• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Fitrah yang Membebaskan

fusilat by fusilat
May 4, 2022
in Feature
0
Fitrah yang Membebaskan

Foto ilustrasi: Shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Adlan Nawawi

Setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan, umat Islam akan kembali kepada fitrahnya. Sebuah tahapan yang mengkulminasi segala rangkaian pengabdian selama kurun waktu sebulan penuh. Mereka ditempa dengan berbagai amalan yang kesemuanya menegaskan bahwa sebanyak apapun pengabdian itu ditunaikan, sejatinya manusia tetaplah menyandang status sebagai hamba. Penghambaan adalah tujuan dari penciptaan manusia itu sendiri (QS. Adz-Zâriyât: 56).

Pengingkaran atas hakikat penghambaan dalam pengabdian adalah sebentuk keangkuhan. Tuhan mengusir Iblis dari surga bukan karena pengingkaran terhadap pengabdian kepada-Nya, melainkan penolakan untuk senantiasa berada dalam jalur penghambaan. Penolakan itu diikuti dengan sikap memandang diri lebih tinggi dan lebih mulia di antara hamba lainnya. Pun Adam dan Hawa terusir dari surga karena hasrat untuk melampaui kemanusiaan yang fanâ. Keduanya tertipu godaan setan untuk memakan buah keabadian (khuld) yang sejatinya hanya milik Tuhan.

Kisah Iblis dan Adam beserta Hawa menegaskan tentang keangkuhan dan keabadian yang sama sekali bukanlah milik manusia. Keangkuhan dan keabadian bertentangan dengan kemanusiaan. Mereka yang angkuh akan selalu berpotensi untuk berperilaku sewenang-wenang. Sementara mereka yang merasa abadi, akan selalu merasa tidak akan pernah ada akhir dari setiap perjalanan, dan batas dari segala kemampuan.

Manusia Merdeka

Selain makan dan minum, puasa identik dengan pengandalian hawa nafsu (hasrat pribadi). Kecenderungan untuk mengarusutamakan kepentingan pribadi membuat manusia terkungkung oleh dirinya sendiri. Menutup diri dari kenyataan luar dan memandang hanya pandangan dan pemikirannyalah yang benar. Subjektivisme dan individualisme menyatu menjadi tameng yang melindunginya dari kolektivisme. Pada gilirannya, yang muncul adalah mereka yang diperbudak nafsu.

Pada saat yang sama, panggilan untuk menunaikan ibadah puasa, justru ditujukan kepada mereka yang beriman. Mereka yang percaya dan meyakini keberadaan Tuhan, dan sekaligus meng-esa-kan-Nya. Sebab, kepercayaan tanpa peng-esa-an (tauhîd) hanya melahirkan kepercayaan semu dan rapuh. Sementara kerapuhan mustahil terjalin dalam keyakinan.

Hal itulah yang menyebabkan kafir Quraisy disebut tidak bertauhid, meski mereka mengakui kekuasaan Tuhan. Al-Qur’an menyinggung pengakuan mereka dalam QS. Az-Zukhruf: 9. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Pastilah mereka akan menjawab, “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.”

Keyakinan kepada Tuhan yang berbagi dengan pengakuan atas yang lainnya tidak ubahnya perilaku Iblis yang pada saat yang sama mengakui dirinya sebagai “tuhan” atas mahluk lainnya. Iblis diperbudak oleh nafsu, dan, bahkan, menjadikan dirinya sendiri sebagai nafsu yang tidak dapat ia kendalikan. Demikian halnya kafir Quraisy yang menuhankan berhala dan menjadikannya sekutu dari Tuhan. Ketiadaan tauhid telah membuat mereka menolak kebenaran Islam dan hanya mementingkan hasrat pribadi diri dan kelompoknya atas dasar keangkuhan.

Sebagai kritik atas realitas, Islam hadir dengan gagasan tauhid yang murni. Bukan sekadar meng-esa-kan Tuhan, tapi, sebagaimana diungkap oleh Asghar Ali Engineer (1999), juga memandang bahwa kemanusiaan (penghambaan) sebagai suatu hal yang “satu” (unity of mankind). Nilai keesaan yang dialamatkan kepada Tuhan akan menghadirkan penyerahan diri. Sementara nilai kesatuan kemanusiaan memunculkan kebersamaan, kesetaraan dan keadilan. Di sisi lain, keimanan (amn) menjadikan manusia merasakan keamanan, kedamaian dan keselamatan.

Hanya dengan demikian, kemerdekaan dan kebebasan dapat diraih. Merdeka dari belenggu hawa nafsu, serta bebas untuk menjalani aktivitas kemanusiaan tanpa diskriminasi, kesewenang-wenangan dan kekhawatiran.

Untuk Kemanusiaan

Beberapa hari lagi gema takbir, tahlil, dan tahmid berkumandang menandakan kembalinya manusia kepada fitrahnya. Mengingatkan manusia tentang jati diri sesunggunya yang sejak awal terlahir merdeka dan bebas. Fitrah yang juga bermakna kencenderungan pada kebenaran dan agama Allah yang lurus (hanîf) menitipkan tanggung jawab atas kemerdekaan dan kebebasan yang dimilikinya. Sejauh apapun keburukan yang dijalaninya, manusia senantiasa memiliki instrumen melekat untuk kembali kepada fitrahnya.

Puasa adalah arena latihan untuk mengasah instrumen tersebut. Sebulan penuh kebaikan menyeruak dan menggelimang setiap waktu. Begitu banyaknya kebaikan, hingga nampak pintu surga terbuka selebar-selebarnya. Dan, pada saat yang sama, pintu neraka tertutup rapat, serta setan sebagai aktor penjerumus pun sedang terbelenggu.

Fitrah yang menjadi tujuan kembali oleh mereka yang berpuasa senantiasa relevan untuk diperbincangkan. Sebab sebagai hamba, manusia ditempati salah dan dosa, bukan malaikat yang selalu terjaga dan hanya menjalani perintah. Begitu tidak terjaganya manusia, hingga mereka membutuhkan “ramadan” sebagai pembakar, pemusnah dan penghancur salah dan dosa.

Namun kisah pengusiran Iblis, Adam, dan Hawa dari surga telah mengisyaratkan bahwa pengingkaran atas penghambaan, keangkuhan atas diri pribadi dan keengganan untuk mengakui kebersamaan dan kesetaraan, menjadi penyebab murka Tuhan. Selain itu, hasrat untuk menjadi “Tuhan” atas sesama dan menjadikan diri sebagai sumber kebenaran abadi, bertentangan dengan kehendak-Nya.

Kiranya puasa hendak menyiratkan bahwa kebebasan yang sejati adalah kebebasan yang diraih dengan melepaskan belenggu segala hal yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Tuhan telah menjadikan manusia sebagai ciptaan terbaik (ahsani taqwîm) sejauh manusia tidak melampaui hakikat kemanusiaannya. Relasi manusia dengan Tuhan melalui tauhid yang murni telah cukup mampu mengakomodasi sebentuk penghambaan kepada-Nya, sekaligus mengharmonisasi hubungan dengan sesamanya manusia.

Dalam situasi sosial-kemasyarakatan yang sangat dinamis dan berubah, kesatuan manusia dengan Tuhan (tauhîd ilâhiyah) dan kesatuan manusia dengan sesamanya (tauhîd insâniyah) merupakan kebutuhan yang niscaya. Tanpa kedua kesatuan tersebut, fitrah kebebasan hanya akan selalu menjadi tujuan tanpa raihan.

Muhammad Adlan Nawawi, pengajar pada Program Pascasarjana PTIQ Jakarta.

Dikutip dari detik.com, Senin 25 April 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menutup Bulan Suci Ramadhan Umat Islam Seluruh Dunia Sholat Ied al Fitri

Next Post

Lebaran Ketupat

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat

Waspada Kasus Hepatitis Misterius, Sudah Terdeteksi 228 Kasus di 20 Negara

Waspada Kasus Hepatitis Misterius, Sudah Terdeteksi 228 Kasus di 20 Negara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist