Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Kuningan, Fusilatnews – Ada tiga amalan yang tidak akan pernah terputus pahalanya, sekalipun kita telah meninggal dunia.
Ketiga amalan tersebut adalah, pertama, sedekah jariyah; kedua, ilmu yang bermanfaat; dan ketiga, doa anak sholeh.
“Maka dari itu, jadilah kalian anak sholeh yang patuh terhadap kedua orangtua, patuh kepada guru, dan selalu memanjatkan untaian doa terbaik untuk mereka, meskipun katakanlah mereka sudah meninggal dunia,” kata Habib Abu Bakar Bin Ali Masyhur Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafizh.
Hal itu dikatakan Habib Abu Bakar dalam ceramahnya pada acara Haul Akbar Al Habib Ali Masyhur Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafizh dan Haji Makad Sumitra sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Ma’had Al Fiqih Fiddin di Desa Randobawagirang, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Ahad (27/10/2024.
Selain mendoakan orangtua yang sudah meninggal dunia, kata Habib Abu Bakar, bakti seorang anak kepada orangtua dapat ditunjukkan melalui “akhlaqul karimah” (akhlak yang baik), sehingga bisa menjaga nama baik keluarga.
“Dengan menjaga nama baik keluarga, berarti kalian sudah termasuk anak yang sholeh,” jelasnya.
Hadir di majelis yang dipimpin H Muhammad Nasir itu antara lain Habib Rifki Al Jufri dan Ustadz Umar. Acara dimeriahkan dengan grup hadrah yang dipimpin Ustadz Nur Zakaria.
Akhlaqul karimah, kata Habib Abu Bakar, juga sangat penting dijaga untuk membentengi diri, terutama generasi muda, dari berbagai godaan maksiat di era teknonogi informasi dan digital ini.
“Dengan akhlaqul karimah, insya Allah kita tidak akan terombang-ambing oleh perubahan zaman, dan tidak pula terperosok di dalamnya sehingga kita tidak akan menjadi jahiliyah modern,” paparnya.
Jika dibandingkan dengan jahiliyah di zaman sebelum kerasulan Nabi Muhammad SAW, jelas Habib Abu Bakar, jahiliyah di zaman modern ini kerusakan yang bisa ditimbulkannya lebih dahsyat.
‘Jika ada yang menyebar satu film porno saja di internet, dampaknya bisa ke seluruh dunia karena seluruh dunia sudah terkoneksi drngan internet. Inilah bahayanya zaman jahiliyah modern,” terangnya.
Untuk itu, lanjut Habib Abu Bakar, akhlak Nabi Muhammad SAW yang hari ini kita peringati kelahirannya patut dicontoh oleh umat Islam di mana pun berada untuk menangkal bahaya dan ancaman jahiliyah modern, karena Nabi Muhammad adalah “uswatun hasanah” atau teladan yang baik.
“Dengan meneladani perilaku dan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah, insya Allah kita akan terhindar dari dampak buruk zaman jahiliyah modern. Kita akan punya akhlaqul karimah yang sanggup memfilter, memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang manfaat dan mana yang mudarat, serta mana yang membangun, dan mana yang merusak,” tandasnya.
























