Penerbangan dari Warsawa ke Tel Aviv melakukan pendaratan darurat di Bandara Antalya setelah seorang penumpang di dalamnya jatuh sakit parah.
Antalya – TRTWorld – Fusilatnews – Maskapai nasional El Al Israel, telah melakukan pendaratan darurat di kota Antalya di Turki barat daya karena keadaan darurat medis, tetapi berangkat tanpa mengisi bahan bakar setelah kapten memilih untuk pergi, menurut sumber diplomatik Turki.
Penerbangan El Al dalam perjalanan dari Warsawa ke Tel Aviv, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Antalya pada hari Minggu setelah seorang penumpang jatuh sakit parah dan memerlukan perhatian medis segera.
Sumber diplomatik Turki mengonfirmasi bahwa pendaratan tersebut dilakukan untuk mengatasi situasi medis yang mendesak.
“Pendaratan darurat diberikan karena penumpang sakit. Pengisian bahan bakar dilakukan atas dasar kemanusiaan, namun kapten memutuskan untuk berangkat secara sukarela sebelum prosedur selesai,” katanya.
Pekerja bandara Turki di Antalya diduga menolak mengisi bahan bakar pesawat El Al Israel Airlines yang melakukan perjalanan dari Warsawa, Polandia, ke Tel Aviv, Israel, pada hari Ahad setelah melakukan pendaratan medis darurat, The Times of Israel melaporkan.
Maskapai tersebut menuduh para pekerja menolak mengisi bahan bakar penerbangan LY5102 sebelum melanjutkan perjalanan ke Israel, kata laporan itu.
“Setelah berkonsultasi dengan dokter yang merawat penumpang di pesawat tersebut, diputuskan bahwa pesawat tersebut harus segera mendarat untuk mengevakuasi penumpang tersebut ke rumah sakit secepatnya,” kata El Al dalam sebuah pernyataan.
“Pekerja lokal menolak mengisi bahan bakar pesawat perusahaan, meskipun itu karena alasan medis.”
Israel membebaskan direktur rumah sakit yang dikatakannya digunakan sebagai markas Hamas. Dia menuduh pelecehan dalam tahanan
Pejabat Turki merespons
Namun, pejabat Turki menanggapi pernyataan tersebut, membenarkan bahwa pesawat tersebut mampu melakukan pendaratan darurat di Antalya dan ditawari untuk mengisi bahan bakar namun akhirnya ditolak.
“Bahan bakar akan disediakan ke pesawat karena pertimbangan kemanusiaan, namun karena prosedur terkait akan segera diselesaikan, kapten memutuskan untuk pergi atas kemauannya sendiri,” kata sumber diplomatik Turki kepada The Times of Israel.
Militer AS di Eropa meningkatkan kewaspadaan terhadap teror
Penerbangan El Al mengisi bahan bakar di Yunani
Karena pesawat telah membakar bahan bakar di landasan selama pendaratan darurat, pesawat memerlukan pengisian bahan bakar. Pada akhirnya, pesawat El Al meninggalkan Turki dan terbang ke Rhodes, Yunani, untuk mengisi bahan bakar. Penerbangan ke Rhodes memakan waktu sekitar 40 menit, kata laporan itu.
Sejak dimulainya perang Israel-Hamas, semua penerbangan langsung antara Turki dan Israel telah dihentikan, lapor New York Post
























