Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan
KETIKA saya bersikap tidak serius terhadap suatu masalah yang dianggap serius, ayah saya menegur, “Kamu jangan main-main ya!” Kata “main-main” menjadi lawan kata “serius” padahal pada kenyataan yang disebut sebagai kehidupan justru serius sarat dengan unsur permainan. Selaras makna terkandung di dalam mazhab homo ludens (manusia yang bermain), pada hakikatnya permainan dimainkan setiap kali manusia secara eksternal berinteraksi dengan sesama manusia dan/atau lingkungan hidup maupun internal dengan dirinya sendiri.
Namun dimainkan sebaiknya bukan mempermainkan apalagi dipermainkan atau terpermainkan karena dalam istilah game bisa memiliki makna luar biasa luas dan kompleks. Maka sebaiknya jangan main-main terhadap apa yang disebut sebagai game theory yang bisa dialihbahasakan (meski tidak sempurna) menjadi teori permainan.
Di ranah matematika terapan, teori permainan memiliki peran bukan main serius, bukan sebagai pedoman untuk memenangkan suatu permainan atau sebagai unsur pendukung kreatifitas, tetapi lebih sebagai sarana untuk menganalisa situasi dan kondisi di mana para pemain secara interdependen membuat dan mengambil keputusan. Keinterdependensian memaksa setiap pemain untuk menduga kemungkinan strategi apa yang akan digunakan oleh pihak lawan dalam mengambil keputusan-langkah selanjutnya.
Solusi bagi suatu permainan mendeskripsi keputusan optimal para pemain yang mungkin memiliki kepentingan yang sama atau berlawanan atau campuran antara keduanya beserta hasil yang keluar dari keputusan-keputusan para pemain. Teori permainan memang bisa didayagunkan untuk menganalisa permainan catur, kartu, judi, game digital, piala dunia sepakbola atau pertarungan adu jotos tetapi juga permainan yang lebih terkesan “serius” seperti ekonomi lokal maupun global.
Teori permainan berasal dari buku legendaris The Theory of Games and Economic Behavior yang pada tahun 1944 dipublikasikan oleh matematikawan John von Neumann bersama ekonom Oscar Mogenstern yang menegaskan unsur bukan main-main pada teori permainan. Akibat jenis, bentuk, dan sifat permainan pada prinsipnya memang beranekaragam maka memang tidak ada teori permainan tunggal tetapi senantiasa beranekaragam terkait pada bidang yang akan dianalisa. Meski atau karena pemikiran Neumann dan Morgenstern mendahului zamannya, mereka berdua tidak sempat memperoleh anugerah Nobel.

Satu di antara teori permainan yang relatif paling tersohor adalah yang disebut sebagai Nash Solution. Solusi yang ditawarkan penerima anugerah Nobel untuk ekonomi pada tahun 1994. John Forbes Nash memang secara luar biasa dipopulerkan oleh film A Beautiful Mind yang dibintangi penerima anugerah Oscar, Russel Crowe didampingi pemeran pembantu yang juga penerima anugerah Oscar, Jennifer Connely, di bawah arahan sutradara legendaris, Ron Howard.
Meski kisah film tersebut didramatisir di sana sini sehingga tidak selalu sesuai kenyataan. Namun pada kenyataan memang John Nash lebih beruntung ketimbang John von Neumann. Karena John von Neumann tidak pernah menerima anugerah Nobel.
Dikutip dari Kompas.com,Rabu 04 mei 2022.





















