• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

fusilat by fusilat
April 29, 2026
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Dunia yang kita huni hari ini bukanlah hasil dari evolusi sosial yang sepenuhnya damai. Ia adalah produk dari meja-meja bundar yang dingin—di mana para penguasa masa lalu, dengan pena di satu tangan dan meriam di tangan lainnya, menggambar garis-garis imajiner yang hingga kini masih terasa “tajam” bagi miliaran manusia.
1. Arsitektur Ketidakadilan: Dari Tordesillas hingga Tatanan Global Modern
Sejarah mencatat bagaimana dunia pernah dibagi layaknya kue pribadi. Perjanjian Tordesillas menjadi simbol awal dominasi kekuasaan atas realitas sosial. Pola ini berlanjut dalam Perjanjian Sykes-Picot.

Pasca Perang Dunia II, sistem global dilembagakan melalui institusi seperti World Trade Organization. Secara normatif, sistem ini menjanjikan kesetaraan dan perdagangan bebas.

Namun dalam praktiknya, sering kali muncul ketimpangan struktural yang menempatkan negara berkembang pada posisi yang tidak sepenuhnya setara.

Contoh nyata terlihat pada komoditas strategis Indonesia.
Dalam sengketa nikel (DS592), gugatan Uni Eropa pada 2019 berujung pada putusan panel WTO tahun 2022 yang menyatakan kebijakan larangan ekspor bijih nikel Indonesia melanggar ketentuan GATT.

Padahal, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi nasional.
Fakta empiris menunjukkan arah kebijakan ini tidak tanpa hasil. Nilai ekspor nikel Indonesia meningkat secara signifikan—dari sekitar USD 3–4 miliar pada 2015–2016 menjadi lebih dari USD 30 miliar pada 2022 setelah pengembangan industri pengolahan domestik. Ini menunjukkan bahwa hilirisasi mampu menciptakan lonjakan nilai tambah yang nyata.
Sementara itu, pada komoditas CPO,

Indonesia menghadapi tekanan melalui regulasi lingkungan dari Uni Eropa seperti Renewable Energy Directive II (2018) dan kebijakan deforestasi. Indonesia menggugat kebijakan ini di WTO (DS593) karena dianggap diskriminatif.

Di sisi lain, sektor sawit Indonesia menopang lebih dari 16 juta tenaga kerja langsung dan tidak langsung serta menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar nasional. Ini menunjukkan bahwa isu keberlanjutan tidak dapat dilepaskan dari dimensi pembangunan sosial-ekonomi.

Sebagian standar global memang memiliki dasar legitimasi, namun implementasinya sering kali tidak simetris, sehingga dalam praktiknya dapat menciptakan tekanan yang tidak proporsional terhadap negara berkembang.

Dengan demikian, terlihat pola yang berulang: ketika negara berkembang berupaya naik kelas melalui industrialisasi, mereka berhadapan dengan tekanan regulasi global yang tidak selalu netral.
2. Audit Reflektif: Di Mana Posisi Indonesia?
Normatif: 10
Geopolitik: 6
Kesadaran kolektif: 5
Total: 7 (cautiously optimistic)
Undang-Undang Dasar 1945 memberikan arah moral yang kuat, namun implementasinya masih menghadapi tantangan struktural global.
3. Kesimpulan: Membangun “Otot” Kedaulatan
Kedaulatan modern membutuhkan kekuatan nyata: ekonomi, teknologi, dan institusi. Tanpa itu, negara hanya akan menjadi objek dalam sistem global yang dibentuk oleh kekuatan lain.
4. Saran: Dari Refleksi Menuju Strategi Nyata
Pembenahan internal tetap menjadi fondasi: pemberantasan korupsi dan penguatan institusi.
Namun langkah berikutnya harus lebih konkret dan terukur.
Indonesia perlu menjalankan industrial policy yang konsisten dengan target strategis yang jelas. Salah satu target yang realistis adalah peningkatan nilai ekspor minimal 200% dibandingkan saat masih dalam bentuk bahan mentah dalam horizon 5–10 tahun.

Target ini memiliki dasar empiris:
Hilirisasi nikel telah meningkatkan nilai ekspor lebih dari 5–8 kali lipat dalam satu dekade

Negara seperti Korea Selatan dan Tiongkok menunjukkan keberhasilan industrialisasi berbasis nilai tambah.
Selain itu, laporan World Bank dan Organisation for Economic Co-operation and Development menunjukkan bahwa negara yang berhasil naik dalam global value chains adalah mereka yang mampu melakukan industrialisasi berbasis teknologi, diversifikasi ekspor, dan penguatan kapasitas domestik.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan langkah implementatif:
Insentif fiskal untuk industri hilir dan manufaktur
Kebijakan transfer teknologi dan kemitraan strategis
Proteksi selektif untuk industri awal (infant industry protection)

Penguatan peran BUMN dan swasta nasional dalam rantai pasok global

Di sisi eksternal, Indonesia perlu menjalankan diplomasi dagang yang adaptif.
Dalam konfigurasi dunia pasca-Perang Dunia II, Indonesia harus mampu berdiri di dua kaki kekuatan global—tidak terjebak pada satu blok, tetapi memanfaatkan dinamika multipolar secara strategis untuk kepentingan nasional.
Pendekatan ini bukan oportunisme, melainkan keseimbangan strategis.

Tujuannya jelas:
Indonesia tidak lagi menjadi pemasok bahan mentah atau sekadar pasar, tetapi menjadi pemain utama dalam penciptaan nilai tambah global.

Penghormatan tidak diminta—ia diperoleh melalui kekuatan, konsistensi, dan keberanian mengambil posisi.

Referensi
* Perjanjian Tordesillas
* Perjanjian Sykes-Picot
* Perang Dunia II
* World Trade Organization (Kasus DS592 dan DS593)
* Uni Eropa (RED II dan kebijakan deforestasi)
* Group of Seven
* Undang-Undang Dasar 1945
* Data ekspor nikel Indonesia (Kementerian ESDM & BPS, 2015–2022)
* Data tenaga kerja sektor sawit Indonesia (Kementerian Pertanian & GAPKI)
* Laporan Global Value Chains oleh World Bank
* Studi industrial policy dan perdagangan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Next Post

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

fusilat

fusilat

Related Posts

RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar
Feature

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026
Next Post
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

June 14, 2026
Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

June 14, 2026
Tyo, Idrus, Prabowo – Etika, Moralitas, dan Ironi Para Pengkritik

Tyo, Idrus, Prabowo – Etika, Moralitas, dan Ironi Para Pengkritik

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...