• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengerti Dulu – Baru Mengimaninya

Sebuah Renungan Falsafah, Nalar, dan Ruhani

Ali Syarief by Ali Syarief
December 11, 2025
in Feature, Spiritual
0
Mengerti Dulu – Baru Mengimaninya
Share on FacebookShare on Twitter

Ada keganjilan dalam hidup manusia: banyak orang lebih cepat mempercayai mitos daripada kebenaran, lebih mudah mengimani cerita daripada ilmu, lebih siap tunduk pada simbol daripada makna. Padahal, di hadapan Yang Maha Mengatur, iman yang paling dihargai bukan yang paling ribut di permukaan, melainkan yang paling dalam dipahami.

Al-Qur’an menegaskan dengan amat terang:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”
(QS. Al-Isra’ 17:36)

Ayat ini seolah berkata:
Timbang dulu. Selidiki dulu. Pahami dulu. Baru percaya.

Sebab mengimani sesuatu tanpa mengerti dasarnya sama saja dengan menggenggam asap dan mengira itu emas.

Iman Tanpa Pengertian adalah Penjara

Iman yang tidak tumbuh dari nalar adalah iman yang selalu takut.
Takut dipertanyakan.
Takut diuji.
Takut ditantang.

Mengapa?
Karena ia tidak punya kaki.

Ibn Rushd—sang jembatan filsafat Timur dan Barat—pernah mengingatkan:

“Ketidaktahuan melahirkan ketakutan; pengetahuan melahirkan keberanian.”

Iman yang berani adalah iman yang memahami.
Iman yang takut adalah iman yang hanya ikut-ikutan.

Sebaliknya, Al-Qur’an berkali-kali mengajak manusia melakukan perjalanan ke dalam:

“Maka tidakkah mereka memikirkan?”
(QS. Al-Mu’minun 23:68)

Perintah berpikir ini bukan sekadar ajakan rasional, tetapi juga seruan spiritual. Sebab dalam banyak tradisi tasawuf, Tuhan dapat dikenal hanya oleh mereka yang “mengerti sebelum mengamini”.

Seperti kata Jalaluddin Rumi:

“Agama tanpa pemahaman adalah api tanpa cahaya.”

Ia panas, tetapi tidak menerangi apa-apa.

Mengikuti Tanpa Mengerti: Luka Lama Manusia

Allah mengkritik mereka yang beriman karena tradisi, bukan karena pengertian:

“Apakah mereka tetap mengikuti nenek moyang mereka, walau mereka tidak mengetahui apa pun dan tidak mendapat petunjuk?”
(QS. Al-Baqarah 2:170)

Ini adalah sindiran yang sangat halus namun tajam:
Fanatisme tanpa alasan adalah kebodohan yang diwariskan turun-temurun.

Di sinilah absurditasnya: banyak orang lebih mudah percaya bahwa sebuah keris sakti bisa menolak bala daripada mempercayai bahwa akal adalah anugerah Tuhan untuk mengenali kebenaran.
Mereka memuja bentuk, melupakan makna.
Mengagungkan simbol, melupakan substansi.

Iman menjadi ornamen, bukan jalan pulang.

Tasawuf: Pengetahuan Sebagai Jalan Ruhani

Dalam tradisi sufistik, iman yang hakiki tidak lahir dari hafalan, melainkan dari pengenalan.
Imam Al-Ghazali menulis dalam Ihya’ Ulumuddin:

“Barang siapa mengenal Allah dengan benar, maka imannya akan tegak dengan mantap.”

Perhatikan: mengenal dulu, baru tegak.
Bukan sebaliknya.

Karena apa pun yang tidak dipahami hanya menghasilkan dua hal:
fanatisme atau ketakutan.
Keduanya adalah musuh kebenaran.

Akal: Karunia Pertama, Sebelum Iman

Ketika manusia diciptakan, karunia pertama yang diberikan adalah kemampuan memahami.
Barulah keimanan tumbuh di atasnya.
Karenanya, menolak berpikir adalah menolak karunia Tuhan.

Imam Ali pernah berkata:

“Nilai seseorang sebesar pemahamannya.”

Maka seseorang yang mengimani tanpa mengerti sejatinya menurunkan derajat dirinya sendiri. Ia menutup pintu yang seharusnya dibuka.

Mengerti Dulu: Benteng dari Tipu Daya

Ketika manusia berhenti menggunakan akal, mudah bagi siapa pun untuk menipu atas nama tradisi, adat, agama, atau simbol.

Mereka menakuti manusia dengan cerita.
Mereka menciptakan kesaktian palsu.
Mereka membungkus kepentingan dengan mitos.

Dan manusia yang tidak mengerti akan mengimaninya tanpa berpikir panjang.

Padahal, mengimani yang tidak dipahami sama artinya dengan memegang keris sakti yang tak pernah membuktikan apa-apa.
Ia mungkin tampak gagah, tetapi tidak mampu menolong ketika diuji realitas.

Penutup: Iman adalah Titik, Pengertian adalah Garis

Iman itu titik akhir.
Tetapi pemahaman adalah garis yang membimbing kita menuju titik tersebut.

Karena itu, iman yang paling dewasa bukan yang diteriakkan dengan lantang, melainkan yang disimpulkan dari proses panjang pencarian.
Iman yang paling kuat bukan yang diwariskan, melainkan yang ditemukan.

Sebab hanya setelah mengerti, barulah seseorang layak mengimani.
Dan hanya iman yang dipahami yang mampu berdiri teguh di hadapan keraguan, zaman, dan tipu daya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MENGAPA PENGUASA TAKUT KEPADA KATA-KATA?

Next Post

EKONOMI EKSTRAKTIF ADALAH ZERO-SUM GAME

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post

EKONOMI EKSTRAKTIF ADALAH ZERO-SUM GAME

Averroisme: Cahaya Islam yang Mengguncang dan Mencerahkan Eropa Menuju Renaisans

Averroisme: Cahaya Islam yang Mengguncang dan Mencerahkan Eropa Menuju Renaisans

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...