• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mundurnya Nanik S. Deyang: Alasan Kesehatan atau Alarm Tata Kelola BGN?

fusilat by fusilat
July 23, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Mundurnya Nanik S. Deyang: Alasan Kesehatan atau Alarm Tata Kelola BGN?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kawan Nazar

Masa jabatan yang hanya bertahan kurang dari dua bulan di pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) bukanlah peristiwa yang lazim. Pengunduran diri Nanik Sudaryati Deyang secara resmi disampaikan dengan alasan kesehatan—sebuah alasan yang patut dihormati sebagai ranah pribadi. Namun, dalam praktik birokrasi dan politik pemerintahan, pengunduran diri pejabat tinggi karena alasan kesehatan hampir selalu memunculkan pertanyaan yang lebih luas: apakah persoalannya semata-mata kondisi fisik, atau ada beban kelembagaan yang jauh lebih berat di balik keputusan tersebut?

Pertanyaan itu wajar diajukan, bukan untuk menafikan alasan kesehatan, melainkan untuk membaca konteks yang melingkupi peristiwa tersebut. Sebab, sebuah lembaga negara tidak dapat dipisahkan dari dinamika tata kelola, tekanan politik, maupun kompleksitas pelaksanaan kebijakan publik yang menjadi tanggung jawabnya.

Jabatan yang Sarat Risiko

BGN merupakan motor utama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional dengan cakupan yang sangat luas dan anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah dalam beberapa tahun ke depan. Mengelola program sebesar itu bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan juga persoalan akuntabilitas, integritas, dan tanggung jawab hukum.

Setiap keputusan mengenai pengadaan barang dan jasa, penunjukan mitra, distribusi logistik, hingga pengelolaan anggaran berpotensi menjadi objek pemeriksaan aparat pengawas maupun aparat penegak hukum apabila ditemukan penyimpangan. Konsekuensinya, posisi pimpinan BGN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merupakan salah satu jabatan dengan tingkat risiko tertinggi di lingkungan pemerintahan.

Dalam konteks itulah, pernyataan Nanik yang menyebut dirinya mengalami “trauma akut” dan lebih memilih menjalankan fungsi pengawasan daripada memegang kewenangan anggaran menjadi menarik untuk dicermati. Bila pernyataan tersebut memang disampaikan sebagaimana diberitakan, publik berhak bertanya: pengalaman apa yang melatarbelakangi pandangan tersebut? Apakah beban pengelolaan anggaran memang sedemikian besar sehingga seorang pejabat memilih mundur dari posisi eksekutif?

Pertanyaan-pertanyaan itu layak dijawab secara terbuka demi menjaga kepercayaan publik.

Antara Fakta dan Persepsi Publik

Di ruang publik, pengunduran diri dalam waktu yang sangat singkat memunculkan berbagai spekulasi. Ada yang mengaitkannya dengan kompleksitas pelaksanaan MBG, mulai dari persoalan kualitas layanan, insiden keracunan di sejumlah daerah, hingga berbagai tantangan dalam tata kelola pengadaan. Ada pula yang menduga adanya dinamika internal dalam koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Semua dugaan tersebut masih berada pada wilayah spekulasi dan belum dapat dijadikan kesimpulan tanpa bukti yang dapat diverifikasi. Namun, kemunculan spekulasi itu sendiri menunjukkan adanya persoalan komunikasi publik. Ketika informasi resmi sangat terbatas, ruang kosong tersebut hampir selalu diisi oleh berbagai tafsir dan dugaan.

Karena itu, transparansi bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga legitimasi sebuah lembaga negara.

Dewan Pengawas Bukan Solusi Tunggal

Wacana penempatan Nanik di Dewan Pengawas BGN dapat dipandang sebagai langkah untuk tetap memanfaatkan pengalaman dan kapasitasnya tanpa menempatkannya pada posisi eksekutif. Dari sudut kelembagaan, langkah tersebut dapat memperkuat fungsi kontrol apabila Dewan Pengawas benar-benar diberi kewenangan yang independen dan efektif.

Namun, jika perpindahan itu hanya menjadi solusi personal tanpa disertai pembenahan sistem, persoalan mendasar tidak akan selesai. Pergantian orang tidak otomatis memperbaiki tata kelola apabila mekanisme pengawasan, pengendalian risiko, dan akuntabilitas tetap berjalan dengan pola yang sama.

Momentum Melakukan Evaluasi Menyeluruh

Terlepas dari alasan pribadi yang mendasari pengunduran diri tersebut, peristiwa ini semestinya menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola BGN.

Setidaknya terdapat tiga agenda yang mendesak.

Pertama, melakukan audit komprehensif terhadap tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk mekanisme pengadaan, penunjukan mitra, dan sistem pengawasan internal.

Kedua, memperjelas pemisahan fungsi antara pelaksana program dan pengawas agar mekanisme checks and balances benar-benar berjalan, bukan sekadar formalitas organisasi.

Ketiga, membangun komunikasi publik yang lebih terbuka sehingga setiap perkembangan penting dapat dijelaskan secara transparan dan tidak memunculkan ruang spekulasi yang berlebihan.

Alarm yang Tidak Boleh Diabaikan

Mundurnya Nanik Sudaryati Deyang memang dapat dijelaskan secara resmi dengan alasan kesehatan. Tidak ada dasar untuk menafikan penjelasan tersebut. Namun, cepatnya pergantian pimpinan di lembaga yang mengelola salah satu program strategis nasional tetap merupakan peristiwa yang patut dicermati.

Peristiwa ini seharusnya dipandang sebagai alarm untuk mengevaluasi apakah sistem tata kelola BGN telah mampu melindungi pejabat yang menjalankan tugasnya, memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran, serta menjaga efektivitas pelaksanaan program.

Sebab, keberhasilan sebuah lembaga negara tidak boleh bergantung pada siapa yang menduduki kursi pimpinan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan sistemnya cukup kuat untuk bekerja secara transparan, profesional, dan akuntabel.

Jika pembenahan sistem tidak segera dilakukan, maka pergantian pimpinan hanya akan menjadi solusi jangka pendek, sementara persoalan mendasar berpotensi terus berulang pada masa yang akan datang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Eksepsi Tifa Diterima, Jokowi Tak Perlu Membuktikan Ijazah di Persidangan

Next Post

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika AI Menulis, Siapa yang Sebenarnya Berpikir?

July 23, 2026
Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?
Feature

Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

July 23, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Next Post
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika AI Menulis, Siapa yang Sebenarnya Berpikir?

July 23, 2026
Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

July 23, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Mundurnya Nanik S. Deyang: Alasan Kesehatan atau Alarm Tata Kelola BGN?

Mundurnya Nanik S. Deyang: Alasan Kesehatan atau Alarm Tata Kelola BGN?

July 23, 2026
Eksepsi Tifa Diterima, Jokowi Tak Perlu Membuktikan Ijazah di Persidangan

Eksepsi Tifa Diterima, Jokowi Tak Perlu Membuktikan Ijazah di Persidangan

July 23, 2026

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika AI Menulis, Siapa yang Sebenarnya Berpikir?

July 23, 2026
Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...