Pemerintah menghimbau waspada terhadap penyakit hepatitis misterius yang menyerang anak-anak. Adapun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia sejak 15 April 2022.
“Pada 1 Mei, setidaknya 228 kasus (hepatitis) yang mungkin dilaporkan ke WHO dari 20 negara dengan lebih dari 50 kasus tambahan sedang diselidiki,” ujar Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic dalam konferensi pers di Jenewa pada Senin (2/5/2022).
Otoritas kesehatan di seluruh dunia saat ini tengah menyelidiki peningkatan misterius dalam kasus hepatitis akut pada anak-anak. Ini menjadi persoalan serius mengingat kasus ini sudah menelan korban jiwa, Selasa (3/5/2022) Dikutip dari Reuters
Lebih dari 20 anak-anak AS di 10 negara bagian, di antaranya New York, AS, telah terserang penyakit hepatitis akut. Adapun gejala-gejalanya, yakni:
- Demam
- Mual
- Muntah
- Sakit perut
- Urin berwarna gelap
- Kelelahan
- Nafsu makan Hilang
- Tinja berwarna terang
- Nyeri sendi
- Penyakit kuning
Hepatitis tersebut diyakini sebagai penyakit misterius lantaran menyebar tanpa diketahui asal muasalnya. Kasus-kasus yang terlaporkan tidak memiliki hubungan yang diketahui. Di samping itu, penyelidikan tengah diupayakan terhadap adenovirus penyebab pilek diduga menjadi pemicu hepatitis tersebut.
Hingga kini, Inggris mencatat jumlah kasus hepatitis misterius terbanyak dengan total 145 kasus. Disusul oleh AS, Spanyol, dan Israel. Kemudian, hampir selusin negara di Eropa lainnya telah melaporkan kemungkinan kasus hepatitis.
Pada Minggu (1/5), Kementerian Kesehatan RI melaporkan kasus kematian pada tiga anak berusia dua, delapan, dan sebelas tahun diduga akibat hepatitis. Ketiganya merupakan pasien rujukan dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat yang juga juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi dalam laman resmi Kemenkes RI menegaskan, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan penurunan kesadaran.
Pemerintah kini telah meningkatkan kewaspadaan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB).






















