsor yang memicu banjir bandang di berbagai wilayah Sumatera, menelan korban jiwa dan harta benda. Tragedi ini tak dapat dilepaskan dari orientasi pembangunan yang terjebak dalam logika zero-sum: mengejar keuntungan cepat dengan mengabaikan batas ekologi.

Atas dasar itu, sudah seharusnya aturan mengenai perubahan status hutan lindung menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) melalui mekanisme pelepasan kawasan hutan—beserta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana—segera direvisi. Frasa “bencana alam” dalam UU tersebut keliru bila dipahami sebagai kejadian yang sepenuhnya disebabkan oleh alam.

Pemahaman keliru ini menjadikan para pengambil kebijakan seolah tidak memiliki tanggung jawab moral maupun hukum atas keputusan pembangunan yang ugal-ugalan, yang demi keuntungan ekonomi jangka pendek justru mengorbankan nyawa anak bangsa.

Padahal, United Nations Disaster Risk Reduction (UNDRR) menegaskan bahwa tidak ada yang disebut “bencana alam.” Natural hazard seperti badai, gempa bumi, atau tsunami hanya berubah menjadi bencana ketika melanda masyarakat yang tidak dilindungi oleh tata kelola yang baik.

Profesor Chester Hartman dan Gregory D. Squires dari Harvard University pun menegaskan dalam buku There is No Such Thing as a Natural Disaster (2006) bahwa setiap bencana pada hakikatnya merupakan konstruksi sosial dan politik.

Dampak negatif lain dari ekonomi ekstraktif juga tampak pada praktik hutan tanaman industri (HTI) yang menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati, erosi, banjir, dan konflik sosial. Kasus di Sambelia, Lombok Timur, menunjukkan konflik zero-sum antara korporasi yang menguasai lahan dan masyarakat lokal yang kehilangan akses terhadap ruang hidup mereka.

Ekonomi ekstraktif juga melahirkan apa yang disebut paradox of plenty—semakin melimpah sumber daya alam yang dieksploitasi, semakin besar pula kerusakan lingkungan dan konflik sosial. Kerugian ekologis berupa hilangnya jasa lingkungan mencapai miliaran rupiah per tahun, kontras dengan praktik masyarakat adat yang mengelola alam tanpa pola pikir zero-sum.

Untuk keluar dari jebakan zero-sum game, negara harus memusatkan pembangunan pada Sumber Daya Manusia. Sekolah Teknik (ST), Sekolah Teknik Menengah (STM), dan Politeknik harus dihidupkan kembali sebagai basis pendidikan keterampilan. Lembaga-lembaga pendidikan inilah yang mampu melahirkan generasi muda terampil di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri dasar yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi—semen, keramik, logam, kimia dasar, pulp & kertas, plastik & kemasan, serta pakan ternak.

Dengan demikian, kebutuhan primer dan sekunder nasional dapat dipenuhi tanpa ketergantungan pada impor.

Jangan lagi nyawa-nyawa anak bangsa yang tak berdosa dikorbankan demi keserakahan ekonomi zero-sum game. Tanpa tata kelola lingkungan yang kokoh dan kebijakan ekonomi-politik yang berorientasi jangka panjang, kita hanya mewariskan kerusakan, bukan kemajuan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengerti Dulu – Baru Mengimaninya

Next Post

Averroisme: Cahaya Islam yang Mengguncang dan Mencerahkan Eropa Menuju Renaisans

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Averroisme: Cahaya Islam yang Mengguncang dan Mencerahkan Eropa Menuju Renaisans

Averroisme: Cahaya Islam yang Mengguncang dan Mencerahkan Eropa Menuju Renaisans

Saatnya UGM Dipindah dari Yogyakarta: Seruan Moral kepada Presiden

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...