• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

fusilat by fusilat
April 29, 2026
in Feature, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aries Musnandar

Tentang Penulis
Aries Musnandar, seorang Doktor Pendidikan yg memiliki pengalaman 2 dekade sebagai praktisi pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) pada level manajerial serta menaruh perhatian pada isu transformasi pendidikan, literasi digital, dan pengembangan soft skills dalam pembelajaran.

Ruang kelas hari ini tak lagi sekadar diisi buku pelajaran, papan tulis, dan dialog antara guru dan siswa. Ia telah berubah menjadi ruang yang juga dipenuhi layar-layar kecil di genggaman, yang tak henti memancarkan notifikasi, video singkat, dan arus konten digital tanpa jeda. Pendidikan kini memasuki arena kompetisi baru: memperebutkan perhatian manusia di tengah derasnya ekosistem digital.

Laporan Digital 2024 Indonesia dari DataReportal mencatat lebih dari 210 juta penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet, dengan telepon pintar sebagai pintu utama akses. Rata-rata waktu penggunaan internet yang mencapai berjam-jam setiap hari membentuk lanskap baru: perhatian generasi muda menjadi semakin terfragmentasi, cepat berpindah, dan sulit dipertahankan.

Dalam konteks itulah pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menggagas pembatasan akses media sosial bagi pengguna di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini memicu perdebatan. Sebagian melihatnya sebagai langkah protektif yang diperlukan, sementara yang lain mempertanyakan efektivitasnya dalam menjawab kompleksitas tantangan pendidikan digital.

Di ruang kelas, persoalan ini terasa jauh lebih konkret. Sebagai pengajar Teknologi dan Media Pembelajaran, saya kerap berdialog dengan mahasiswa—yang sebagian besar adalah guru dan kepala sekolah. Dari percakapan-percakapan itu muncul kegelisahan yang sama: ruang kelas kini harus bersaing dengan gawai.

Banyak guru mengakui bahwa menjaga perhatian siswa menjadi semakin sulit. Fokus belajar mudah terpecah oleh notifikasi, video pendek, dan arus konten yang lebih menarik secara instan dibandingkan penjelasan di kelas. Tantangan mengajar pun bergeser: bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga mempertahankan perhatian.

Fenomena serupa terjadi di perguruan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan tugas akademik menjadi praktik yang kian lazim. Di satu sisi, teknologi ini membuka peluang sebagai alat bantu belajar yang luar biasa. Namun di sisi lain, tak sedikit mahasiswa yang menggunakannya secara instan—menyalin jawaban tanpa proses dialog, tanpa refleksi.

Saya kerap menemukan jawaban yang rapi namun dangkal. Ketika ditelusuri, sebagian mahasiswa mengakui bahwa mereka hanya menyalin hasil dari mesin tanpa benar-benar memahami. Padahal, dari pengalaman saya sendiri, kecerdasan buatan tidak selalu benar. Ia bisa keliru—dan justru membuka ruang belajar ketika kita mengoreksi dan berdialog dengannya. Di sinilah letak potensi sebenarnya: AI sebagai mitra berpikir, bukan sekadar mesin penjawab.

Fenomena di sekolah dan kampus tersebut memperlihatkan persoalan mendasar yang sama: perhatian dan proses berpikir manusia berada dalam tekanan ekosistem digital. Banyak platform dirancang untuk mempertahankan perhatian selama mungkin melalui notifikasi, video singkat, dan mekanisme infinite scroll. Dalam situasi ini, perhatian manusia telah menjadi komoditas.

Bagi dunia pendidikan, ini adalah tantangan serius. Proses belajar membutuhkan kesabaran kognitif, ketekunan, dan kemampuan mempertahankan fokus. Ketika kebiasaan digital membentuk pola pikir yang serba cepat dan instan, ruang kelas harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan kedalaman belajar.

Dalam kerangka itu, kebijakan pembatasan akses media sosial dapat dipahami sebagai langkah perlindungan. Negara berupaya memberi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh tanpa terlalu dini terpapar kompetisi perhatian yang agresif. Namun, pembatasan saja tidak cukup.

Generasi abad ke-21 adalah generasi digital-native. Mereka tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga membangun identitas, relasi sosial, dan cara berpikir melalui teknologi. Karena itu, tantangan pendidikan bukan sekadar membatasi, melainkan membekali.

Di sinilah literasi digital menjadi kunci. Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami cara kerja algoritma, serta membangun etika dalam interaksi digital. Tanpa itu, generasi muda berisiko menjadi pengguna pasif yang mudah terombang-ambing oleh arus informasi.

Pada akhirnya, pendidikan bukan tentang menemukan jawaban tercepat, melainkan melatih kemampuan berpikir mandiri. Di tengah kemajuan kecerdasan buatan, berpikir kritis justru menjadi semakin vital. Laporan Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum menempatkan analytical thinking dan creative thinking sebagai keterampilan paling penting di masa depan.

Dalam pengalaman saya—baik sebagai akademisi maupun praktisi di dunia industri—kemampuan berpikir kritis selalu menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Ironisnya, justru kemampuan inilah yang sering kurang terasah dalam pendidikan formal kita.

Karena itu, tantangan pendidikan hari ini bukan sekadar membatasi teknologi, tetapi memastikan ruang kelas tetap menjadi ruang pembentukan nalar. Tempat manusia belajar berpikir, mempertanyakan, dan memahami—bukan sekadar menyalin jawaban dari mesin.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

Next Post

Prabowo Mulai Panik!

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Next Post
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...