Oleh: A Kuswandi
Jakarta – Isu Palestina adalah sisi paling emosional bagi umat Islam di seluruh dunia. Ironisnya, di saat negara-negara Eropa mendukung Palestina merdeka, negara-negara Arab yang mayoritas penduduknya Muslim justru mendukung Israel, musuh bebuyutan Palestina. Kok bisa?
“Memang di sanalah ironinya. Banyak negara Eropa yang sudah mendukung Palestina merdeka, namun negara-negara Arab justru mendukung Israel terus melakukan penjajahan terhadap rakyat Palestina,” kata analis politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI) Karyudi Sutajah Putra di Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Menurut KSP, sapaan akrabnya, Norwegia, Spanyol dan Irlandia merupakan negara-negara Eropa terbaru yang secara resmi mengakui Palestina sebagai negara, dan mendukung kemerdekaan negara di Timur Tengah itu, Selasa (28/5/2024).
Dengan demikian, katanya, kini sudah ada 11 dari 27 negara Uni Eropa yang mengakui Palestina sebagai negara. Delapan negara lainnya adalah Swedia, Siprus, Hungaria, Republik Ceko, Polandia, Slovakia, Rumania, dan Bulgaria.
Sebaliknya, kata KSP, negara-negara Arab yang mayoritas penduduknya Muslim, bahkan ada yang negara Islam, justru mendukung Israel, musuh bebuyutan Palestina.
Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko, kata KSP, merupakan enam dari 22 negara Arab yang sejak 2020 menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.
“Qatar meskipun derajatnya belum sampai pada tahap hubungan diplomatik, tapi sudah cukup erat dalam hubungan bisnis dengan Israel,” jelas KSP yang juga mantan Tenaga Ahli DPR RI.
Saat Iran melakukan serangan udara terhadap Israel sebagai balasan, medio April lalu, karena konsulatnya di Damaskus, Suriah, diserang tentara Israel yang menyebabkan tewasnya tujuh Garda Revolusi Iran, dua di antaranya jenderal awal April lalu, lanjut KSP, beberapa negara Arab seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Jordania justru membantu Israel dengan menyediakan informasi intelijen kepada Amerika Serikat dan negara zionis itu. “Bahkan Jordania secara aktif ikut mengadang drone dan rudal-rudal Iran yang ditembakkan ke Israel,” sesalnya.
Mengapa banyak negara Arab yang justru mendukung Israel? Menurut KSP, ada dua alasan. Pertama, alasan keamanan, dan kedua alasan ekonomi atau bisnis.
“Alasan keamanan, mereka tak ingin bentrok dengan Israel yang militernya dikenal sangat tangguh. Alasan bisnis, banyak negara-nagara Arab yang mengekspor minyak ke Israel. Sebaliknya, mereka banyak yang mengimpor senjata dari Israel,” terang calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2024 ini.
Akhirnya, kata KSP, sisi emosional umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terkait isu Palestina pun diabaikan.
“Demi keamanan dan bisnis, negara-negara Arab membiarkan mesin penggiling daging manusia tetap berputar di Israel. Senjata-senjata dan mesin-mesin pembunuh dibiarkan terus menyalak. Genosida dibiarkan terus terjadi,” tandasnya.
























