• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Eksepsi Dikabulkan, Dakwaan Gugur: Jaksa Sedang Bermain Apa?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 23, 2026
in Feature, Law
0
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Beberapa tahun lalu saya pernah berbincang dengan seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara korupsi.

Saya bertanya, “Bagaimana kalau perkara yang Anda tangani kalah di pengadilan?”

Ia menjawab tanpa ragu.

“Kalau sudah ada kerugian negara, terdakwa harus dituntut sampai dipenjara.”

Jawaban itu mencerminkan keyakinan seorang jaksa. Jika sebuah perkara sudah dilimpahkan ke pengadilan, berarti seluruh konstruksi hukumnya diyakini telah matang. Surat dakwaan telah disusun cermat. Alat bukti dianggap cukup. Pasal-pasal telah dipilih secara tepat. Dengan kata lain, jaksa datang ke persidangan bukan untuk berjudi, melainkan untuk membuktikan dakwaannya.

Logika itulah yang membuat saya heran ketika mengikuti perkara dugaan pencemaran nama baik terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang menyeret nama Dr. Tifa dan Dr. Roy Suryo.

Ini bukan perkara biasa.

Korbannya adalah mantan Presiden Republik Indonesia. Sorotan publik luar biasa besar. Sejak awal, kasus ini menjadi perhatian nasional karena berkaitan dengan polemik yang telah berlangsung bertahun-tahun mengenai keaslian ijazah Jokowi.

Dalam perkara seperti ini, publik tentu berasumsi bahwa Kejaksaan akan menurunkan jaksa-jaksa terbaiknya. Sebab, sedikit saja kesalahan akan menjadi sorotan seluruh bangsa.

Namun yang terjadi justru mengejutkan.

Belum masuk tahap pembuktian.

Belum satu pun saksi diperiksa.

Belum satu pun alat bukti diuji di depan hakim.

Persidangan sudah tersandung di garis start.

Eksepsi Dr. Tifa dikabulkan. Artinya, hakim menemukan persoalan mendasar dalam dakwaan sehingga proses terhadap terdakwa tersebut tidak dapat dilanjutkan dalam bentuk dakwaan yang diajukan.

Bagi kalangan hukum, ini bukan persoalan sepele.

Surat dakwaan adalah fondasi seluruh perkara pidana. Jika fondasinya bermasalah, seluruh bangunan penuntutan dapat runtuh. Kesalahan dalam menyusun dakwaan bukan sekadar salah ketik atau kekeliruan administratif. Ia menyangkut profesionalisme aparat penegak hukum.

Yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimana mungkin perkara sebesar ini bisa lolos hingga persidangan dengan dakwaan yang ternyata tidak mampu melewati ujian paling awal?

Apakah jaksa kurang teliti?

Apakah penyusunannya dilakukan secara tergesa-gesa?

Apakah sejak awal konstruksi hukumnya memang dipaksakan?

Ataukah memang ada sesuatu yang sengaja dibiarkan terjadi?

Pertanyaan-pertanyaan itu wajar muncul. Sebab sebelumnya, jaksa terlihat sangat percaya diri. Mereka bahkan menuntut agar Dr. Roy Suryo dan Dr. Tifa dijatuhi hukuman penjara. Kepercayaan diri seperti itu seharusnya lahir dari keyakinan bahwa dakwaan yang disusun benar-benar kokoh.

Faktanya, salah satu dakwaan justru kandas sebelum pembuktian dimulai.

Di sinilah publik berhak bertanya.

Apakah Kejaksaan sedang menunjukkan ketidakprofesionalan?

Atau justru sedang mempertontonkan sesuatu yang lebih besar?

Sebab dalam praktik hukum, sangat jarang perkara yang mendapat perhatian nasional justru tumbang pada tahap paling mendasar. Apalagi perkara yang menyangkut nama seorang mantan kepala negara.

Negara hukum tidak dibangun di atas asumsi, melainkan di atas ketelitian, integritas, dan profesionalisme. Jaksa bukan hanya berkewajiban menghukum orang yang dianggap bersalah, tetapi juga memastikan bahwa setiap dakwaan memenuhi syarat formil dan materiil sebelum dibawa ke hadapan hakim.

Jika standar dasar itu saja gagal dipenuhi, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar nasib terdakwa.

Yang sedang dipertaruhkan adalah kewibawaan Kejaksaan sendiri.

Dan ketika publik mulai kehilangan kepercayaan terhadap kualitas penuntutan, yang runtuh bukan hanya sebuah perkara, melainkan kredibilitas sistem peradilan pidana.

Karena itu, pertanyaan yang sesungguhnya bukan lagi apakah Dr. Tifa atau Dr. Roy Suryo bersalah atau tidak.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:

Mengapa perkara sebesar ini bisa disiapkan dengan kualitas dakwaan yang tidak mampu bertahan menghadapi eksepsi?

Bila Kejaksaan tidak memberikan penjelasan yang memadai, ruang kosong itu akan diisi oleh berbagai dugaan. Dan dalam negara hukum, spekulasi adalah akibat yang selalu muncul ketika transparansi menghilang.

Publik berhak mendapatkan jawaban. Bukan demi membela siapa pun, melainkan demi menjaga kepercayaan bahwa hukum benar-benar ditegakkan dengan profesional, bukan dipermainkan oleh kepentingan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika AI Menulis, Siapa yang Sebenarnya Berpikir?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika AI Menulis, Siapa yang Sebenarnya Berpikir?

July 23, 2026
Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?
Feature

Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

July 23, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Eksepsi Dikabulkan, Dakwaan Gugur: Jaksa Sedang Bermain Apa?

July 23, 2026

Ketika AI Menulis, Siapa yang Sebenarnya Berpikir?

July 23, 2026
Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

July 23, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Mundurnya Nanik S. Deyang: Alasan Kesehatan atau Alarm Tata Kelola BGN?

Mundurnya Nanik S. Deyang: Alasan Kesehatan atau Alarm Tata Kelola BGN?

July 23, 2026
Eksepsi Tifa Diterima, Jokowi Tak Perlu Membuktikan Ijazah di Persidangan

Eksepsi Tifa Diterima, Jokowi Tak Perlu Membuktikan Ijazah di Persidangan

July 23, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Eksepsi Dikabulkan, Dakwaan Gugur: Jaksa Sedang Bermain Apa?

July 23, 2026

Ketika AI Menulis, Siapa yang Sebenarnya Berpikir?

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...